Home Berita Sikap

Sikap

Seruan Solidaritas Bencana

No : 135/B/PP-IKADI/X/2009-1430           Jakarta, 05 Oktober 2009
Lampiran : -
Perihal : Seruan Solidaritas Bencana

Kepada Yth.
Ketua PW / PD Ikadi
Di Tempat

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam dan do’a kami sampaikan semoga Ustadz selalu berada dalam keadaan sehat wal 'afiat serta selalu mendapat taufik dan hidayah dari Allah swt, Amin.
Musibah gempa bumi di Sumatera Barat, Jambi dan sekitarnya telah menimbulkan banyak korban dan sangat membutuhkan bantuan materi dan non materi.

Read more...
 

KLARIFIKASI DAN TAUJIHAT IKADI

KLARIFIKASI DAN TAUJIHAT IKADI

Sehubungan dengan "Piagam Umat Islam" yang dimuat di Republika edisi Sabtu 4 Juli 2009, yang ditandatangani oleh Muhammad Al Khathath dengan mengatasnamakan pimpinan-pimpinan Organisasi/Lembaga Islam dan menitipkan Piagam tersebut kepada Capres dan Cawapres tertentu; dengan ini IKADI (Ikatan Da'i Indonesia) meminta kepada pihak Al Khathath untuk segera mencabut nama IKADI dan Lembaga-lembaga Islam lainnya yang merasa dicatut namanya seperti PUI dan LPPD Khairu Ummah, serta menuntut kepada yang bersangkutan untuk meminta maaf kepada IKADI. Karena IKADI dan beberapa Lembaga Islam lainnya tidak pernah diajak bicara sebelumnya oleh pihak Al Khathath dalam membahas masalah ini.
Dalam kesempatan ini IKADI menyampaikan taujihat da'wiyah dalam memilih pemimpin nasional :

  • Mengajak kepada seluruh CAPRES-CAWAPRES agar menjaga kebersihan jiwa dan kejernihan motivasi dalam meraih cita-cita kemenangan dalam PILPRES 2009 ini; sehingga memiliki kesiapan menghadapi segala konsekuensi, baik menang atau kalah dalam kompetisi demokrasi ini.
  • Menghimbau kepada seluruh ORMAS Islam dan masyarakat agar tetap menjaga ukhuwah Islamiah dan persaudaraan kebangsaan, meskipun berbeda pilihan dan dukungannya.
  • Mengingatkan kepada para pendukung dan seluruh aktivis PILPRES agar tidak melakukan tindakan dan perilaku yang merugikan orang lain, seperti fitnah (melempar tuduhan yang tidak terbukti) dan membuka 'aib orang lain (tajassus), karena perbuatan tersebut adalah termasuk dosa besar.
  • Mengajak kepada seluruh anak bangsa agar tidak terpancing dengan berita-berita tidak berdasar dan informasi provokatif yang bernuansa kampanye hitam terhadap kelompok lain, yang dapat mengakibatkan su'uzhon dan permusuhan.
  • Mengingatkan kepada seluruh ummat untuk menggunakan hak pilih dan suaranya pada PILPRES 8 Juli 2009 dengan dasar keikhlasan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Kriteria Pemimpin bangsa dalam Perspektif IKADI

  1. Pemimpin yang menjunjung tinggi prinsip dan nilai ishlah (reformasi).
  2. Pemimpin yang memiliki integritas keumatan yang tinggi.
  3. Pemimpin yang mengedepankan moralitas dan perilaku santun dalam muamalah politik.
  4. Pemimpin yang memiliki komitmen pelayanan untuk kepentingan umat, mengangkat tingkat ekonomi dan kesejahteraan hidup rakyat.
  5. Pemimpin yang terbukti berani dan tegas dalam memberantas korupsi dan bentuk-bentuk kemungkaran lainnya.
  6. Pemimpin perekat umat dan mengutamakan persatuan bangsa.
  7. Pemimpin yang telah terbukti memberikan kelapangan dan keleluasaan bagi perkembangan dakwah dan nilai-nilai relijius masyarakat.
  8. Pemimpin yang memberikan dukungan dan komitmen pembelaan terhadap penerapan sistem keuangan dan ekonomi syariah.
  9. Pemimpin yang mempunyai komitmen pembelaan terhadap bangsa-bangsa tertindas di dunia, seperti Palestina dll.

In uridu illal Ishlah mas tatho'tu


Jakarta, 6 Juli 2009

 

 

Prof. Dr. Achmad Satori Ismail             Dr. M. Idris A. Shomad, MA
Ketua Umum IKADI                               Sekjen IKADI

 

Release : Taujihat Dakwah IKADI Tentang Pemilihan Pemimpin Nasional Dalam PILPRES 2009

Release :
Taujihat Dakwah IKADI
Tentang Pemilihan Pemimpin Nasional
Dalam PILPRES 2009

Memilih pemimpin bangsa merupakan kewajiban syariah dan keniscayaan untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang aman, sejahtera dan bermartabat. Karenanya sebagai Ormas Islam IKADI menyampaikan taujihat dakwah untuk semua kalangan dan komponen bangsa, demi tegaknya nilai-nilai bangsa yang berperadaban dan relijius yang tidak hanya disukai oleh segenap masyarakat dan bangsa, tetapi juga diridhoi Allah SWT.

Sebagaimana kami juga utarakan kriteria pemimpin bangsa dalam perspektif IKADI, berikut kami sampaikan taujihat dalam memilih pemimpin nasional :

  • Mengharapkan kepada seluruh tim sukses CAPRES-CAWAPRES tetap menjaga moralitas relijius dan etika kebangsaan dalam aktivitas-aktivitas politiknya.
  • Mengajak kepada seluruh CAPRES-CAWAPRES agar menjaga kebersihan jiwa dan kejernihan motivasi dalam meraih cita-cita kemenangan dalam PILPRES 2009 ini; sehingga memiliki kesiapan menghadapi segala konsekuensi, baik menang atau kalah dalam kompetisi demokrasi ini.
  • Menghimbau kepada seluruh ORMAS Islam dan masyarakat agar tetap menjaga ukhuwah Islamiah dan persaudaraan kebangsaan, meskipun berbeda pilihan dan dukungannya.
  • Mengingatkan kepada para politisi dan seluruh aktivis PILPRES agar tidak melakukan tindakan dan perilaku yang merugikan orang lain, seperti fitnah (melempar tuduhan yang tidak terbukti) dan membuka 'aib orang lain (tajassus), karena perbuatan tersebut adalah termasuk dosa besar.
  • Mengajak kepada seluruh anak bangsa agar tidak terpancing dengan berita-berita tidak berdasar dan informasi provokatif yang bernuansa kampanye hitam terhadap kelompok lain.

Kriteria Pemimpin bangsa dalam Perspektif IKADI :

  1. Pemimpin yang menjunjung tinggi prinsip dan nilai ishlah (reformasi).
  2. Pemimpin yang memiliki integritas keumatan yang tinggi.
  3. Pemimpin yang mengedepankan moralitas dan perilaku santun dalam muamalah politik.
  4. Pemimpin yang memiliki komitmen pelayanan untuk kepentingan umat, mengangkat tingkat ekonomi dan kesejahteraan hidup rakyat.
  5. Pemimpin yang terbukti berani dan tegas dalam memberantas korupsi dan bentuk-bentuk kemungkaran lainnya.
  6. Pemimpin perekat umat dan mengutamakan persatuan bangsa.
  7. Pemimpin yang telah terbukti memberikan kelapangan dan keleluasaan bagi perkembangan dakwah dan nilai-nilai relijius masyarakat.
  8. Pemimpin yang memberikan dukungan dan komitmen pembelaan terhadap penerapan sistem keuangan dan ekonomi syariah.
  9. Pemimpin yang mempunyai komitmen pembelaan terhadap bangsa-bangsa tertindas di dunia, seperti Palestina dll.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الله لاينظر إلى أجسادكم ولا إلى صوركم ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم

Rasulullah SAW berkata : Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada fisik dan rupamu akan tetapi melihat kepada hati dan amalmu. ( HR. Muslim )

Jakarta, 20 Juni 2009
Hormat kami,

 

Prof. Dr. Achmad Satori Ismail                 Dr. M. Idris A. Shomad, MA
Ketua Umum IKADI                                   Sekjen IKADI

MAKLUMAT KEPADA UMAT ISLAM DALAM MENGHADAPI PEMILU 2009

M A K L U M A T
PENGURUS PUSAT IKATAN DA'I INDONESIA (PP IKADI)
KEPADA UMAT ISLAM DALAM MENGHADAPI PEMILU 2009

Bismillahirrahmanirrahiim,

PP IKADI menghimbau :

  1. Kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2009, sesuai dengan fatwa MUI sebagai payung pemersatu umat dengan memilih wakil rakyat / pemimpin yang memenuhi kriteria beriman, sholeh, jujur, amanah, cerdas dan kredibel
  2. Kepada seluruh politisi muslim / calon anggota legislatif yang beragama Islam, dalam melakukan kampanye Pemilu 2009, agar mengedepankan ukhuwah Islamiyah demi kemaslahatan umat, serta menegakkan akhlaqul karimah, sesuai ketentuan, peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Tertanda,

Sekretaris Jenderal
PP IKADI

Fatwa MUI Pusat Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia III 1430H/2009M (Bag.Pertama)

(dinukil dari diktat Hasi-lhasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia III)
Fatwa MUI Pusat Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia III 1430H/2009M di Padang Panjang 24-26 Januari 2009.
Bagian Pertama:
FATWA TENTANG MASAIL ASASIYAH WATHANIYAH (MASALAH-MASALAH STRATEGIS KEBANGSAAN):
I- Prinsip-prinsip Ajaran Islam tentang Hubungan antar Umat Beragama dalam Bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)
1- Kesepakatan bangsa Indonesia untuk membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi merupakan ikhtiar untuk memelihara keluhuran agama dan mengatur kesejahteraan kehidupan bersama, dimana kesepakatan ini mengikat seluruh elemen bangsa.
2- Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mejemuk, baik suku, ras, budaya meupun agama. Karenanya bangsa Indonesia sepakat untuk mengidealisasikan bangsa ini sebagai sebuah bangsa yang mejemuk tetpa tetpa satu, dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.
3- Umat Islam sebagai bagian terbesar dari bangsa ini harus terus menjaga konsesus nasional tersebut.
4- Dalam hal kemajemukan agama, negara mengakui enam agama, yakni Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghuxu, di mana masing-masing agama tersebut mempunyai posisi yang sama di dalam konstitusi negara. Negara menjamin warganya untuk memeluk agamanya masing-masing.
5- Islam mengakui eksistensi agama lain tanpa mengakui kebenaran ajaran agama tersebut, sebagaimana pada masa nabi juga diakui eksistensi agama selain Islam, antara lain Yahudi, Nasrani dan Majusi.
6- Dalam konteks berbangsa dan bernegara, setelah prolamasi 1945 Islam memandang posisi umat beragama sebaga sesama bagian warga bangsa yang terikat oleh komitmen kebangsaan sehingga harus hidup berdampingan secara damai dengan prinsip mu'ahadah atau muwatsaqah, bukan posisi muqatalah atau muharabah.
7- Dalam rangka menghindarkan adanya benturan antar pemeluk agama di Indonesia, negara wajib menjamin warganya untuk menjalankan agamanya dan melindungi kemurnian agama sesuai dengan ajaran agama masing-masing dari setiap upaya penodaan agama.
8- Setiap orang, kelompok masyarakat, lembaga atau organisasi yang melakukan penodaan agama, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi, negara harus menindakna secara tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

II- Peran Agama Dalam Pembinaan Akhlak Bangsa
1- Masyarakat Indonesia adalah masyarakat religius yang memiliki nilai-nilai luhur (akhlakul karimah). Agama merupakan sumber akhlak utnuk membina akhlak bangsa. Oleh karena itu pembinaan akhlak bangsa tidak dapat dilepaskan dari peran agama.
2- Dalam konteks pengelolaan negara yang baik (good governance) dan pembangunan bangsa yang maju dan beradab, terwujudnya akhalk (etika-moral) yang kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat diperlukan.
3- Saat ini bangsa Indonesia berada di ambang tubir krisis akhlak seiring dengan semakin menggejalanya kurangnya kejujuran, solidaritas sosial, dan semakin menggejalanya etika yang lemah di antara masyarakat. Oleh karenanya diperlukan pembinaan intensif akhlakuk karimah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
4- Pembinaan tersebut dilakukan melalui pendidikan dan sosialisasi nilai-nilai agama yang terintegrasi dengan nilai-nilai yang menjadi dasar karakter bangsa dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan.
5- Pemerintah berkewajiban mendorong sosialisasi nilai-nilai agama yang terkait dengan pembinaan akhlak bangsa sejak usia dini dalam segala kegiatan pembangunan. Bersamaan dengan itu diperlukan tindakan sanksi-sanksa yang tegas terhadap berbagai pelanggaran akhlakuk karimah.
6- Perlu adanya gerakan nasional pembinaan akhlak bangsa yang bersumber dari nilai-nilai agama yang disponsori oleh pemerintah.

III- Implementasi Islam Rahmatan Lil-'alamin dan Shalihun Likulli Zamanin Wa Makanin dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.
1- Islam sebagai agama yang diturunkan Allah SWT merupakan agama yang dapat menjawab segala persoalan yang muncul, termasuk permasalahan kebangsaan dan kenegaraan.
2- Ajaran Islam dapat menerima nilai-nilai universal yang dibawa arus modernisasi dan globalisasi sepanjang nilai-nilai tersebut sesuai dengan ajaran Islam.
3- Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Pancasila sebagai dasar negara dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara merupakan kesepakatan bangsa Indonesia, termasuk umat Islam Indonesia.
4- Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara merupakan ideologi terbuka. Dalam rangka mewujudkan amanat dasar negara dan konsitusi maka agama harus dijadikan sumber hukum, sumber inspirasi, landasan berfikir dan kaedah penuntun dalam sistem kehidupan berbangsa dan bernegara.
5- Karena Islam merupakan ajaran yang rahmatan lil-'alamin dan shalihun likulli zamanin wa makanin, maka ajaran Islam harus menjadi sumber dalam penataan sistem kehidupan berbangsa dan bernegara.
6- Para ulama, zuama dan cendikiawan muslim berkewajiban untuk menyusun, mengelaborasi konsep-konsep dan pemikiran Isalam secara komprehensif meliputi politik, ekonomi, sosial, budaya dsb.

IV- "Tidak Memilih Hak Pilih dalam Pemilihan Umum"
1- Pemilihan Umum dalam pandangan Islam adalah upaya untuk memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat-syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan aspirasi umat dan kepentingan bangsa.
2- Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama.
3- Imamah dan Imarah dalam Islam menghajatkan syarat-syarat sesuai dengan ketentuan agama agar terwujud kemaslahatan dalam masyarakat.
4- Memilih pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur (shiddiq), terpercaya (amanah), aktif dan aspiratif (tabligh), mempunyai kemampuan (fathonah) dan memperjuangkan kepentingan umat Islam hukumnya adalah wajib.
5- Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebutkan dalam butir 4 (empat) atau tidak memilih sama sekali padahal ada calon yang memenuhi syarat hukumnya adalah haram.
Rekomendasi:
1- Umat Islam dianjurkan untuk memilih pemimpin dan wakil-wakilnya yang mengemban tugas amar makruf nahi munkar.
2- Pemerintah dan Penyelenggara PEMILU perlu meningkatkan sosialisasi penyelenggaraan PEMILU agar partisipasi masyarakat dapat meningkat, sehingga hak masyarakat terpenuhi.

 

Page 4 of 6
ikadi-fbquotes008.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1871
mod_vvisit_counterYesterday2038
mod_vvisit_counterThis week7840
mod_vvisit_counterLast week13129
mod_vvisit_counterThis month42420
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3766524