Home

Khutbah

Khutbah Idul Adha - Idul Adha; Momentum Persatuan Dan Tarbiyah Umat

Khutbah Idul Adha - Idul Adha; Momentum Persatuan Dan Tarbiyah Umat

TEKS KHUTBAH IDUL ADHA 1437

 

OLEH: DR. H. ATABIK LUTHFI, LC, MA

 

IDUL ADHA; MOMENTUM PERSATUAN DAN TARBIYAH UMAT

 

الله أكبر 9X   الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا لاإله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده , لاإله إلا الله هو الله أكبر ألله أكبر ولله الحمد.

 

الحمد لله الذي جعل اليوم عيدا للمسلمين وحرم فيه الصيام على المؤمنين ونزل القرآن هدى للناس ورحمة للعالمين,  أشهد أن لاإله إلاالله رب العالمين وأشهد أن محمدا سيد الأنبياء والمرسلين وإمام المتقين وقائد الغر المحجلين  وعلى آله وصحبه أجمعين , أما بعد , فأوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون. قال تبارك وتعالى: ياايها الذين ءامنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا  يصلح لكم أعمالكم ويغفرلكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما.

 

Hadirin jama'ah sholat Idul Adha yang senantiasa berbahagia dengan  nikmat dan petunjuk Allah swt.

 

Marilah dari waktu ke waktu kita semai terus benih-benih keimanan dan ketakwaan yang telah Allah anugerahkan kepada kita semua menuju tingkat dan kualitas iman dan takwa yang dapat menghantarkan kita meraih ampunan Allah, sehingga Allah berkenan membuka pintu keberkahanNya dari langit dan bumi seperti yang dijanjikanNya,

 

" Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". (Al-A'raf: 96)

 

Idul Adha, berbeda dengan hari-hari besar yang lain, bagi umat Islam sangat sarat dengan nilai sejarah perjuangan dan pengorbanan. Perjuangan ibadah haji yang pertama kali dikumandangkan oleh Nabi Ibrahim as dan sejarah qurban yang menghadirkan pengorbanan besar keluarga teladan sepanjang zaman, Ibrahim as. Ibadah haji dan ibadah qurban, keduanya merupakan amaliah Islam yang utama yang memiliki nilai yang besar di sisi Allah swt yang sangat layak untuk dikaji dan dipahami dari masa ke masa. Idul Adha juga merupakan hari raya penyempurnaan agama, serta hari penyerahan diri secara utuh dan totalitas kepada Allah swt. Karenanya secara kalender hijriyyah yang merupakan kalender keta'atan kita kepada Allah swt, ibadah haji dan ibadah qurban berada di penghujung tahun hijriyyah sebagai isyarat akan puncak dan penutup dari seluruh penghambaan dan pengabdian tahunan kita kepada Allah swt.

 

Hadirin jama'ah shalat Idul Adha Rahimakumullah

Amaliah ibadah haji merupakan simbol dan lambang pemersatu umat yang sangat ideal di tengah persatuan umat yang semakin rapuh dan pudar sekarang ini. Umat sangat mudah dipecah belah dengan pancingan ekonomi, politik dan sosial. Terasa bahwa umat harus kembali memahami eksistensi dan jatidiri mereka. Inilah momentum dan saat yang tepat untuk menata kembali persatuan dan kesatuan yang memang hanya dimiliki oleh umat Islam; mulai dari wahdatul akidah (kesatuan ideologi), wahdatul harakah (kesatuan gerak dan aktivitas), wahdatus syi'ar (kesatuan syiar) dan wahdatul ghoyah (kesatuan cita-cita dan tujuan). Betapa perjalanan ibadah haji banyak memberi pelajaran bagi cita-cita kesatuan umat.

 

Allahu Akbar 3x WaliLlahilhamd.

 

Allah swt menyerukan syariat haji melalui lisan kekasihNya KhaliluLlah Ibrahim as,

 

"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir". (Al-Hajj: 27-28)

 

Syekh Abdul Halim Mahmud menuturkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang sarat dengan simbol-simbol kerohanian yang akan menghantarkan seorang muslim mengenali dirinya. Apabila ia mengerjakannya dengan baik dan benar, maka ia akan memasuki lingkungan Allah dan mengenal Tuhannya.

 

Ibadah haji -seperti juga ibadah yang lain- diawali dengan niat Lillah sambil terlebih dahulu menanggalkan seluruh atribut pakaian yang seringkali menunjukkan dan menampilkan identitas dan status sosial seseorang dan ia harus rela mengenakan pakaian ihram. Karena tidak disangkal lagi bahwa pakaian menurut kenyataannya dan juga menurut Al-Qur'an berfungsi antara lain sebagai pembeda antara seseorang atau kelompok tertentu dengan lainnya. Pembedaan ini seringkali menghantarkan kepada perbedaan status sosial, ekonomi, politik dan profesi, juga pengarus psikologis bagi pemakainya. Dengan pakaian yang sama, setiap jamaah akan merasakan persamaan, baik persamaan akidah, tujuan dan cita-cita yang harus dicapai bersama-sama tanpa melihat ras, suku bangsa dan perbedaan lahiriah lainnya. Sehingga seharusnya setiap jamaah haji dipengaruhi oleh pakaian yang melekat di tubuhnya saat ia menyempurnakan manasik haji. Betapa indah fenomena ini yang melambangkan kesamaan langkah dan tujuan menjadi hamba Allah yang bertakwa. "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu bukti dari ketakwaan hati". (Al-Hajj: 32)

 

Puncak dari amaliah haji adalah wukuf di Arafah. Disinilah setiap jamaah akan lebih merasakan kesatuan hati dengan sesama jamaah. Mereka bersama-sama bersujud, berzikir, memuji Allah dan mengagungkanNya. Mereka saling mendo'akan diantara mereka untuk kebaikan dunia dan akhirat  seluruh orang yang beriman. Mereka diingatkan akan kesejatian dirinya dan akhir dari perjalanan hidupnya. Begitulah nantinya mereka akan dikumpulkan dan mempertanggung jawabkan apa yang telah mereka kerjakan selama hidup mereka.

 

Tentu tidak mudah tetap bersabar, saling menghargai, saling membantu dalam waktu yang relatif lama, dalam suasana yang cukup berat, dengan manusia dari berbagai bangsa, menjalankan ibadah yang sama, di tempat yang sama, pada waktu yang sama, dan persamaan-persamaan lainnya antar seluruh jama'ah haji. Disitulah ujian persatuan ummat sangat terasa. Betapa tidak ada yang perlu dipertikaikan, atau diperselisihkan. Semua dengan khusyu' dan sungguh-sungguh tunduk mengabdi di hadapan Rabb semesta alam.

 

Oleh karena itu, dalam hadits Rasulullah saw bersabda tentang pentingnya kebersamaan dan persatuan antar sesama yang akan menjadi media meraih ampunan Allah swt. Sebaliknya pertikaian merupakan penghambat ampunan Allah swt:

 

تفتح أبواب الجنة يوم الإثنين والخميس فيغفر الله لمن شاء من عباده لا يشرك به شيئا. إلا عبدان بيهما شحناء, فقال الله لملائكته: أنظروا حتى يصطلحا أنظروا حتى يصطلحا أنظروا حتى يصطلحا

 

"Dibuka pintu-pintu surga setiap hari senin dan kamis, maka Allah memberi ampunan kepada siapa yang dikehendakiNya selama tidak berbuat syirik. Melainkan dua orang hamba yang masih ada pertikaian diantara keduanya. Allah berfirman kepada malaikatNya: "Tangguhkan ampunanKu untuk keduanya hingga keduanya berbaikan, tangguhkan ampunan untuk keduanya hingga keduanya berdamai, tangguhkan ampunanKu untuk keduanya hingga keduanya berdamai". (HR. Thabrani)

 

Allahu Akbar 3x Walillahil Hamd.

 

Ibadah kurban yang sarat dengan nilai pengorbanan dan tarbiyah, kembali Allah hadirkan melalui kekasihNya, nabi Ibrahim bersama putranya, Isma'il as. Allah swt berfirman:

 

فلما بلغ معه السعى قال يبني إنى أرى فى المنام أنى أذبحك فانظر ماذا ترى قال ياأبت افعل ما تؤمر ستجدنى إن شاء الله من الصابرين

 

"Maka tatkala ia (Isma'il) sampai pada usia sanggup berusaha, Ibrahim berkata:"Wahai anakku, sungguh aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?". Isma'il berkata: "wahai ayahku, laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapati termasuk orang-orang yang sabar". (Ash-Shaaffaat: 102)

 

Keta'atan seorang Isma'il yang masih belia tentu buah dari pendidikan ayahandanya yang mulia. Perintah Allah justru datang melalui mimpi yang merupakan level terberat dalam menerima perintah Allah, dibanding dengan malaikat yang diutus oleh Allah swt untuk memberikan perintah. Kasih sayang seorang ayah tentu akan menjadi pertimbangan dalam melaksanakan perintah tersebut. Namun justru, Ibrahim memilih memenuhi perintah Allah swt untuk menyembelih putranya daripada mengikuti perasaan dirinya terhadap putranya yang masih kecil. Karena ia yakin, tidak mungkin Allah memerintahkan sesuatu melainkan untuk kebaikan dirinya, keluarganya dan umatnya pada masa yang sama. Disitulah tergambat tingkat keta'atan nabi Ibrahim yang luar biasa yang layak mendapat kehormatan untuk membawa risalah ibadah kurban dan ibadah haji bersama keluarganya.

 

Hadirin jama'ah shalat Idul Adha yang berbahagia

 

Dari perspektif tarbiyah, hadirnya Ibrahim bersama keluarganya dalam dua ibadah agung, yaitu ibadah haji dan ibadah kurban merupakan wujud dari keberhasilan 'tarbiyah ilahiyyah' Pendidikan Allah secara langsung kepada keluarga mulia tersebut. Namun tahapan dan proses pendidikan keluarga Ibrahim dapat direkam dari do'a yang dipanjatkannya kepada Allah swt.

 

Dalam surat Ibrahim ayat 35-41, Allah swt mengabadikan do'a yang merupakan wujud dari cita-cita luhur nabi Ibrahim as. Proses pendidikan Allah bermula ketika mendapat perintah untuk untuk berhijrah memakmurkan Mekkah bersama keluarganya: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur". (Ibrahim: 37)

 

Ayat ini dan beberapa ayat setelahnya menggambarkan bagaimana proses dan tahapan pendidikan keluarga yang tidak singkat, sehingga keluarga Ibrahim diabadikan sebagai keluarga teladan sepanjang zaman yang menjadi icon dua ibadah agung; ibadah haji dan ibadah kurban. Padahal institusi yang paling permanen hingga ke surga kelak adalah institusi keluarga. Institusi ini dijadikan oleh Rasulullah saw sebagai parameter kebaikan umatnya.

 

خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلى

 

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku". (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

 

Jama'ah shalat Idul Adha yang dimuliakan Allah swt.

 

Paling tidak, terdapat empat metode pendidikan keluarga yang telah dibangun oleh Nabi Ibrahim as dari do'a yang disebutkan oleh ayat di atas:

 

1. Nabi Ibrahim as tidak menempatkan keluarganya di sembarang tempat, melainkan di dekat BaituLlah (rumah Allah). Penempatan ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan sebagai pertanda bahwa sejak awal Nabi Ibrahim as sangat memperhatikan lingkungan tempat tinggal keluarganya. Beliau ingin mengkondisikan keluarganya agar senantiasa dekat dengan BaituLlah.

 

2. Meskipun keadaan sekeliling tempat tinggal keluarganya adalah tempat yang sangat tandus, kering dan tidak ada tanaman dan tumbuhan, namun yang diminta oleh Nabi Ibrahim pertama kali adalah agar keluarganya dijadikan orang-orang yang mampu mendirikan sholat. Inilah permohonan yang berorientasi untuk mendekatkan keluarga dengan Allah swt. Sebuah permohonan yang jarang dikumandangkan oleh para orangtua dan kaum pendidik sekarang. Sungguh sangat kontras dengan dunia pendidikan sekarang yang lebih kental dengan material oriented.

 

3. Do'a nabi Ibrahim as berikutnya "Jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka". Beliau sangat berharap bahwa keluarganya menjadi orang-orang yang dicintai oleh masyarakat. Dan sebuah keluarga akan disegani oleh masyarakat manakala tampil dengan akhlak dan perilaku yang terpuji dan bisa memberikan manfaat di tengah-tengah mereka. Inilah indikasi keberhasilan sebuah lembaga pendidikan seharusnya dilihat dari akhlak dan moral para lulusannya, disamping kualitas intelektual yang seringkali dijadikan barometer keberhasilan pendidikan satu-satunya. Demikian penting akhlak yang mulia, sampai-sampai Nabi Muhammad saw seolah-olah tidak diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak yang mulia di tengah-tengah umatnya.

 

4. Nabi Ibrahim as akhirnya menutup do'anya dengan permohonan yang bersifat materi, "Dan anugerahilah mereka rizki dari buah-buahan". Permohonan ini secara logika menyalahi umumnya masyarakat dalam berdoa. Biasanya doa mohon rizki akan ditempatkan di urutan pertama, bukan terakhir. Tetapi tidak dengan Nabi Ibrahim as. Dan ternyata, rizki yang beliau pohonkan untuk keluarganya adalah untuk menjadikan mereka lebih bersyukur sehingga akan bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah swt.

 

Inilah beberapa rumusan metode pendidikan ala Nabi Ibrahim as yang mampu menghantarkan mereka menjadi keluarga teladan sepanjang zaman yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Keluarga yang dipilih oleh Allah swt untuk membawa sekaligus  tampil sebagai pemeran utama dalam syariat ibadah haji dan ibadah qurban. Kita sangat berharap akan lahir keluarga-keluarga Ibrahim yang kental dengan nilai perjuangan dan pengorbanan untuk kepentingan dan maslahat umat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw

 

المؤمن يألف ويؤلف ولا خير فيمن لا يألف ولايؤلف  وخير الناس أنفعهم للناس

 

"Seorang mu'min itu adalah bisa bersatu dan dipersatukan. Tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bersatu dan tidak dapat dipersatukan. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada sesama". (HR. Thabrani dan Daruquthni) Kemanfaatan disini tentu bersifat umum; kemanfaatan yang bersifat agama, manfaat moril dan materil, manfaat yang bersifat personal maupun kolektif. Insya Allah dengan menjalankan syi'ar Allah berupa ibadah haji dan qurban, akan semakin besar kebaikan dan keberkahan yang akan diturunkan oleh Allah swt kepada masyarakat dan bangsa yang kita cintai ini. Amiin yaa Rabbal Alamin.

 

Akhirnya, di hari yang sangat mulia ini, mari kita semua berdoa kepada Allah swt, semoga Allah swt menjadikan kita keluarga yang ta'at kepada perintah Allah swt, keluarga yang saling menyayangi sesama. Lebih dari itu, mudah-mudahan Allah menjadikan umat ini umat yang satu, umat yang kuat, umat yang bersaudara dan saling berkasih sayang, umat yang punya kemuliaan dan martabat. Amiin ya Rabbal Alamin

 

اللهم صل وسلم وبارك على محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

 

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين حمدا يوافى نعمه ويكافئ مزيده. ياربنا لك الحمد ولك الشكر كما ينبغى لجلال وجهك الكريم ولعظيم سلطانك. اللهم اغفر لنا ذنوبنا وكفر عنا سيئاتنا وتوفنا مع الأبرار. اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤنات الأحياء منهم والأموات برحمتك يا غفور رحيم

 

Yaa Allah yaa Rahmaan yaa Rahiim..hari ini kami berkumpul di sini, di hari yang penuh berkah ini, memohon padaMu untuk menyatukan hati-hati kami, berkumpul atas cinta padaMu, berjanji setia menolong agamaMu, kuatkanlah persaudaraan kami, tunjukilah jalan hidup kami, kekalkanlah persaudaraan kami, penuhilah hati kami dengan iman padaMu, dan kekuatan tawakkal padaMU, Hidupkan kami dan keturunan kami dalam makrifat padaMu, matikan kami dalam syahid di jalanMu, sesungguh Engkau adalah Maha penolong.

 

Yaa Ghafur yaa Razzak..terimalah ibadah haji saudara-saudara kami yang berhaji tahun ini, jadikanlah haji mereka haji yang mabrur, ampuni dosa-dosa mereka dan selamatkan mereka sampai kembali ke kampung halaman bertemu dengan keluarga-keluarga mereka dalam keberkahan, anugerahkan kami yang belum berhaji agar dapat melaksanakan ibadah haji ke baitullah.. 

 

Yaa Tawwab yaa Fattaah...terimalah semua pengabdian dan pengorbanan kami, sempurnakanlah yang kurang dari kami, Engkaulah Yang Maha Sempurna. Jadikan keluarga-keluarga kami, keluarga yang komitmen dengan kebaikan, setia dengan keta'atan, keluarga-keluarga yang menegakkan shalat, keluarga-keluarga yang rajin berinfaq, semangat beribadah dan senantiasa berusaha menjalankan kewajiban..

 

اللهم انصرنا فإنك خير الناصرين..اللهم ارزقنا فإنك خير الرازقين.. اللهم تب علينا فإنك أنت التواب الرحيم

 

Ya Allah, berilah kami pertolongan karena Engkaulah sebaik-baik yang memberi pertolongan..Berilah kami rizki karena Engkaulah sebaik-baik pemberi rizki...ya Allah, terimalah taubat kami karena sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang..

 

ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار ... وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

 

 

 

Khutbah Idul Adha - Empat Teladan Nabi Ibrahim A.S. dan Keluarganya

Khutbah Idul Adha - Empat Teladan Nabi Ibrahim A.S. dan Keluarganya

Khutbah Idul Adha 1437 H

EMPAT TELADAN NABI IBRAHIM DAN KELUARGANYA

Drs. H. Ahmad Yani

 

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر

 

اَلْحَمْدُ لِلّ...

Khutbah Idul Adha - Ibadah Haji dan Qurban Mengokohkan Ukhuwah Islamiyah

Khutbah Idul Adha - Ibadah Haji dan Qurban Mengokohkan Ukhuwah Islamiyah

Khutbah Idul Adha 1437H:

IBADAH HAJI DAN QURBAN MENGOKOHKAN UKHUWAH ISLAMIYAH

Dr. H. Khairan Muhammad Arif, M.Ed

(Dosen UIN, Ketua Bidang Humas PP IKADI dan Wakil Ketua LPBKI MUI Pusat)

 

الله أكبر 9X &...

Khutbah Jum'at - Manusia Pembelajar

Khutbah Jum'at - Manusia Pembelajar

MANUSIA PEMBELAJAR

Oleh: Inayatullah Hasyim*
 
 
اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ....

Khutbah Jum'at - Menjaga Keistiqamahan Kita

 

Seri Khutbah Jum’at Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY

Edisi 32, Jum’at 12 Agustus 2016

 

 

MENJAGA KE ISTIQAMAH AN KITA

 

Oleh: Ust. Dwi Budiyanto, M.Hum.

(K etua Bi...

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 18
quotescover-berilmu3c.jpg

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday43
mod_vvisit_counterYesterday1717
mod_vvisit_counterThis week6824
mod_vvisit_counterLast week14898
mod_vvisit_counterThis month10457
mod_vvisit_counterLast month49594
mod_vvisit_counterAll days2952078