27 HARI KAB. ACEH TAMIANG MASIH TERENDAM LUMPUR (Catatan Kunjungan Sekjen PP. Ikadi ke Kab. Aceh Tamiang)

by admin

27 HARI KAB. ACEH TAMIANG MASIH TERENDAM LUMPUR (Catatan Kunjungan Sekjen PP. Ikadi ke Kab. Aceh Tamiang)

Rombongan IKADI ketika menuju Kabupaten Aceh Tamiang, dari Jakarta harus lewat Kuala Lumpur, lalu menuju Air Port Kualanamu Medan, menghabiskan waktu setengah hari baru sampai di Kualanamu.
Dari Kualanamu rombongan langsung menuju Tamiang dengan mobil, sepanjang jalan kondisi jalan yang baru tersambung pasca banjir bandang, terlihat sepanjang jalan kebun sawit bekas terendam banjir menunjukan volume air saat kejadian mencapai 5-6 meter dari permukaan.

Tepat pukul 13.00 kami sampai di Kabupaten Aceh Tamiang, setelah 2,5 jam perjalanan, terlihat sebagian besar warga berdiri di depan rumah mereka yang masih terendam lumpur, mereka mengangkat lumpur dari dalam rumah, toko, warung dan kantor-kantor pemerintah, tidak terlihat TNI atau polisi dan petugas BNPB kecuali sesekali kami melihat tenda-tenda kuning bantuan BNPB berukuran sedang dan pendek.

Bau sampah yang menumpuk dijalanan bercampur lumpur, tumpukan pakaian-pakaian warga yang berserakan karena lemari mereka lenyap disapu banjir, membuat stres melihatnya. Demikianlah pemandangan singkat warga Aceh di Tamiang dan beberapa kabupaten lainnya yang ditimpa bencana banjir bandang 27 hari yang lalu.

Begitu sabarnya warga Aceh saat ini, mereka kehilangan rumah, sebagian anggota keluarga, hidup tanpa sumber air, tanpa listrik, tanpa tempat tidur dan seterusnya, padahal Presiden dan sebagian Menteri sudah berkunjung ke daerah bencana ini, tapi mengapa belum ada recovery dan mitigasi yang memadai yang didapatkan oleh korban banjir ini, apakah karena pemerintah belum menetapkan status Bencana Nasional pada 3 propinsi di pulau Sumatera ini?..

Saya berdiskusi dengan rombongan yang berkunjung selama dua hari di Sumatera Utara dan Aceh, bahwa infrastruktur serta bantuan utama dan mendesak yang dibutuhkan korban banjir saat ini adalah; Jaringan Listrik untuk energi dan penerangan rumah dan jalanan yang berlumpur di malam hari, sumur-sumur Air bor atau suntik untuk minum, mandi dan mencuci pakaian.

Rumah dan toko-toko yang masih terendam lumpur, pemerintah segera menurunkan alat-alat berat excavator/beko dan lainnya, warga korban yang masih trauma tidak bisa diandalkan membersihkan rumah, jalan umum dan halaman mereka dari lumpur yang mulai mengental dan kering, tapi harus dibantu oleh aparat TNI dan Polisi dari Pusat maupun Propinsi, agar kondisi warga segera hidup normal dan kembali ke rumah-rumah mereka yang masih tersisa.

Bila selama seharian penuh di Tamiang rasanya begitu stres dan tidak nyaman kami rasakan di sana, lalu bagaimana dengan mereka yang sudah 27 hari hidup dalam kondisi seperti itu?..

Karenanya IKADI mendesak pemerintah untuk fokus serta cepat dan tanggap merecovery keadaan warga Aceh dan Sumatera, sebelum keadaan mereka semakin parah dengan serangan penyakit menular dan masalah lainnya.

Tamiang, 23 Desember 2025

You may also like