Ketum IKADI:
KEHADIRAN IKADI DI SULUT ADALAH ANUGERAH ALLAH SWT
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (PP IKADI), K.H. Dr. Ahmad Kusyairi Suhail, M.A., pada Sabtu (5/9) melantik Pengurus Wilayah (PW) IKADI Provinsi Sulawesi Utara (SULUT) Periode 2026-2031.
Acara yang dirangkai dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan santunan anak yatim ini diselenggarakan di Gedung BLK YSBBI Lapangan Mapanget Kota Manado, dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Sulut, Bapak Dr. Zainuddin Daleh Hilmi, S.E., M.E., Ak,CA. sekaligus menyampaikan sambutan Gubernur Sulut dan mengucapkan selamat dan sukses kepada jajaran PW IKADI Provinsi Sulawesi Utara diketuai oleh Ustdz Parno Diaz, S.T., dan Sekeretaris ustad Ivan Wardhan S.Sos, dan Bendahara ustadz Muhari Qadri Kanon, dan Gubernur berharap dapat terus sinergi dan kolaborasi dengan IKADI dalam memajukan Sulawesi Utara.
Sementara itu Ketua Umum IKADI, K.H. Dr. Ahmad Kusyairi Suhail, M.A. dalam mauizhah hasanahnya, menyinggung kehadiran Nabi Muhammad SAW yang membawa perubahan dunia dan berhasil membangun peradaban dunia melalui dakwahnya yang Rahmatan Lil ‘Alamin, diakui oleh dunia, termasuk orang non muslim, seperti Michael H. Hart dalam bukunya, The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History yang terbit pada tahun 1978.
Mengutip hadits-hadits Nabi SAW yang menekankan kepada dakwah Islam yang memudahkan bukan menyulitkan, yang menyejukkan bukan mengejutkan dan menjauhkan, yang menaruh simpati bukan menebar benci, kiai Kusyairi yang juga dosen Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IAT) dengan jabatan akademik Associate Professor pada Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengingatkan bahwa sebagaimana kelahiran Rasulullah SAW sebagai anugerah Allah buat masyarakat dunia (Q.S. Ali ‘Imran: 164), maka kehadiran para dai yang tergabung dalam IKADI di Provinsi Sulawesi Utara ini juga merupakan fadhullah wa minnatuhu, karunia Allah yang wajib disyukuri, bukan dibenci, sehingga para dai IKADI harus memantaskan diri dengan meneladani akhlak mulia Nabi SAW sebagai manusia unggul.
Sebab, tugas dai adalah menghadirkan kebaikan dan perbaikan dalam semua aspek kehidupan (Q.S. Ali Imran: 104).
Dan hal ini sesuai dengan Visi IKADI; menjadi ormas Islam perekat umat dan bangsa melalui Dakwah Islam Rahmatan Lil ‘Alamin dalam bingkai NKRI.
Maka, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini harus membawa spirit baru dalam melanjutkan estafeta dakwah dan perjuangan beliau sebagai sosok pembawa perubahan dan da’i yang rahmatan lil ‘alamin, demikian kiai Kusyairi yang juga pimpinan Pondok Pesantren YAPIDH Bekasi mengakhiri ceramah maulidnya.
Hadir dalam acara ini pejabat, tokoh, para ulama, para ustadzah majelis taklim, perwakilan ormas-ormas Islam di Sulut.
Acara ditutup dengan khusyu’ oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Prof. Dr. Nasruddin Yusuf, M.Ag. yang juga Guru Besar IAIN Manado








