BANDA ACEH – Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia (PW IKADI) Aceh beserta Dai Korps dan mubaligh Ikadi Aceh melaksanakan kegiatan Tebar Dai di 11 kab/kota se Aceh yang terdampak bencana banjir dan 12 Kab/kota se Aceh lainnya mulai 23 Januari s/d 10 Maret 2026.
Rangkaian kegiatan tebar dai ini dilakukan dalam rangka menguatkan kembali mental dan spiritual masyarakat setelah dilanda musibah banjir yang tidak hanya merusak rumah, sarana ibadah, dan fasilitas pendidikan, tetapi juga mengguncang ketahanan mental, spiritual dan sosial masyarakat.
Ketua Umum PW Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Aceh Prof Safrilsyah Syarief, M.Si mengatakan Ikadi menginisiasi Program Tebar Da’i IKADI Aceh sebagai ikhtiar dakwah kemanusiaan.
“Program ini menghadirkan dai terjun langsung ke lokasi terdampak. Mareka bertugas menyalurkan bantuan, membina keagamaan masyarakat, mendampingi anak-anak dan menjadi penopang spiritual di tengah masa sulit khususnya dalam menghadapi bulan Suci Ramadhan nantinya,” kata Prof Safrilsyah.
Waketum PW Ikadi Aceh Dr. Nur Prama Yudi mengucapkan rasa terima kasih kepada para donatur, yang telah menitipkan bantuannya untuk diserahkan sesuai peruntukannya. Disamping itu imbuhnya bahwa Program tebar dai dikab Aceh tamiang telah berkoordinasi dengan kemenag dan Dinas Syariat Islam Kab Aceh Tamiang.
Sementara itu Kasi Bimas Kemenag Aceh Tamiang, H. Husni Mubarak, MAP mengapresiasi program Tebar Dai yang dilakukan oleh PW Ikadi Aceh dan Ikadi Aceh Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Kami sangat mendukung program tersebut yang peduli dengan turut berperan memberikan pencerahan agama Islam ditengah masyarakat yg dilanda musibah. Harapannya masyakarat yang mengikuti akan kembali bersemangat dalam beribadah dan terus kuat menghadapi musibah,” kata Husni.
Koordinator Tebar Dai Ikadi Aceh, Ustaz Roly T yang didampingi Ketua Korps Dai dan Mubaligh Ikadi Aceh mengatakan bhw Program Tebar Dai Ikadi dimulai pada 23-25 Januari 2026 di beberapa titik mesjid dan tenda pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatannya dalam bentuk ceramah Agama Islam ba’da zuhur, ba’da asar dan ba’ da magrib yang disampaikan oleh beberapa dai kondang Ikadi Aceh diantaranya adalah Ust Faizal Adriansyah, Ust Husni Suardi, Ust Mukhlis Rais, Ust Akhyar sirajuddin dan dai lainnya.
“Selain itu juga diadakan pengajian untuk ibu-ibu dan kegiatan gembira bersama anak-anak ditenda pengungsian, di Desa Sukajadi dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sementoh,” kata Ustaz Roly.
Ustaz Roly menjelaskan disamping ceramah agama juga disalurkan bantuan kepada beberapa mesjid dan masyarakat yang berada ditenda pengungsian. Bantuan tersebut diantaranya berupa ambal shalat, mukena, kain sarung, baju koko, Al Quran, selimut, kelambu, paket makanan anak-anak dan lainnya.
“Bantuan langsung kami serahkan kepada BKM atau Imam mesjid serta masyarakat ditenda pengungsian. Setelah Aceh Tamiang Insya Allah program serupa akan dilanjutkan di Kab/Kota lainnya,”ujarnya.
Salah seorang dai yang juga Pembina PW Ikadi Aceh, Ustaz Faizal Adriansyah dalam ceramahnya antara lain menekankan pentingnya ridha kepada Allah atas segala yang menimpa. Selain itu semakin menguatkan diri untuk menjalankan ibadah khususnya shalat guna mendekatkan diri kepadaNya.
“Mari kita semakin mendekatkan diri kepada Allah dalam kondisi apapun baik suka maupun duka, agar Allah menolong kita dimanapun dan kapanpun,” katanya.
Dai lainnya, Ustaz Husni Suardi dalam pengajian bersama ibu-ibu menyampaikan sumber kekuatan dan benteng kebaikan anak dalam keluarga terletak pada orangtua khususnya ibu.
“Ibu merupakan madrasatul ula bagi anak-anak. Selain itu ibu juga sosok penting dalam mewujudkan ketahanan keluarga saat menghadapi tantangan pada kehidupan modern hari ini,” pungkasnya.
Sumber: aceh.tribunnews.com
