Mengenal Kitab Rujukan Ulama Timteng Karya Dai Indonesia

Dibuat Tanggal 16-03-2021

 

Kitab karya Ustadz Ahmad Kusyairi Suhail ini membahas tentang ilmu Alquran dan tafsir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia patut berbangga. Sebab, negeri ini telah melahirkan banyak ulama besar di sepanjang sejarah. Bahkan, reputasi mereka diakui dunia internasional. Pengaruhnya terasa hingga kini terutama melalui berbagai kitab karyanya.

Sebut saja, Imam Nawawi al-Bantani dengan kitab tafsirnya, Murah Labid (Al-Tafsir Al-Munir). Kemudian, Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi dengan kitab Hasyiyah An-Nafahat dan Syekh Muhammad Yasin al-Fadani dengan kitab al-Fawaid al-Janiyyah.

Saat ini pun, masih cukup banyak karya ulama Nusantara yang diakui kualitasnya oleh kalangan alim di Tanah Suci. Salah satunya Al-Mufassir: Syurutuhu, Aadabuhu, Mashadiruhu, Dirosah Ta'shiliyah. Kitab setebal 688 halaman itu hingga kini terus menjadi rujukan, termasuk di beberapa kampus di Timur Tengah.

 

Bila mengunjungi Perpustakaan Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah, maka akan ditemukan kitab Al-Mufassir pada deretan rak kitab-kitab rumpun ilmu Alquran dan tafsir. Kitab tersebut berdampingan dengan sejumlah karya-karya lain yang masyhur. Misalnya, Al-Itqan fii Ulum Al-Qur’an karya Imam As-Suyuti, Manahil Al-'Irfan karya Syekh Az-Zarqani, dan At-Tafsir wal Mufassirun karangan Syekh Husein Adz-Dzahabi.

Penulisnya ialah seorang mubaligh Indonesia, Ustaz Dr Ahmad Kusyairi Suhail MA. Kitab ini merupakan tesis saat dirinya menempuh pendidikan magister di King Saud University, Riyadh, Arab Saudi.

 

Dosen ilmu Alquran dan tafsir pada Fakultas Dirasat Islamiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu menjelaskan, kitab Al-Mufassir berisi pokok-pokok bahasan. Di antaranya adalah, "Muqoddimah" tentang urgensi tema dan topik kitab ini; definisi tafsir, pentingnya tafsir dan kebutuhan umat terhadap ilmu penting ini. Pada bagian tersebut, dibahas pula siapa yang patut disebut mufasir dan kedudukan mufasir di kalangan para ulama. Di samping itu, dijelaskan pula tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi mufasir, baik yang berkaitan dengan akhlak, intelektualitas, ilmu-ilmu yang mesti dikuasainya, dan metode yang dipilih dalam menafsirkan Kitab Suci.

Termasuk juga adab-adab mufassir, baik yang berhubungan dengan Allah SWT, kitab-Nya, maupun adab mufassir dengan para ulama dan ketika menukil pendapat ahli tafsir lainnya; sumber-sumber yang dirujuk oleh mufassir agar dapat menafsirkan Alquran dengan baik dan benar, serta bagaimana cara berinteraksi dengan sumber-sumber tersebut.

Menafsirkan Alquran, lanjut Ustadz Kusyairi, itu bukan pekerjaan mudah dan berbeda dengan tadabbur yang dapat dilakukan oleh setiap Muslim. Namun, ketika sudah dinamakan 'tafsir', maka menjadi 'mufassir' dan itu pertanggungjawabannya besar dan berat di sisi Allah SWT.

 

Karena itu, dalam menafsirkan Alquran, harus memperhatikan dan memiliki perangkat-perangkat untuk bisa menafsirkan Alquran dengan baik dan benar. Sebab, ini berhubungan dengan Kitab Suci, Kalam Illahi, yang memliki dampak signifikan terhadap pemikiran, sikap dan perilaku seseorang.

Menurut pimpinan Pesantren Yayasan Perguruan Islam Darul Hikmah (Yapidh) Bekasi ini, Alquran tidak akan dapat berfungsi maksimal menjadi petunjuk atau pedoman hidup jika dipahami dan ditafsirkan secara sembarangan.

"Apa yang ditulis dalam kitab ini penting, menjadi semacam pagar yang menjaga orisinalitas dalam memahami Alquran. Sehingga nilai-nilai Alquran dapat membumi dengan benar. Meskipun, pada akhirnya syarat-syarat tersebut, dipandang oleh sebagian ulama, ada yang bersifat idealis dan ada yang minimalis," ujar Sekretaris Jenderal Ikatan Dai Indonesia tersebut.

Kitab Al-Mufassir telah meluluskan seorang mufti qadha' bernama Muzaffer Marangozuglu, di kota Nigde Turki, dengan menjadikan kitab ini sebagai obyek tulisan tesisnya berbahasa Turki untuk mengambil gelar magister di Igdir University Turki dengan judul tesis 'Studi Analisis Kitab Al Mufassir karya Ahmad Kusyairi Suhail', di bawah bimbingan Prof Dr Erdogan Pazarbasi.

 

 

 

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Perkuat Karakter Keagamaan Mahasiswa, STKIP Rokania MoU dengan IKADI Rohul
12-08-2021 Liputan Media

  Perkuat Karakter Keagamaan Mahasiswa, STKIP Rokania MoU dengan IKADI Rohul & ...

Baca Selengkapnya

IKADI: Kaderisasi Ulama Harus Ditingkatkan
31-07-2021 Liputan Media

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Para ulama merupakan pewaris para nabi yang harus dijaga ...

Baca Selengkapnya

Dengan IKADI Muara Enim, Satu Desa Satu Da’i Dapat Terealisasi
10-07-2021 Liputan Media

  Dengan IKADI Muara Enim, Satu Desa Satu Da’i Dapat Terealisasi   ...

Baca Selengkapnya

Da'i IKADI Pekanbaru Terlindungi Program BPJAMSOSTEK
12-05-2021 Liputan Media

PEKANBARU- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pe ...

Baca Selengkapnya

Wapres Minta Ikadi Samakan Persepsi Dakwah Para Dai
05-04-2021 Liputan Media

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap Ikatan Dai Indonesia (IK ...

Baca Selengkapnya

Dr Ahmad Kusyairi Suhail, Bedah Ilmu Tafsir Alquran
21-03-2021 Liputan Media

  Dr Ahmad Kusyairi Suhail menjelaskan tafsir Alquran sebagai salah satu kunci ...

Baca Selengkapnya