IKADI Kota Batu Perkuat Kompetensi Khatib melalui Pelatihan Nasional
RRI.CO.ID, Batu – Peningkatan kompetensi khatib menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan khutbah yang komunikatif, moderat, dan sesuai dengan persoalan masyarakat. Hal ini menjadi fokus Pelatihan Nasional 10.000 Khatib Ikatan Dai Indonesia (IKADI) yang digelar IKADI Kota Batu di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kota Batu, Sabtu (24/10/2026).
Andhyka Muttaqin, S.AP., MPA, Ketua Umum IKADI Kota Batu mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional IKADI dalam menyambut Musyawarah Nasional (Munas) IV IKADI.
“Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan para khatib dalam menyusun materi khutbah dan menyampaikan pesan keagamaan secara santun serta mudah dipahami jamaah,” katanya.
Dalam pelaksanaan dakwah, khatib tidak hanya dituntut memiliki pemahaman keislaman yang kuat, tetapi juga perlu memahami kondisi sosial masyarakat. “Dengan demikian, materi khutbah diharapkan dapat menjawab persoalan yang dihadapi jamaah sekaligus memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Andhyka.
Di tengah perkembangan teknologi informasi dan dinamika sosial, khutbah Jumat juga memiliki peran sebagai sarana edukasi publik. Pesan yang disampaikan dapat memperkuat nilai kejujuran, persaudaraan, kepedulian sosial, persatuan, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui pelatihan tersebut, IKADI Kota Batu turut mendorong penguatan kapasitas para dai dan khatib, sekaligus membuka ruang silaturahmi dan konsolidasi untuk meningkatkan kualitas dakwah di tengah masyarakat,” tuturnya.
Dakwah yang komunikatif dan tidak mudah menghakimi dinilai penting untuk membangun kedekatan dengan jamaah. Pendekatan ini juga diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Pelatihan Nasional 10.000 Khatib menjadi bagian dari upaya IKADI memperkuat kualitas sumber daya dai dan khatib di Indonesia. Menjelang Munas IV IKADI, gerakan ini menekankan pentingnya dakwah yang profesional, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Melalui peningkatan kompetensi khatib, kami berharap khutbah dapat menjadi sarana penyampaian nilai-nilai Islam yang mencerahkan, mempererat persaudaraan, dan berkontribusi positif bagi kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
Sumber: RRI
