Dai atau juru dakwah itu bertugas membangun harmoni sosial, bukan menebar benci terhadap individu maupun kelompok masyarakat.
Demikian penegasan Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Dr. K.H. Ahmad Kusyairi Suhail, M.A., ketika melantik Pengurus Wilayah IKADI Provinsi Papua Barat Daya di Gedung Asrama Haji, Papua Barat Daya, Sabtu kemarin (24/1/2026).
Acara pelantikan yang dihadiri para pejabat pimpinan kota, provinsi, elemen masyarakat, serta perwakilan kepolisian dan TNI ini dilanjutkan dengan RAKERWIL (Rapat Kerja Wilayah) mengusung tema “Optimalisasi Kontribusi dan Peran IKADI dalam Mewujudkan Dakwah Islam Rahmatan Lil ‘Alamin untuk Menghadirkan Kehidupan Harmoni.” Tema tersebut menegaskan arah gerak IKADI dalam memperkuat dakwah yang moderat dan berorientasi pada kerukunan sosial.
Dosen Fakultas Dorasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Haidayatullah Jakarta ini melanjutkan, bahwa visi IKADI adalah menjadi ormas Islam perekat umat dan bangsa melalui dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sehingga para dai dalam menjalankan misi mulia dakwahnya harus membina bukan menghina, mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul. Itulah yang dimaksud dengan menjadi perekat umat dan bangsa.
Sebab, Allah SWT telah mengingatkan Rasul-Nya pentingnya berdakwah dengan lemah lembut dan santun melalui firman-Nya:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰـهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ
“Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu” (QS Ali Imran: 159)
Nabi SAW juga mengingatkan kepada sahabatnya dan umatnya agar menghindari dakwah dengan cara yang keras dan kasar dengan sabdanya;
يسروا ولا تعسروا، وبشروا، ولا تنفروا
“Mudahkanlah dan jangan kalian persulit, berilah kabar gembira dan janganlah kalian membuat orang lari” (HR Bukhari, no. 69 dan Muslim, no.1734).
Maka, dakwah harus menjadi instrumen pemersatu umat. “Dakwah Islam harus menghadirkan kesejukan dan solusi bagi persoalan masyarakat. Peran da’i sangat strategis dalam menjaga harmoni sosial dan persatuan bangsa,” demikian ustadz Kusyairi, yang juga merupakan pimpinan pesantren YAPIDH Bekasi ini mengakhiri.
Sementara itu, Ketua PW IKADI Papua Barat Daya H. Muhammad Taslim, S.Sos., M.Pd menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi di tingkat wilayah. “Rakerwil ini menjadi langkah awal penyusunan program kerja yang terarah agar kontribusi IKADI dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Papua Barat Daya,” katanya. Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah untuk membahas program strategis dan penguatan peran IKADI dalam pembinaan umat. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak.
Selain menghadiri Pelantikan dan Rakerwil PW IKADI Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Ketua Umum IKADI juga mengisi bersilaturahim dengan para tokoh masyarakat dan kaum muslimin kota Sorong melalui kegiatan Tabligh Akbar dan lain-lain. Agenda kiyai Kusyairi ditutup dengan mengisi Kuliah Subuh kemudian kembali ke Jakarta.









