Home Berita Nusantara

Nusantara

 

Gubernur Jawa Barat: Zakat Harus Mampu Selesaikan Masalah Sosial

Gubernur Jawa Barat: Zakat Harus Mampu Selesaikan Masalah Sosial
BANDUNG-Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan bahwa dana yang terkumpul dari zakat harus bisa menyelesaikan masalah-masalah sosial diantaranya pendididikan. Hal itu diungkapkan Ahmad Heryawan dalam pengukuhan pengurus BAZNAS Provinsi Jabar di Gedung Sate, Senin (26/1).
 
"Jika dikelola dengan benar, maka Saya yakin zakat bisa menyelesaikan masalah-masalah sosial seperti pendidikan di daerah terpencil" katanya.
 
Aher mencontohkan, di satu daerah di Kabupaten Bandung Barat dan Sukabumi, ada daerah yang terpencil sehingga anak-anak di sana tidak bisa meneruskan sekolah ke SMP karena jaraknya yang jauh.
 
"Nah di situ Baznas seharusnya hadir untuk mendirikan sekolah dan mengelolanya, agar pendidikan anak-anak lulusan SD bisa meneruskan pendidikan" tegasnya.
 
Menurut Aher, bangunan sekolahnya bisa saja dibangun oleh Provinsi, tetapi pengelolaannya bisa oleh Baznas Provinsi.
 
 
 

Ikatan Ulama dan Da'i Asia Tenggara Gelar Deklarasi dan Muktamar Pertama

Ikatan Ulama dan Da'i Asia Tenggara Gelar Deklarasi dan Muktamar Pertama
Bertempat di Depok, Jawa Barat, Sabtu (29/11/2014), Ikatan Ulama dan Da'i Asia Tenggara menggelar deklarasi dan Muktamar Pertama.
Acara yang digagas kalangan ulama muda Indonesia, Malaysia dan Thailand mengambil thema "Membangun Peradaban Asia Tenggara dengan Prinsip Moderta ajaran Islam".
"Acara ini untuk pertama kalinya ini untuk membentuk lembaga Internasional bersama yang diikuti para ulama se-Asia Tenggara," ujar perwakilan panitia, Dr Fahmi Islam Jiwanto di Depok, Sabtu.
Negara-negara yang ikut, katanya, antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Kamboja, Brunei Darussalam, Filipina, dan Timor Leste.
Menurutnya, lembaga ini merupakan wujud kontribusi para ulama dalam menampilkan Islam yang moderat di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, diharapkan lemaga ini memperkuat persatuan umat Islam Asia Tenggara, terutama dalam bidang keilmuan dan dakwah.
"Rencananya Ikatan Ulama dan Da'i se-Asia Tenggara ini akan membuat program penguatan kapasitas umat Islam di kawasan, sperti, program pertukaran ustadz dan pelajar antarnegara di Asia Tenggara," katanya.
Hal ini, tambahnya, agar peradaban Islam di Asia Tenggara makin kuat dan menjadi contoh bagi umat Islam di kawasan belahan dunia lain. Terutama Indonesia, jangan hanya mengandalkan jumlah kuantitas, tetapi juga ikut membina kualits peradaban Islam Asia Tenggara. (pelitaonline)
 

Inilah Dampak Jika UU Penodaan Agama Dicabut

Inilah Dampak Jika UU Penodaan Agama Dicabut
JAKARTA -- Ketua Ikatan DAI Indonesia (IKADI), Satori Ismail menegaskan bahwa Undang Undang Penodaan Agama sangat penting dan dibutuhkan di Indonesia yang sangat pluralistik. 
 
Kiai Satori mengingatkan kepada pemerintah Indonesia untuk memikirkan kembali mengenai pencabutan UU Penodaan Agama. Menurutnya, bila dihapus akan menimbulkan celah bagi pihak-pihak tertentu memanfaatkan keadaan tersebut untuk merusak dan menodai agama yang ada di Indonesia.
 
"Akan muncul orang-orang yang membuat aliran-aliran tertentu dan mengaku sebagai Tuhan dan Nabi," kata Satori kepada ROL, Ahad (23/11).
 
Ia menjelaskan bahwa pemerintah memiliki tugas penting untuk melindungi masyarakatnya yang beragama. Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak memunculkan konflik atas dasar agama kembali di Indonesia.
 
Ia menilai bahwa pemerintah sebaiknya merevisi dan memperbaiki kembali secara detail mengenai UU Penodaan Agama menjadi lebih baik lagi untuk menjaga keharmonisan antar umat beragama di Indonesia.
 
Selain itu, harus ada penjelasan yang lebih terbuka tentang apa saja yang ada di dalam UU Penodaan Agama. (rol)

Wakil Walikota Depok: Saatnya Saling Mengingatkan Tak Merokok di Area Larangan Merokok

Wakil Walikota Depok: Saatnya Saling Mengingatkan Tak Merokok di Area Larangan Merokok

DEPOK--Sosialisasi dan bahaya merokok sudah banyak dilakukan oleh pemerintah maupun elemen masyarakat. Target edukasi tersebut tidak hanya orang-orang dewasa saja tapi juga anak-anak sekolah. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Kesehatan juga memiliki perhatian dalam menyadarkan masyarakat untuk tidak merokok.

Melalui peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 50, Dinas Kesehatan Pemkot Depok menyelenggarakan Workshop bertema Pelajar Tanpa Rokok yang diikuti ratusan pelajar SMP dan SMA se wilayah Kota Depok, di Balai Kota, Ahad (16/11). Pembicara dalam seminar tersebut Dr Anna Rozaliyani MBIOMED  dan Edison dari Aliansi Masyarakat Akibat Rokok.

Dalam acara tersebut juga dilakukan pembubuhan 2.587 cap tanda telapak tangan di spanduk Komitmen Tidak Merokok. Cap telapak tangan ini rencananya oleh Kementerian Kesehatan RI akan dijadikan momentum pemecahan rekor MURI dengan 120 ribu cap telapak tangan.

Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Depok, Idris  Abdul Shomad, Ketua Forum Keluarga Harmonis (FKH) Elly Farida , dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dr Noerzamanti Lies Karmawati.

Tahun ini menurut Noerzamanti, peringatan HKN mengambil tema "Indonesia Cinta Sehat; Sehat Bangsaku Sehat Negeriku". Kegiatan workshop dan pembubuhan tanda tangan ditujukan untuk mensosialisasikan Perda Kota Depok No.3 Tahun 2014 tentang kawasan tanpa rokok kepada pelajar dan masyarakat umum. 

''Disamping itu kegiatan ini juga bertujuan untuk membuka wawasan siswa dan masyarakat luas mengenai dampak rokok bagi kesehatan,'' jelas Noerzamanti.

Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad meminta masyarakat termasuk para pelajar untuk membudayakan untuk tidak merokok di tempat-tempat larangan merokok. ''Kita saling mengingatkan entah itu guru maupun pelajar. Kita berharap masyarakat sehat jika tidak merokok,'' tegasnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok berharap komitmen untuk tidak merokok hendaknya dijalankan sebenar-benarnya, tidak hanya sebatas pada seremoni pembubuhan cap. Menurutnya seremoni pembubuhan cap telapak tangan merupakan upaya dari pemerintah untuk mensosialisasikan bahaya merokok.

Sebagaimana diketahui, Kota Depok turut ambil bagian dalam gerakan tersebut dengan target 2.587 cap tangan. Rangkaian peringatannya sendiri telah dimulai sejak 10 November lalu,  dilanjutkan 14 November 2014, sebanyak 11 kecamatan se-Depok mengumpulkan cap tangan bersamaan kegiatan senam massal dan penyuluhan. Tiap kecamatan rata-rata harus mengumpulkan 160 cap tangan di atas spanduk. (republika/depok)

MUI Resmikan Tayangan Perdana TV MUI

MUI Resmikan Tayangan Perdana TV MUI

Majelis Ulama Indonesia akhirnya dapat mewujudkan keinginan untuk mencerdaskan bangsa dengan meresmikan tayangan perdana TV MUI pada 1 Muharram 1436 H, diharapkan televisi dakwah ini dapat menjadi pencerah yang akan terus mengikuti perkembangan zaman.

“Akhirnya TV MUI dapat diresmikan hari pertama tahun 1436 H. Kehadiran TV MUI adalah buah dari penantian panjang dengan penuh kesabaran, dan hasil dari perjuangan berat dan panjang,” kata Ketum MUI Prof. Dr.Din Syamsuddin saat memberikan sambutan peresmian TV MUI di Jakarta, Sabtu (25/10/2014). Acara peresmian itu dihadiri oleh sejumlah tokoh Islam termasuk Mantan Menpera H. Djan Farid, para duta besar negara-negara sahabat dan dimeriahkan oleh pertunjukan seni bernafaskan Islam.

Menurutnya, keinginan MUI untuk terlibat dalam dakwah televisi sudah lama, usulan itu datang dari umat Islam dan Ormas Islam, khususnya di dalam MUI dalam sejumlah Munas MUI. Meski demikian, Din menyadari, mendirikan stasiun televisi tidaklah mudah dan murah, namun dengan tekad, jika azam membaja, jalan pasti terbuka, “Maka dengan dukungan berbagai pihak, mimpi itu pada hari ini dapat terealisasi,” katanya.

Atas dukungan itu,kata Din, MUI menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang turut membantu pendirian TV MUI, “Pertama, Chairul Tanjung dari Trans Corp. yang telah mendukung tersedianya studio di lantai 2 dengan segala perangkatnya yang memungkinkan. Kedua, TV MUI segera beroperasi, Edi Sariatmaja dan Tanto Hartomo dari SCTV dan Indosiar yang juga mendukung TV MUI dengan menyediakan perangkat “up-link” yang bisa berhubungan dengan satelit. Ketiga, kepada PT Telkom yang menyediakan frekuensi secara Cuma-Cuma kepadaTV MUI hingga akhir tahun ini.

Ketua Umum MUI memaparkan, hadirnya TV MUI adalah untuk ikut mengemban amanat konstitusional yang antara lain menegaskan bahwa negara dan pemerintah melakukan kegiatan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dia menilai, mencerdaskan kehidupan bangsa tidak semata-mata berhubungan dengan pendidikan apalagi pengajaran, tetapi berhubungan dengan pencerahan, “Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah bagaimana kita mencerahkan bangsa. Maka wacana pencerahan ini beririsan pesan Islam agar kita melakukan kegiatan pencerahan agar manusia keluar dari kegelapan menuju terang benderang,” katanya.

Dia menambahkan, hadirnya TV MUI adalah dakwah pencerahan yang mengikuti perkembangan zama. Itulah mengapa TV MUI perlu hadir agar ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Insya Allah program-program yang akan dirancang dan ditayang adalah program yang berupaya mencerdaskan bangsa, khususnya dari sudut nilai moral yang menjadi komitmen dan tanggung jawab ulama dan MUI.

Din berharap, kehadiran TV MUI akan berumur panjang, “Kita tidak ingin TV ini hadir untuk langsung mati, tidak ingin TV ini hanya berumur seumur jagung, dan berharap akan terus berkembang,” katanya. Kepada umat Islam, Din berpesan, untuk segera memirsa siaran TV MUI baik melalui Parabola maupun lewat streaming internet, termasuk U See TV dari Telkom.

Sumber www.mui.or.id

Page 5 of 23
ikadi-fbquotes008.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1874
mod_vvisit_counterYesterday2038
mod_vvisit_counterThis week7843
mod_vvisit_counterLast week13129
mod_vvisit_counterThis month42423
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3766527