IKADI MEMBERSAMAI ORMAS ISLAM DALAM AKSI BERJUTA DOA UNTUK PARA SYUHADA DAN AL AQSHA

by admin

Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia, Dr. K.H. Ahmad Kusyairi Suhail, M.A., menyampaikan orasi dalam Aksi Berjuta Doa untuk Para Syuhada dan Al Aqsha pada hari Ahad (5/4/2026) di depan kedutaan besar Amerika Serikat, Jakarta.
Aksi ini dalam rangka belasungkawa dan mendo’akan bagi tiga prajurit TNI penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia yang gugur dalam tugas di Lebanon Selatan. Ribuan massa aksi yang terdiri dari berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam yamg tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI) melaksanakan sholat ghaib mendo’akan para syuhada dan menyuarakan pembelaan untuk syuhada, saudara- saudara yang terzhalimi di Gaza dan Masjidil Aqsha yang ditutup oleh zionis Israel lebih dari sebulan.
Sehingga untuk pertama kalinya dalam 839 tahun, Masjidil Aqsha tanpa i’tikaf dam shalat Idul Fitri.
“Kehadiran kita dalam aksi ini sebagai wujud nyata cinta tanah air dan nasionalisme kita yang ikut merasakan kesedihan dan kepedihan atas gugurnya tiga prajurit TNI penjaga perdamaian. Kedua, untuk mengingatkan kita semua agar bangkit melawan kezaliman zionis Israel dan agar kita tidak pernah lupa dan berhenti dalam membela Palestina dan Al Aqsha yang masih dijajah, karena ini adalah amanat konstitusi; Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, demikian alinea pertama Pembukaan UUD 1945” demikian kiai Kusyairi menyampaikan dengan suara lantangnya.
Dalam aksi ini, massa juga mengingatkan bahw penutupan Masjidil Aqsha yang sudah berlangsung lebih dari 30 hari, merupakan bentuk pelanggaran zionis terhadap kebebasan beragama dan hak asasi manusia, serta bentuk nyata penodaan terhadap kesucian terhadap tempat ibadah umat Islam.
Para ulama dan tokoh ormas Islam juga menyampaikan keprihatinan atas fakta disahkannya undang-undang baru di Negara Penjajah Zionis, yang melegalkan tindakan kekerasan terhadap tahanan Palestian, termasuk mengancam hukuman mati untuk semua tahanan Palestina. Tanpa malu, Zionis menginjak Prinsip-Prinsip Hukum Internasional dan Kemanusiaan.

Selanjutnya para kiai, pimpinan ormas dan tokoh bangsa yang hadir aksi menyampaikan Pernyataan Sikap sebagai berikut:

  1. Bangsa Indonesia berduka sedalam-dalamnya atas gugurnya prajurit TNI yang menjalankan misi perdamaian dunia. Semoga Allah SWT menjadikan mereka sebagai syuhada, keluarga mereka diberikan kesabaran, dan tidak ada lagi jatuh korban dari para prajurit terbaik anak bangsa.
  2. Bangsa Indonesia marah atas ketidakadilan dan berbagai bentuk penodaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan oleh Israel dan Amerika Serikat, yang tanpa malu membunuh banyak jiwa manusia , termasuk dari rakyat Palestina dan rakyat Indonesia. Terutama dengan terus berlangsungnya genosida di Gaza dan Tepi Barat.
  3. Bangsa Indonesia mengecam keras segala bentuk kejahatan kemanusiaan yang dijalankan Zionis Israel, termasuk penutupan Masjid Al-Aqsa dan tindakan represif dan keji terhadap tahanan Palestina yang tidak bersalah.
  4. Bangsa Indonesia mendesak komunitas Internasional untuk segera mengambil langkah nyata dalam menghentikan kejahatan Zionis Israel dan menjamin perlindungan terhadap warga sipil serta pasukan perdamaian.

Jakarta, 5 Apripl 2026

Majelis Ormas Islam

You may also like