Bandung, (IKADI) – Pengurus Wilayah Ikatan Da’i Indonesia (PW IKADI) Jawa Barat sukses menyelenggarakan kegiatan penting yang berfokus pada penguatan finansial dan syiar dakwah melalui manajemen zakat dan fundraising. Acara ini juga sekaligus menjadi momen penting Launching Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) IKADI Cabang Jawa Barat.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 45 orang utusan dari PD Ikadi Kota/Kabupaten Se-Jawa Barat ini diselenggarakan di Aula SMP Rabbani, Jl. AH Nasution Ujung Berung, Bandung, Ahad (30/11/2025).
Ketua PW IKADI Jawa Barat, DR (HC) H. Arif Ramdani, Lc., M.Ag, dalam sambutannya menekankan pentingnya organisasi memiliki lembaga amil zakat untuk mendukung kemandirian finansial dan perluasan dakwah.
Arif Ramdani menjelaskan bahwa pembentukan LAZNAS IKADI ini sudah menjadi hal yang lazim bagi sebuah ormas yang memiliki basis massa. Ia menegaskan bahwa tujuan utama LAZNAS adalah untuk memperkuat peran IKADI.
“Keberadaan LAZ IKADI ini akan menambah kekuatan untuk IKADI, terutama secara finansial dan syiar dakwah,” ujar Arif.
Ia menyampaikan harapan besar agar melalui LAZNAS, IKADI dapat mencapai kemandirian total.
“Mudah-mudahan IKADI ke depan kita bisa mandiri, gitu ya, kita bisa membiayai sendiri, baik operasional, kemudian untuk kaffalah dakwah. Kita bisa membiayai sendiri tanpa bergantung kepada pihak yang lain,” ungkap Arif.
Mengenai program dakwah, Arif menyoroti bahwa pendekatan dakwah tidak boleh terbatas pada ceramah saja, tetapi harus mencakup pemberdayaan umat.
“Berdakwah kepada masyarakat tidak cukup hanya dengan pendekatan ceramah. Tapi juga ada aktivitas-aktivitas lain, pendekatan-pendekatan lain yang perlu kita lakukan, di antaranya adalah pemberdayaan kepada masyarakat,” jelasnya.
Menanggapi kekhawatiran dari pengurus daerah terkait kemungkinan adanya benturan dengan LAZ lokal yang sudah ada, Ketua PW IKADI Jabar memberikan klarifikasi tegas tentang sinergi peran.
“Ini tidak akan menjadi benturan dengan LAZ yang sudah ada. Nanti kita berbagi tugas… LAZNAS (pusat) hanya punya satu perwakilan di tingkat Provinsi. Adapun di daerah, ada yang menjadi mitra untuk pendistribusian dan pemberdayaan, ada mungkin yang menjadi mitra untuk pengumpulan,” tegas Arif.
Ia juga menambahkan bahwa pendanaan merupakan tantangan utama organisasi. “Selama ini kita selalu mengeluhkan mandana, mandana (mana dana, mana dana) gitu ya, ketika kita akan melaksanakan kegiatan atau program-program.” Oleh karena itu, menurutnya bahwa pelatihan fundraising ini sangat krusial.
Sebagai penutup, Arif menekankan bahwa LAZNAS adalah amanah bersama.
“Karena ini adalah wajihah kita, karena ini adalah lembaga dakwah yang menjadi komitmen kita untuk membina masyarakat, maka ini menjadi tanggung jawab kita untuk kita besarkan,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, pelatihan diisi oleh dua pembicara dengan bahasan masing-masing diantaranya Fiqih Zakat oleh Dr. (HC) H. Arif Ramdani, Lc., M.Ag., Ketua PW Ikadi Jawa Barat, dan Manajemen Zakat oleh Rian Suryanto, S.Pt. NLP.Cam., dari Laznas Ikadi Pusat.

Sumber: PW IKADI JABAR
