Home Berita Sikap

Sikap

Fatwa MUI Pusat Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia III 1430H/2009M (Bag.Pertama)

(dinukil dari diktat Hasi-lhasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia III)
Fatwa MUI Pusat Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia III 1430H/2009M di Padang Panjang 24-26 Januari 2009.
Bagian Pertama:
FATWA TENTANG MASAIL ASASIYAH WATHANIYAH (MASALAH-MASALAH STRATEGIS KEBANGSAAN):
I- Prinsip-prinsip Ajaran Islam tentang Hubungan antar Umat Beragama dalam Bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)
1- Kesepakatan bangsa Indonesia untuk membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi merupakan ikhtiar untuk memelihara keluhuran agama dan mengatur kesejahteraan kehidupan bersama, dimana kesepakatan ini mengikat seluruh elemen bangsa.
2- Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mejemuk, baik suku, ras, budaya meupun agama. Karenanya bangsa Indonesia sepakat untuk mengidealisasikan bangsa ini sebagai sebuah bangsa yang mejemuk tetpa tetpa satu, dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.
3- Umat Islam sebagai bagian terbesar dari bangsa ini harus terus menjaga konsesus nasional tersebut.
4- Dalam hal kemajemukan agama, negara mengakui enam agama, yakni Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghuxu, di mana masing-masing agama tersebut mempunyai posisi yang sama di dalam konstitusi negara. Negara menjamin warganya untuk memeluk agamanya masing-masing.
5- Islam mengakui eksistensi agama lain tanpa mengakui kebenaran ajaran agama tersebut, sebagaimana pada masa nabi juga diakui eksistensi agama selain Islam, antara lain Yahudi, Nasrani dan Majusi.
6- Dalam konteks berbangsa dan bernegara, setelah prolamasi 1945 Islam memandang posisi umat beragama sebaga sesama bagian warga bangsa yang terikat oleh komitmen kebangsaan sehingga harus hidup berdampingan secara damai dengan prinsip mu'ahadah atau muwatsaqah, bukan posisi muqatalah atau muharabah.
7- Dalam rangka menghindarkan adanya benturan antar pemeluk agama di Indonesia, negara wajib menjamin warganya untuk menjalankan agamanya dan melindungi kemurnian agama sesuai dengan ajaran agama masing-masing dari setiap upaya penodaan agama.
8- Setiap orang, kelompok masyarakat, lembaga atau organisasi yang melakukan penodaan agama, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi, negara harus menindakna secara tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

II- Peran Agama Dalam Pembinaan Akhlak Bangsa
1- Masyarakat Indonesia adalah masyarakat religius yang memiliki nilai-nilai luhur (akhlakul karimah). Agama merupakan sumber akhlak utnuk membina akhlak bangsa. Oleh karena itu pembinaan akhlak bangsa tidak dapat dilepaskan dari peran agama.
2- Dalam konteks pengelolaan negara yang baik (good governance) dan pembangunan bangsa yang maju dan beradab, terwujudnya akhalk (etika-moral) yang kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat diperlukan.
3- Saat ini bangsa Indonesia berada di ambang tubir krisis akhlak seiring dengan semakin menggejalanya kurangnya kejujuran, solidaritas sosial, dan semakin menggejalanya etika yang lemah di antara masyarakat. Oleh karenanya diperlukan pembinaan intensif akhlakuk karimah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
4- Pembinaan tersebut dilakukan melalui pendidikan dan sosialisasi nilai-nilai agama yang terintegrasi dengan nilai-nilai yang menjadi dasar karakter bangsa dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan.
5- Pemerintah berkewajiban mendorong sosialisasi nilai-nilai agama yang terkait dengan pembinaan akhlak bangsa sejak usia dini dalam segala kegiatan pembangunan. Bersamaan dengan itu diperlukan tindakan sanksi-sanksa yang tegas terhadap berbagai pelanggaran akhlakuk karimah.
6- Perlu adanya gerakan nasional pembinaan akhlak bangsa yang bersumber dari nilai-nilai agama yang disponsori oleh pemerintah.

III- Implementasi Islam Rahmatan Lil-'alamin dan Shalihun Likulli Zamanin Wa Makanin dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.
1- Islam sebagai agama yang diturunkan Allah SWT merupakan agama yang dapat menjawab segala persoalan yang muncul, termasuk permasalahan kebangsaan dan kenegaraan.
2- Ajaran Islam dapat menerima nilai-nilai universal yang dibawa arus modernisasi dan globalisasi sepanjang nilai-nilai tersebut sesuai dengan ajaran Islam.
3- Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Pancasila sebagai dasar negara dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara merupakan kesepakatan bangsa Indonesia, termasuk umat Islam Indonesia.
4- Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara merupakan ideologi terbuka. Dalam rangka mewujudkan amanat dasar negara dan konsitusi maka agama harus dijadikan sumber hukum, sumber inspirasi, landasan berfikir dan kaedah penuntun dalam sistem kehidupan berbangsa dan bernegara.
5- Karena Islam merupakan ajaran yang rahmatan lil-'alamin dan shalihun likulli zamanin wa makanin, maka ajaran Islam harus menjadi sumber dalam penataan sistem kehidupan berbangsa dan bernegara.
6- Para ulama, zuama dan cendikiawan muslim berkewajiban untuk menyusun, mengelaborasi konsep-konsep dan pemikiran Isalam secara komprehensif meliputi politik, ekonomi, sosial, budaya dsb.

IV- "Tidak Memilih Hak Pilih dalam Pemilihan Umum"
1- Pemilihan Umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa.
2- Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama.
3- Imamah dan Imarah dalam Islam menghajatkan syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama agar terwujud kemaslahatan dalam masyarakat.
4- Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (shiddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah) dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib.
5- Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebutkan dalam butir 4 (empat) atau tidak memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah haram.
Rekomendasi:
1- Umat Islam dianjurkan untuk memilih pemimpin dan wakil-wakilnya yang mengemban tugas amar makruf nahi munkar.
2- Pemerintah dan Penyelenggara PEMILU perlu meningkatkan sosialisasi penyelenggaraan PEMILU agar partisipasi masyarakat dapat meningkat, sehingga hak masyarakat terpenuhi.

 

 

Fatwa MUI Pusat Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia III 1430H/2009M (Bag.Kedua)

(dinukil dari diktat Hasil-hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia III)
Fatwa MUI Pusat Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia III 1430H/2009M di Padang Panjang 24-26 Januari 2009.
Bagian Kedua:
FATWA TENTANG MASAIL FIQHIYAH MU'ASHIRAH (MASALAH-MASALAH FIKIH KONTEMPORER):
Kesatu: FATWA WAKAF :
Benda wakaf boleh dijual dengan ketentuan :
a- adanya hajah dalam rangka menjaga maksud wakif.
b- Hasil penjualannya harus digunakan untuk membeli harta benda lain sebagai wakaf pengganti.
c- Kemanfaatan wakaf pengganti tersebut meinimal sepadan dengan benda wakaf sebelumnya.
Rekomendasi: MUI menguatkan keinginan Pemerintah untuk meningkatkan pengelolaan dan pengaturan wakaf dan zakat dari tingkat direktorat ke tingkat Direktorat Jenderal.

Kedua: FATWA ZAKAT : ( penyusunannya belum dilengkapi dengan rancangan asli )

Ketiga: FATWA HUKUM MEROKOK
1- Di dalam Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III terdapat perbedaan pandangan mengenai hukum di kalangan peserta, yaitu antara makruh dan haram (khilaf ma baina al-makruh wa al-haram).
2- Peserta Ijtima Komisi Fatwa se-Indonesia III sepakat bahwa merokok hukumnya haram:
a- di tempat umum.
b- bagi anak-anak.
c- bagi wanita hamil.

 

 

FATWA HUKUM PENGGUNAAN VASEKTOMI SEBAGAI ALAT KONTRASEPSI KB (KELUARGA BERENCANA) :
- Vasektomi sebagai alat kontrasepsi KB sekarang ini dilakukan dengan memotong saluran sperma. Hal itu berakibat terjadinya kemandulan tetap.
- Upaya rekanalisasi (penyambungan kembali) tidak menjamin pulihnya tingkat kesuburan kembali yang bersangkutan.
- Oleh sebab itu, Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia memutuskan praktek vasektomi hukumnya haram.

FATWA HUKUM YOGA :
1- Yoga yang murni ritual dan spiritual agama lain, hukum melakukannya bagi orang Islam adalah haram.
2- Yoga yang mengandung meditasi dan mantra atau spiritual dan ritual ajaran agama lain hukumnya haram, sebagai langkah preventif (sadd al-dzari'ah).
3- Yoga yang murni olahraga pernafasan untuk kepentingan kesehatan hukumnya mubah (boleh).

FATWA BANK MATA DAN ORGAN TUBUH LAIN .
1- Hukum melakukan transplantasi kornea mata kepada orang yang membutuhkan adalah boleh apabila sangat dibutuhkan dan tidak diperoleh upaya medis lain untuk menyembuhkannya..
2- Pada dasarnya, seseorang tidak mempunyai hak untuk mendonorkan anggota tubuhnya kepada orang lain karena ia bukan pemilik sejati atas organ tubuhnya. Akan tetapi karena untuk kepentingan menolong orang lain, dibolehkan dan dilaksanakan sesuai wasiat.
3- Orang yang hidup haram mendonorkan kornea mata atau organ tubuh lainnya kepada orang lain.
4- Orang boleh mewasiatkan untuk mendonorkan kornea matanya kepada orang lain, dan diperuntukkan bagi orang yang membutuhkan dengan niat tabarru' (prinsip sukarela dan tidak tujuan komersial).
5- Bank mata dibolehkan apabila proses pengambilan dari donor dan pemanfataannya kembali sesuai dengan aturan syariah.

Jangan Ragukan Fatwa MUI

Senin, 09 February 2009

Jangan Ragukan Fatwa MUI

Padang, Singgalang
Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Sumatra Barat, mengimbau umat Islam untuk tidak meragukan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Apalagi sampai menghujat atau mendiskreditkan lembaga yang berisikan para ulama tersebut.
Menurut Ketua Umum Pengurus Wilayah IKADI Sumbar, Dr. Muchlis Bahar, fatwa tentang merokok dan golput adalah haram yang dikeluarkan MUI, sudah memenuhi syarat dan sudah pada tempatnya. Fatwa itu sesuai juga dengan kapasitas yang diamanahkan kepada MUI untuk menjawab permasalahan yang diajukan umat.
“Dalam hal haramnya hukum merokok bagi anak-anak dan ibu hamil, merupakan jawaban terhadap pertanyaan dari beberapa elemen masyarakat. Seperti dari Komisi Perlindungan Anak, pimpinan Kak Seto, YLKI dan Asosiasi Pengusaha Rokok Indonesia. Itu diputuskan melalui ijtima’ para ulama,” kata Muchlis kepada wartawan, Senin (9/10) di sekretariat IKADI Sumbar, Jalan Bandung nomor 5, Padang.


Demikian juga dengan fatwa lainnya yang lahir dalam ijtima ulama beberapa waktu lalu di Padang Panjang. Ditegaskan Muchlis yang dalam kesempatan tersebut Muchlis didampingi Sekretaris IKADI Sumbar, Dr. Ahmad Syofwan Nawawi, Humas, Romi Iskandar, dan Bendahara, Maman Suparman, adalah sudah sesuai dengan aturan dan acuan keluarnya fatwa. Dengan demikian, fatwa tersebut tidak sepatutnya diperdebatkan, terutama jika dikait-kaitkan dengan urusan politik dan kepentingan kelompok tertentu. “Ini penting. Fatwa yang dikeluarkan MUI tersebut adalah untuk kebaikan umat, bukan karena kepentingan politik kelompok tertentu atau pesanan dari pihak sponsor,” tegasnya.

MUI masih lemah
Terkait berbagai komentar dan kritikan yang muncul terhadap fatwa MUI tersebut, Sekretaris IKADI Sumbar, Dr. Ahmad Syofwan Nawawi, menyatakan bahwa dalam hal fatwa yang dikeluarkan oleh ulama, para ‘komentator’ yang berbicara tersebut tidak berada dalam kapasitas yang pantas untuk itu. Jika mereka terus membicarakan dan mengkritisi hal itu, dikhawatirkan mengakibatkan terbelahnya umat.
“Masyarakat harus hati-hati mengambil sikap terhadap berbagai komentar yang muncul tersebut. Jangan sampai terpancing oleh opini mereka. Apalagi sampai membenci ulama. Yang pasti, para ulama tersebut telah memutuskan sesuatu sesuai dengan amanah dan kemapuannya. Sementara para ‘komentator’, rasanya belum pada kapasitasnya untuk memberikan penilaian,” kata Ahmad.308

sumber:HarianSinggalangOnline

Fatwa Haramnya Yoga

Fatwa Haramnya Yoga bagi Ummat Islam
Setelah Mufti Mesir tahun 2004 mengharamkan yoga bagi Muslimin dengan alasan bahwa Yoga merupakan amalan agama Hindu, kini Ketua Dewan Fatwa Nasional Malaysia mengharamkan yoga pula. Badan tertinggi Islam di Malaysia melarang umat muslim melakukan yoga. Alasannya, latihan fisik asal India itu mengandung elemen-elemen Hindu yang bisa merusak muslim.
Apakah yoga itu memang dari agama Hindu, marilah kita simak definisi dan pengertian yoga berikut ini.
Definisi Yoga
Yoga (Sansekerta योग) dari bahasa Sansekerta berarti “penyatuan”, yang bermakna “penyatuan dengan alam” atau “penyatuan dengan Sang Pencipta”. Yoga merupakan salah satu dari enam ajaran dalam filsafat Hindu, yang menitikberatkan pada aktivitas meditasi atau tapa di mana seseorang memusatkan seluruh pikiran untuk mengontrol panca inderanya dan tubuhnya secara keseluruhan. Masyarakat global umumnya mengenal Yoga sebagai aktifitas latihan utamanya asana (postur) bagian dari Hatta Yoga.Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernapasan, oleh tubuh dan meditasi, yang telah dikenal dan dipraktekkan selama lebih dari 5000 tahun.

Orang yang melakukan tapa yoga disebut yogi
Yogin bagi praktisi pria dan yogini bagi praktisi wanita.
Sastra Hindu yang memuat ajaran Yoga, diantaranya adalah Upaishad, Bhagavad Gita, Yogasutra , Hatta Yoga serta beberapa sastra lainnya.
Klasifikasi ajaran Yoga tertuang dalam Bhagavad Gita, diantaranya adalah Karma Yoga/Marga , Jnana Yoga/Marga, Raja Yoga/Marga

Sejarah Yoga

Ajaran Yoga dibangun oleh Maharsi Patanjali, dan merupakan ajaran yang sangat populer di kalangan umat Hindu Ajaran yoga merupakan ilmu yang bersifat praktis dari ajaran Veda. Yoga berakar dari kata Yuj yang berarti berhubungan, yaitu bertemunya roh individu (atman /purusa)
dengan roh universal (Paramatman/Mahapurusa).
Maharsi Patanjali mengartikan yoga sebagai Cittavrttinirodha yaitu penghentian gerak pikiran. Sastra Yogasutra yang ditulis oleh Maharsi Patanjali, yang terbagi atas empat bagian dan secara keseluruhan mengandung 194 sutra. Bagian pertama disebut: Samadhipada, sedangkan bagian kedua disebut: Sadhanapada, bagian ketiga disebut: Vibhutipada, dan yang terakhir disebut: Kailvalyapada. (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Templat:Hindu_Filsafat&action=edit>
Dari sisi lain, pengertian yoga sebagai berikut:
Pengertian Yoga
Yoga (Sanskerta= persatuan) sistim ajaran gaib yang diperkembangkan Hinduisme dengan maksud membebaskan orang dari dunia khayalan seperti yang difahami dengan pancaindera. Pembebasan ini sukar dan mungkin memerlukan beberapa kali umur hidup. Yogi (penganut yoga) yang percaya akan pantheisme (kepercayaan bahwa dunia dengan segala isinya adalah Tuhan) mencari persatuan dengan jiwa seluruh alam dunia. Penganut yoga yang atheis (tidak mengakui adanya Tuhan) mencari perasingan yang sempurna dari segala jiwa-jiwa lainnya dan pengetahuan diri sendiri yang sempurna. Kemudian terakhir yang dicari ialah kemuliaan penerangan sempurna. Para penganut yoga memakai disiplin jasmani untuk mencapai itu: penyucian, kebersihan, samadi, dan latihan. (Hassan Shadily MA, Ensiklopedi Umum, Dana Buku Franklin Jakarta, 1977, halaman 1181).
Berita-berita tentang fatwa Haramnya Yoga telah ramai di media massa sejak beberapa waktu lalu. Berikut ini sebagian dari fatwa dan rangkaiannya.
Mesir Haramkan Senam Yoga
Kontribusi dari Al-Barokah
Sabtu, 25 September 2004
Pihak berkuasa Mesir dilaporkan telah mengeluarkan fatwa terbaru yang isinya melarang senam Yoga karena dianggap haram dari sisi Islam. “Yoga merupakan amalan agama Hindu,” ujar Mufti Mesir dikutip AP
Seperti dilaporkan, pihak penguasa tertinggi agama Mesir mengeluarkan fatwa haram yang isinya menyatakan, yoga merupakan amalan agama Hindu yang tidak boleh digunakan dalam sembarang senam. Fatwa itu ditandatangani oleh Mufti Mesir, Ali Gomoa.
Keputusan Mufti Mesir yang dikutip al-Hayat melaporkan bahwa senam yoga adalah kaidah kerohanian agama Hindu dan tindakan meniru perbuatan itu jelas haramkan oleh Islam.
Yoga adalah jenis amalan kerohanian berbentuk senam yang memadukan pikiran, badan dan jiwa. Sejak beberapa tahun lalu, kelas yoga mendapat tempat di kalangan masyarakat dunia, termasuk Mesir.
Di Timur Tengah, banyak aktivitas relaksasi dan wisata ruhani dengan Yoga diadakan di kawasan pergunungan dan
pantai Laut Merah yang banyak diminati banyak orang. Fatwa Mufti Mesir tersebut menyatakan yoga dapat merusak akidah umat Islam.
Akibat munculnya fatwa berkenaan, para pelatih yoga sempat menepis. Menurutnya, pengharaman itu sangat kabur dan yoga hanya sekadar senam yang dapat meredakan ketegangan dan meningkatkan kesehatan. Sumber: hidayatullah.com (Musholla Al-Barokah)
Meskipun sudah ada fatwa haramnya yoga bagi Muslimin di Mesir, namun justru belakangan Yoga itu dimasukkan ke masyarakat dengan kedok sebagai olahraga padahal memasukkan agama Hindu. Berikut ini beritanya:
Diam-Diam, dibalik Kedok Olahraga YOGA, Agama HINDU Mulai Masuki MESIR!!
Ditulis oleh Ibn Salim di/pada Juli 25, 2008
Sejumlah sumber media di MESIR mengungkap adanya aktifitas sebuah kelompok di negeri piramida itu yang bergerak secara rahasia mempromosikan agama Hindu di kalangan penduduk Mesir dengan kedok ˜pelatihan YOGA. Sumber-sumber itu mengatakan, kelompok itu terdiri dari beberapa orang yang memiliki kewarganegaraan berbeda dan menamakan diri Ananda Marga. Surat kabar El Mesry El Youmâ melansir, kelompok itu menganut salah satu sekte dalam agama Hindu yang meyakini sinkritisme dan upaya mencari tuhan yang raib.
Surat kabar itu menambahkan, bahaya utama dari kelompok ini terselip pada ajakan masuk ke dalam agama ini secara sistematis dan terencana, jauh dari pengawasan pihak keamanan. Salah satu harian terbesar di Mesir itu juga melaporkan, pusat kelompok tersebut ada di MESIR, tepatnya di jalan Ahmad Hanafi, di kawasan jalan raya Husein ad-Dasuqi, dekat taman Al Maadi.
Sasaran mereka adalah anak-anak dari kalangan menengah.
Modus Operandi
Kelompok yang terdiri dari tiga orang memulai ‘dakwah’-nya dengan memanfaatkan keinginan sebagian pemuda untuk belajar olahraga Yoga. Olahraga inilah yang kemudian dijadikan pintu masuk menyampaikan ajaran agama mereka. Mereka kemudian membina sejumlah pemuda yang telah meyakini pemikiran dan keyakinan tersebut. Setelah itu, meminta mereka berjanji untuk merekrut para pemuda lainnya dari kalangan bawah dengan memberikan iming-iming materil ataupun sprituil supaya menganut keyakinan tersebut.
Kelompok itu pertama kali masuk ke MESIR pada tahun 1992 melalui bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada korban gempa bulan oktober tahun itu yang sempat menghentak dunia. Setelah itu, mereka pergi lalu kembali lagi sejak beberapa tahun lalu.
Surat kabar yang terbit di MESIR itu menyebutkan, kelompok itu juga mengiming-imingi para pemuda dengan kewarganegaraan Amerika atau kewarganegaraan apa saja yang mereka inginkan. Di samping, mencarikan pekerjaan buat mereka di negara mana saja di dunia. Pada mulanya, kelompok itu mengajak untuk melakukan ritual keagamaan itu di samping ritual agama yang diyakini masing-masing orang, akan tetapi secara perlahan orang itu kemudian kehilangan agama asalnya dan menganut agama baru tersebut.!! (almkhtsr/AS) *Sumber : WWW.ALSOFWAH.OR.ID

Setelah Mufti Mesir memfatwakan haramnya yoga, kini giliran Mufti Malaysia mengharamkan yoga bagi Muslim. Beritanya sebagai berikut:
Malaysia: Yoga Haram Bagi Muslim!
Kuala Lumpur - Badan tertinggi Islam di Malaysia melarang umat muslim
melakukan yoga. Alasannya, latihan fisik asal India itu mengandung elemen-elemen Hindu yang bisa merusak muslim.
Fatwa haram itu dikeluarkan Dewan Fatwa Nasional, yang punya otoritas untuk mengatur bagaimana muslim di negeri jiran itu mempraktekkan keimanan mereka.. Menurut fatwa yang dikeluarkan lembaga itu, yoga bukan cuma melibatkan latihan fisik namun juga elemen-elemen spiritual, pujian dan pemujaan Hindu. Demikian seperti dilansir /USA Today,/ Sabtu (22/11/2008).
Menurut Ketua Dewan Fatwa Nasional, Abdul Shukor Husin, banyak muslim yang mempraktekkan yoga yang populer di dunia itu, tidak mengetahui kalau tujuan akhirnya adalah menyatu dengan Tuhan dari agama lain.
“Kami memandang bahwa yoga, yang berasal dari Hindu, menggabungkan latihan fisik, elemen agama, pujian dan pemujian untuk tujuan mencapai perdamaian dalam diri dan pada akhirnya menyatu dengan Tuhan,” kata Husin pada wartawan di Kuala Lumpur.
“Itu tidak sepantasnya. Itu bisa merusak iman seorang muslim,” imbuhnya. Dikatakannya, para ulama di Mesir juga telah mengeluarkan fatwa serupa pada tahun 2004 dan menyebut yoga sebagai “penyimpangan.”

Belum lama ini dewan tersebut juga mengeluarkan fatwa yang melarang perilaku tomboy. Ditegaskan bahwa anak perempuan yang bertingkah dan bergaya seperti anak laki-laki berarti melanggar ajaran Islam.*(ita/ita)* detikNews <http://www.detiknews.com/>
Jauh sebelum Mesir dan Malaysia mengharamkan yoga ternyata sudah ada fatwa yang mengharamkan yoga, dan fatwa itu telah beredar luas. Inilah kutipan sebagian fatwanya.
Yoga penyembahan berhalaisme kepada matahari
Syaikh Dr Abdullah Al-Faqih dalam fatwanya yang berjudul Yoga itu penyembahan berhalaisme kepada matahari tertanggal 17 Nyharram 1422H/ 11 April 2001 menegaskan haramnya yoga.
Dia menegaskan:
إن اليوجا ليست رياضة، وإنما هي نوع من العبادة الوثنية التي لا يجوز للمسلم أن يقدم عليها بحال.
Sesungguhnya yoga bukanlah olahraga, tetapi dia hanyalah jenis dari peribadahan berhalaisme (paganisme) yang tidak boleh bagi orang Muslim untuk mendatanginya sama sekali.
Dia menegaskan, yoga itu bukan murni olahraga badani, tetapi itu hanyalah penyembahan yang ditujukan oleh pelakunya kepada matahari selain Allah. Yoga itu tersebar luas di India sejak zaman dulu.
Nama aslinya berbahasa sanskerta, sastanaga surya nama sekar, artinya sujud kepada matahari dengan delapan anggota badan.
Olahraga ini bertumpu pada 10 anggota badan tertentu, di antaranya lima anggota badan yang terhampar di tanah dengan melebar dengan menyentuh tanah yaitu: dua tangan, hidung, dada, dua dengkul, dan jari-jari dua telapak kaki . Dengan ini maka terwujudlah sujud terhadap matahari dengan delapan anggota badan.
Latihan-latihan yoga itu dimulai dengan kondisi pertama yang menggambarkan penghormatan kepada yang disembah yaitu matahari. Latihan-latihan ini mesti disertai kata-kata yang menjelaskan penyembahan matahari dan mengarah kepadanya. Kata-kata itulah yang disebut mantra. Itu diulang-ulang dengan suara keras dan dengan cara tata letak yang teratur. Potongan-potongan mantra itu mengandung sebutan nama-nama matahari dua belas.
Oleh karena itu Mufti ini setelah menjelaskan bunyi mantra-mantra dan maksudnya, kemudian mengatakan: Sesungguhnya yoga bukanlah olahraga, tetapi dia hanyalah jenis dari peribadahan berhalaisme (paganisme) yang tidak boleh bagi orang Muslim untuk mendatanginya sama sekali.
Demikian fatwa dari Markaz Fatwa yang dibimbing oleh Dr Abdullah Al-Faqih, yang dikeluarkan 17 محرم 1422 / 11-04-2001, kemudian disiarkan lewat as-syabakah al-Islamiyah, dan sudah dikumpulkan dalam Al-Maktabah As-Syamilah oleh multaqa ahl hadith.
Walaupun tahun 2001 sudah ada fatwa haramnya yoga bagi Muslimin, kemudian tahun 2004 Mufti Mesir juga mengharamkan yoga, dan di bulan November 2008 Mufti Malaysia juga mengharamkan yoga, namun di Indonesia belum terdengar adanya fatwa itu. Mungkin nanti sekalian difatwakan haramnya, bersama praktek-praktek haram lainnya, termasuk juga reiki yang di media massa luar negeri juga disejajarkan haramnya dengan yoga karena sama-sama dari agama berhala.
Dikumpulkan oleh Hartono Ahmad Jaiz

Pernyataan Sikap IKADI terhadap Serangan Brutal Teroris Internasional Zionis Israel

IKADI menyatakan sikap terhadap serangan brutal teroris internasional zionis Israel:
1) Mengecam dan menentang keras tindakan teror berdarah oleh zionis terhadap rakyat Palestina.
2) Meminta kepada pemerintah dan seluruh pemimpin bangsa untuk menyatakan protes keras kepada Israel dengan mendesak PBB untuk segera mengambil tindakan sanksi terhadap Israel.
3) Meminta kepada seluruh da’i agar mengajak masyarakat memberikan bantuan moril dan materil serta qunut nazilah.
4) Mengajak semua lembaga dakwah dan ormas islam serta ormas lainnya untuk bergabung bersama mengutuk tindakan biadab zionis Israel.

29 Dzulhijjah 1429 / 27 Desember 2008
Ketua Umum IKADI
Prof.Dr. Ahmad Satori Ismail

Page 5 of 6
tampilkan ajaran islam indah lembut logis.jpg

Artikel Terbaru

Khutbah Jum'at - Al-Quds dan Intifadhah Palestina

AL-QUDS DAN INTIFADHAH PALESTINA   Oleh: Muhammad Syarief, Lc. dan Salman Alfarisy, Lc.       إِنَّ... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2149
mod_vvisit_counterYesterday2144
mod_vvisit_counterThis week6177
mod_vvisit_counterLast week17351
mod_vvisit_counterThis month49045
mod_vvisit_counterLast month76423
mod_vvisit_counterAll days3978027