SUKOHARJO – Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Wilayah Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 29-30 November 2025, di Aula Politeknik Bisnis dan Perpajakan Indonesia (Poltek BPI), Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Acara yang mengusung tema “Mengokohkan Dakwah Penuh Rahmat, Menghadirkan Manfaat di Tengah Masyarakat” ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat IKADI, Pengurus Wilayah IKADI Jawa Tengah, serta perwakilan Pengurus Daerah IKADI se-Jawa Tengah.
RAKORWIL ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh tiga orang perwakilan dari masing-masing Pengurus Daerah, yang terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, atau yang mewakili.
Empat Pilar Dakwah Versi PP IKADI
Dalam sambutannya saat pembukaan RAKORWIL, Pengurus Pusat IKADI, Dr. Khairan M. Arif, menyampaikan pidato kunci yang menggarisbawahi empat fondasi utama yang wajib dimiliki oleh seluruh pengurus dan anggota IKADI untuk membesarkan organisasi dakwah dan memperkuat pengaruhnya di tengah masyarakat.
Khairan menegaskan, keberhasilan dakwah tidak datang secara tiba-tiba, melainkan melalui kerja keras terencana yang dijiwai oleh spiritualitas tinggi.
- Tumuhat (Obsesi Besar)
Khairan menekankan bahwa IKADI harus dibangun oleh pengurus yang memiliki impian besar untuk dakwah. Ia meneladani optimisme Nabi Muhammad ﷺ saat memecah batu sebelum Perang Khandaq dan visi kuat Umar bin Abdul Aziz dalam membangun keadilan. “Obsesi besar adalah mesin pendorong yang membuat kita melampaui tantangan,” ujarnya.
- I’dad (Persiapan Serius)
Mengutip firman Allah dalam QS Al-Anfal: 60, “Wa a’iddu lahum ma istatha’tum min quwwah…” (Persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi), ia mengingatkan pentingnya persiapan matang yang meliputi kaderisasi, penguasaan ilmu, infrastruktur, dan strategi dakwah yang terbarukan. “Kita tidak boleh menjadi penonton, tetapi harus aktif dan siap tempur di medan dakwah,” tegasnya.
- Hadir di Tengah Umat
Fondasi ketiga adalah keharusan IKADI untuk nyata hadir dalam kehidupan masyarakat. Khairan menyerukan dakwah yang membumi, yakni dakwah yang responsif terhadap isu sosial, memberikan solusi praktis, dan menjadi “pelita di tengah gelapnya problematika umat.” Kehadiran IKADI harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas.
- Tawakkal ‘alallah
Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa setelah semua ikhtiar maksimal dilakukan, seluruh hasil harus diserahkan kepada Allah SWT. Tawakkal penuh adalah keyakinan bahwa Allah lah penentu keberhasilan, menjadikan IKADI sebagai gerakan dakwah yang kuat secara spiritual dan terencana secara profesional.
Dr. Khairan M. Arif menyimpulkan bahwa gabungan dari obsesi besar, persiapan matang, keterlibatan aktif di tengah umat, dan tawakkal penuh merupakan fondasi kokoh untuk membesarkan IKADI menuju dakwah yang lebih kuat dan berpengaruh di Jawa Tengah.
Acara RAKORWIL ini diharapkan dapat menghasilkan program kerja strategis yang lebih terarah bagi Pengurus Wilayah dan Daerah IKADI se-Jawa Tengah dalam rangka mewujudkan tema besar: mengokohkan dakwah yang rahmatan lil ‘alamin dan berdampak positif bagi masyarakat.
Sumber: IKADI Jawa Tengah
