PERKUAT PERAN IKADI SEBAGAI PEREKAT UMAT DAN BANGSA

by admin

Arahan Ketum IKADI ke Pengurus IKADI Solo Raya (Solo, Sukoharjo dan Karanganyar):
PERKUAT PERAN IKADI SEBAGAI PEREKAT UMAT DAN BANGSA

Dalam rangka kunjungan kerja dakwah di kota Surakarta Jawa Tengah, Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Dr. K.H. Ahmad Kusyairi Suhail, M.A., melaukan silaturahim dan memberikan arahan kepada para Pengurus Daerah IKADI Solo Raya; yaitu Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar dan Kota Solo pada Selasa malam, 21 April 2026.
Kiai Kusyairi yang juga dosen Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengingatkan, agar seluruh pengurus, anggota dan simpatisan ormas Islam; IKADI, memahami dan mengaplikasikan visi IKADI dalam kehidupan bermasyarakat. Yaitu “Menjadi Ormas Islam Perekat Umat dan Bangsa melalui Dakwah Islam Rahmatan Lil ‘Alamin dalam Bingkai NKRI”.
Karena itu, semua program dan agenda IKADI yang hakekatnya bernilai kebaikan dan perbaikan harus selaras dengan visi IKADI sebagai perekat umat dan bangsa ini.
Dengan Pengurus Wilayah (PW) yang tersebar di 34 Provinsi, Pengurus Daerah (PD) di lebih 400 kabupaten dan kota serta ratusan Pengurus Cabang (PC) dan Ranting (PR) serta Pengurus Cabang Istimewa (PIC) di 3 benua; Amerika, Afrika dan Asia, maka IKADI kini bukan lagi sekedar menunjukkan eksistensi (Izhharul Wujud).
Melainkan harus mengokohkan eksistensi (Ta’zizul Wujud).
Yaitu dengan penguatan dan optimalisasi peran (Taqwiyah wa Taf’il Daur) IKADI di masyarakat dengan selalu hadir dengan dakwah-dakwah solutifnya untuk kemajuan umat dan bangsa.
Dakwah IKADI harus menyentuh semua lapisan masyarakat, terutama khususnya generasi milenial. Lalu digitalisasi dakwah juga merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari sehingga para dai IKADI tidak boleh gagap teknologi.
Salah satu penguatan peran IKADI adalah mengajak umat untuk semangat berjama’ah dalam ekonomi senada dengan semangat berjama’ah dalam shalat, berpuasa Ramadhan dan berhaji.
Karenanya di kepengurusan IKADI sekarang diperkuat dengan adanya Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan, yang misi utamanya adalah membangun kemandirian dai dan organisasi. Alhamdulillah dari bidang ekonomi lahir Kopsyadi (Koperasi Syariah Ikadi) yang perkembangan sangat menggembirakan.
Juga telah resmi hadir Lembaga Amil Zakat Nasional (LaznasIKADI) yang tentu saja melengkapi kehadiran IKADI dalam membersamai persoalan-persoalan keumatan dan kebangsaan.
“Saudara-saudara para pengurus IKADI, bersyukurlah kepada Allah, karena Dia istimewakan kita menjadi dai dan pelaku dakwah yang semangat melakukan kebaikan dan perbaikan dalam gerbong IKADI.
Karena siapa saja yang telah mendedikasikan dirinya di jalan dakwah ilallah; apa pun profesinya, maka dia harus siap capek, lelah dan menghadapi beragam ujian san resiko. Namun, dia akan hidup dan mati menjadi manusia besar nan agung. Sebaliknya, siapa saja yang mengisolasi diri dan tidak mau terlibat atau tidak punya peran dan kontribusi dalam dakwah, maka boleh jadi akan kelihatan (hidup) enak nan nyaman. Namun, sesungguhnya dia akan hidup dan mati menjadi manusia kerdil” demikian kiai Kusyaiiri yang juga pimpinan Pondok Pesantren YAPIDH Bekasi ini mengakhiri taujihnya.

You may also like