Merajut Ukhuwah, Menggapai Ramadhan Penuh Berkah.
Oleh Dr.H.Istajib Zain, M.Ag, Ph.D. ( Kepala Departemen Kepemimpinan & Kepemudaan PP IKADI )
Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti oleh orang-orang beriman. Ia hadir membawa ampunan, rahmat, dan keberkahan yang tidak ternilai. Namun, keberkahan Ramadhan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya ibadah ritual yang kita lakukan, melainkan juga oleh kualitas hati dan hubungan sosial yang kita miliki. Di sinilah pentingnya merajut ukhuwah sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadhan.
Ukhuwah: Fondasi Keimanan
Islam meletakkan ukhuwah sebagai fondasi kehidupan umat. Persaudaraan dalam Islam bukan sekadar hubungan sosial, tetapi ikatan iman yang lahir dari kesamaan aqidah.
Allah ﷻ berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al-Hujurat: 10)
Ayat ini menegaskan bahwa ukhuwah adalah perintah langsung dari Allah ﷻ. Ketika ukhuwah terjaga, rahmat Allah akan turun. Sebaliknya, rusaknya ukhuwah menjadi penghalang turunnya keberkahan.
Ukhuwah dan Diterimanya Amal
Dalam Islam, hubungan antarsesama memiliki dampak langsung terhadap diterima atau tertundanya amal ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka diampuni setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, kecuali seseorang yang antara dirinya dan saudaranya terdapat permusuhan. Dikatakan: tangguhkan kedua orang ini hingga mereka berdamai.”
(HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa ibadah yang tampak baik bisa kehilangan nilainya jika masih ada dendam dan permusuhan dalam hati. Oleh karena itu, menjelang Ramadhan, memperbaiki hubungan sosial menjadi langkah penting agar ibadah puasa dan amal lainnya berbuah berkah.
Mengapa Ukhuwah Penting Menjelang Ramadhan
Ramadhan adalah bulan penyucian jiwa. Penyucian tersebut tidak akan sempurna tanpa penyucian hati dari kebencian, iri, dan permusuhan. Allah ﷻ berfirman:
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu‘ara: 88–89)
Hati yang bersih merupakan modal utama dalam menyambut Ramadhan. Dengan ukhuwah yang terjaga, suasana ibadah menjadi lebih tenang, lingkungan menjadi lebih harmonis, dan keberkahan Ramadhan lebih mudah dirasakan bersama.
Bentuk Nyata Merajut Ukhuwah
Merajut ukhuwah tidak cukup dengan niat, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perbuatan nyata, di antaranya:
Saling memaafkan
Memaafkan adalah cerminan kelapangan hati dan ketakwaan. Allah ﷻ berfirman:
“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?”
(QS. An-Nur: 22)
Menjaga lisan dan perbuatan
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menumbuhkan kepedulian sosial
Kepedulian terhadap sesama adalah wujud ukhuwah yang nyata, terutama dalam berbagi dan saling menolong di bulan Ramadhan.
Ramadhan yang Penuh Berkah
Ramadhan yang berkah bukan hanya ditandai dengan ramainya masjid, tetapi juga dengan damainya hati dan kuatnya persaudaraan. Puasa melatih kesabaran, shalat malam menguatkan keimanan, dan ukhuwah memperindah kehidupan sosial umat Islam.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini mengingatkan bahwa menjaga harmoni sosial adalah bagian dari kesempurnaan iman.
Penutup
Menyambut Ramadhan berarti menyiapkan diri lahir dan batin. Selain memperbanyak ibadah, kita juga dituntut untuk membersihkan hati dan merajut ukhuwah. Dengan persaudaraan yang kokoh, Ramadhan tidak hanya menjadi bulan ritual, tetapi bulan transformasi diri dan sosial.
Semoga Allah ﷻ menyampaikan kita kepada Ramadhan dalam keadaan hati yang bersih, ukhuwah yang kuat, dan amal yang penuh keberkahan.
Allahumma ballighna Ramadhan, wa allif baina qulubina.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲
