International Grand Imams Conference (IGIC) Perkuat Peran Ulama dalam Membangun Perdamaian dan Peradaban Dunia

by admin

International Grand Imams Conference (IGIC) Perkuat Peran Ulama dalam Membangun Perdamaian dan Peradaban Dunia

JAKARTA — Konferensi Tingkat Tinggi Imam Besar Dunia atau International Grand Imams Conference (IGIC) menjadi salah satu forum internasional yang mempertemukan para imam besar, ulama, cendekiawan, dan tokoh Muslim dari berbagai negara untuk membahas tantangan umat Islam serta kontribusi ulama dalam membangun kehidupan dunia yang damai, berkeadaban, dan berkeadilan.

Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas negara di kalangan ulama. Berbagai persoalan yang dihadapi umat Islam, mulai dari penguatan moderasi beragama, perdamaian dunia, pendidikan, pemberdayaan umat, hingga perkembangan sosial dan kemanusiaan, menjadi bagian penting dalam pembahasan.

Kehadiran para imam besar dan ulama delegasi 49 Negara dari berbagai belahan dunia menunjukkan pentingnya peran kepemimpinan keagamaan dalam merespons perubahan global. Ulama tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam membimbing kehidupan spiritual umat, tetapi juga memiliki peran sosial dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kemasyarakatan.

Melalui IGIC, diharapkan terbangun jejaring ulama internasional yang semakin kuat sehingga pertukaran gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pengelolaan kehidupan keagamaan dapat terus dikembangkan.

Dalam konteks Indonesia, forum semacam ini juga memiliki arti penting karena Indonesia memiliki pengalaman dalam mengembangkan kehidupan keislaman yang berjalan berdampingan dengan kehidupan kebangsaan. Pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu bahan dialog dalam membangun kerja sama umat Islam di tingkat global.

International Grand Imams Conference juga menjadi momentum untuk meneguhkan pesan bahwa Islam membawa nilai rahmah, kedamaian, keadilan, persaudaraan, dan kemaslahatan. Para ulama diharapkan mampu mengambil peran dalam mendorong penyelesaian berbagai persoalan melalui pendekatan keilmuan, dialog, dan kerja sama.

Dengan mempertemukan para pemimpin dan tokoh agama dari berbagai Negara, IGIC diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi dapat melahirkan gagasan dan kolaborasi nyata yang memberikan manfaat bagi umat manusia.

Forum internasional tersebut sekaligus menegaskan pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan kerja sama lintas bangsa dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.

Delegasi Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) diwakili tiga orang, yaitu Ketua Umum Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, MA. Sekjen Dr. KH. Khairan M. Arif, MA., M.Ed dan Wasekjen Ridwan Muslim, MA., M.Pd.
Kegiatan berlangsung pada tanggal 25-28 September 2026 di Jakarta.

Kegiatan tersebut resmi membentuk wadah permanen The International Assembly of Mosque Imams (IAMI) dan terpilih secara aklamasi Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA sebagai Presiden IAMI pertama dengan masa jabatan tiga tahun, dan juga menghasilkan deklarasu “Jakarta Understanding” yang memuat tujuh poin komitmen global, mulai dari penguatan peran mediator imam masjid, perlindungan kelompok rentan, ekoteologi ramah lingkungan, dialog lintas iman, hingga dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.

You may also like