Home Berita Sikap

Sikap

Natal 2014 dan Tahun Baru 2015

HIMBAUAN
Bismillah walhamdulillah wassholatu wassalamu ‘ala rasulillah.
Sehubungan semakin dekatnya Hari Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, maka segenap Pengurus Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) menghimbau kepada umat Islam:
  1. Agar tidak ikut serta dalam euphoria perayaan Natal dan Tahun Baru (seperti menirukan perilaku dan tradisi keagamaan yang tidak islami).
  2. Agar menghindari tempat-tempat dan forum-forum maksiat.
  3. Agar mewaspadai upaya melemahkan keimanan umat Islam.
  4. Agar memperkuat pembinaan internal umat.
  5. Agar memanfaatkan waktu dengan melaksanakan muhasabah dan atau kegiatan lain yang bersifat ketaatan kepada Allah SWT.
Demikian himbauan ini dibuat, semoga Allah SWT meridhai setiap upaya perbaikan dan kebaikan dalam mewujudkan Indonesia sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun gafur.
 
 

Penjelasan Tentang Penetapan Puasa Arafah dan Sholat Idhul Adha

 

PENJELASAN TENTANG PUASA ARAFAH DAN SHOLAT IDUL ADHA
 
Berkaitan dengan perbedaan penetapan Hari Raya Idul Adha yang ada di masyarakat, maka Pengurus Pusat Ikatan Da’i Indonesia memberikan penjelasan sebagai berikut:
 
  1. Dalam menetapkan puasa Arafah IKADI mengacu pada semangat rukyah alamiyah sesuai dengan waktu wukuf jamaah haji di Arafah.
  2. Dalam melaksanakan sholat Idul Adha, berdasarkan semangat ukhuwwah islamiyyah, umat Islam dianjurkan untuk mengikuti pelaksanakan sholat Ied di lingkungan masing-masing, mengingat hadits Rasulullah SAW:
الصوم يوم تصومون والفطر يوم تفطرون والأضحى يوم تضحون. رواه الترمذي
“Puasa adalah hari ketika kalian berpuasa. Berbuka adalah hari ketika kalian berbuka. Idul Adha adalah hari ketika kalian berkurban.” HR at-Turmudzi
 
Demikian penjelasan ini dibuat dengan harapan agar umat Islam Indonesia dapat beribadah dengan yakin dan tenteram.
 
Jakarta, 26 September 2014
TTD
Ketua Umum PP IKADI
 

Seruan Qunut Nazilah PP IKADI

Seruan Qunut Nazilah PP IKADI

SERUAN QUNUT NAZILAH
PP IKADI (IKATAN DAI INDONESIA) 


Kaum muslimin di Palestina sedang menghadapi pembantaian secara biadab oleh zionis Israel tanpa henti. Ratusan korban berjatuhan, baik anak-anak, wanita, orang tua dan
penduduk sipil lainnya, dan ribuan orang terluka baik berat ataupun ringan.  Pembantaian dan kezhaliman di tengah diam dan membisunya para penguasa dunia termasuk penguasa Negara Islam, khususnya dunia Arab. Dunia seluruhnya menyaksikan kebiadaban dan kezhaliman Zionis Israel, tetapi penjajah itu tidak bergeming dan secara membabi buta tak bermoral terus-menerus membantai umat Islam di Palestina.
Dalam suasana seperti ini ada suatu senjata yang sangat mudah tapi ampuh untuk digunakan umat Islam. Ialah berdo’a, beristighfar dan mendekatkan diri kepada Allah. Di
antara bentuk do’a yang disunnahkan adalah melakukan Qunut Nazilah dan memperbanyak istighfar.

 

 

Dengan ini PP IKADI mengeluarkan beberapa maklumat;

1.      Mengutuk kebiadaban zionis Israel.

2.      Mendesak PBB dan dunia internasional agar menghentikan agresi Israel.

3.      Menghimbau seluruh umat Islam sedunia bersatu membantu perjuangan rakyat Palestina.

4.      Menyerukan umat Islam khususnya para dai untuk mendoakan kaum muslimin di Palestina dengan qunut nazilah selama agresi masih berlangsung.

 



Tata Cara Qunut Nazilah

Qunut Nazilah adalah pembacaan do’a yang dilakukan umat Islam untuk menolak kezhaliman musuh-musuh Islam dan menghindarkan diri dari berbagai fitnah serta
musibah. Do’a Qunut diucapkan pada saat sholat fardhu, yaitu ketika I’tidal setelah ruku’ pada rakaat terakhir. Dan Rasulullah SAW mencontohkan kepada umatnya bagaimana melakukan Qunut Nazilah. Ketika sahabat Nabi SAW yang diutus untuk mengajarkan Islam dan Alqur'an dikhianati dan dibantai oleh kaum kafir pada peristiwa yang dikenal sebagai Ba'tsul Raji' (10 sahabat) dan Bi'ru Ma'unah (70 sahabat). Rasulullah SAW
melakukan Qunut Nazilah pada setiap shalat wajib sebagaimana disebutkan dalam hadits:

Artinya: “Rasulullah saw melakukan qunut (Nazilah) selama satu bulan setelah ruku' mendo'akan untuk kebinasaan suatu wilayah dari bangsa Arab" (Mutafaqun alaihi)

Artinya: " Rasulullah saw melakukan qunut(Nazilah) satu bulan berturut-turut dalam shalat Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya dan Shubuh, tatkala berkata sami'allahu liman
hamidah pada rakaat terakhir. Mendo'akan untuk kebinasaan perkampungan Bani Sulaim, kabilah Ri'l, Dzikwan dan 'Ushiyyah. Sahabat di belakangnya mengamini" (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Do’a Qunut Nazilah tetap dibaca jahar baik pada sholat jahriyah maupun sirriyah. Dan bagi imam dibolehkan membaca do’a dengan teks.

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنَهُمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَاجْعَل فِي قُلُوْبِهِم الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ اللَّهُمَّ دَمِّرِ الْيَهُود وَ إِسْرَآئِل وَ شَتِّتْ شَمْلَهُم وَ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِينَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَ الدِّين بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنا وَأَصْلِحْ لنا دُنْيَانا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لنا آخِرَتنا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لنا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لنا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

اللهمَّ ارْزُقْنَا الصَّبْرَ عَلى الحَقِّ وَالثَّبَاتَ على الأَمْرِ والعَاقِبَةَ الحَسَنَةَ والعَافِيَةَ مِنْ كُلِّ بَلِيَّةٍ والسَّلاَمَةَ مِنْ كلِّ إِثْمٍ والغَنِيْمَةَ مِنْ كل بِرٍّ والفَوْزَ بِالجَنَّةِ والنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

رَبَّنا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

وصَلِّ اللهمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سيدِنا مُحَمّدٍ وعلى آلِهِ وصَحْبِهِ وَسلّم والحمدُ لله

 

Rekomendasi Rapimnas Menghadapi Pilpres 2014

Rekomendasi Rapimnas Menghadapi Pilpres 2014

Rekomendasi Rapimnas Menghadapi Pilpres 2014

Himbauan Pasca Pileg 2014

Himbauan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dalam rangka menyikapi kondisi Umat pasca pemilu legislatif yang baru saja berlangsung di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (PP. IKADI) menghimbau kepada seluruh Umat untuk melakukan hal-hal berikut:

  1. Konsolidasi internal Umat untuk kembali merekatkan hubungan sesama Umat Islam dan Bangsa Indonesia yang sedikit terganggu selama berlangsungnya proses pemilu legislatif yang lalu.
  2. Memperhatikan kriteria pemimpin saleh yang bisa diharapkan membela kepentingan Umat Islam, dan agar Umat mewaspadai calon pemimpin yang tidak memiliki keberpihakan terhadap Umat Islam.
  3. Memperbanyak ibadah dan taqarrub kepada Allah SWT, agar dikaruniai pemimpin yang bisa membawa Bangsa dan Negara Indonesia menuju ridha Allah SWT.

Demikian himbauan ini dibuat untuk memelihara ketentraman serta keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia yang kita cintai bersama.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Page 2 of 6
ikadi_islamic_message1015c.jpg

Artikel Terbaru

Khutbah Jum'at - Al-Quds dan Intifadhah Palestina

AL-QUDS DAN INTIFADHAH PALESTINA   Oleh: Muhammad Syarief, Lc. dan Salman Alfarisy, Lc.       إِنَّ... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2738
mod_vvisit_counterYesterday3325
mod_vvisit_counterThis week10297
mod_vvisit_counterLast week17754
mod_vvisit_counterThis month41161
mod_vvisit_counterLast month70241
mod_vvisit_counterAll days3893720