Home Berita Liputan Media

Liputan Media

IKADI: Negeri Ini Sudah Darurat Narkoba

IKADI: Negeri Ini Sudah Darurat Narkoba
Pecandu narkoba tak hanya ditemukan di jalanan dan tempat-tempat hiburan. Instansi kepala daerah, instansi pemerintahan, TNI-Polri, bahkan lembaga pendidikan Islam kini telah dijangkiti narkoba. "Sudah layak negeri ini disebut darurat narkoba," kata Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Prof KH Ahmad Satori Ismail saat dihubungi Republika, Rabu (30/3).
 
Penetapan status ini seharusnya diikuti dengan sejumlah aksi. Di kalangan umat Islam, upaya melakukan dakwah melawan narkoba juga dilakukan. Sayangnya, kata Kiai Satori, upaya ini belum menyentuh semua kalangan.
 
Pemberantasan narkoba membutuhkan upaya terstruktur di semua lapisan, mulai dari tingkat RT/RW hingga pemerintah pusat. Tema-tema tentang narkoba, minuman keras (miras), dan zat adiktif lainnya mulai masuk ke dalam ceramah-ceramah keagamaan. Sayangnya, upaya ini dirasa kalah masif dengan penyebaran narkoba yang bergerak lebih cepat.
 
"Sekarang ini kan pengajian masih di masjid, di tempat yang terbatas. Belum menyeluruh. Jadi, perlu penggerakan penyadaran seperti itu lebih luas sehingga yang mendapat arahan dan sentuhan juga lebih luas," ujar Kiai Satori.
 
Menurut Kiai Satori, penyadaran akan bahaya narkoba menempati posisi penting dalam upaya pemberantasan narkoba yang bisa dimulai di kalangan Muslim. Orang tua, guru, para ulama, dan berbagai kalangan lain perlu memberikan penyadaran terhadap umat Islam akan bahaya miras, narkoba, dan zat adiksi lainnya. Ini dirasa penting sebab narkoba tak hanya penyakit tunggal. Ia biasanya diawali dengan berbagai kebiasaan buruk dan konsumsi zat adiksi lain.
 
Hal yang lebih penting lagi, kata Kiai Satori, pemerintah perlu menjaga agar narkoba tak sampai masuk ke negeri ini baik melalui darat, laut, maupun udara. Upaya ini tak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan psikis masyarakat, tapi juga stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional. "Orang luar ingin menghancurkan ekonomi dan generasi bangsa ini dengan berbagai pelemahan, termasuk melalui narkoba," ujarnya. (rol)
 

IKADI Gresik Gelar Training Dai Kreatif

IKADI Gresik Gelar Training Dai Kreatif
Tidak kurang dari 200 orang da’i muda dihadirkan oleh IKADI Gresik dalam sebuah perhelatan yang diberi tajuk TRAINING DA’I KREATIF & INSPIRATIF. Training singkat sehari (27/03/2016) ya...

Pendakwah Bagi Masyarakat Tertinggal Harus Punya Keterampilan

Pendakwah Bagi Masyarakat Tertinggal Harus Punya Keterampilan
JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Ahmad Satori Ismail, mengatakan aspek terpenting dalam berdakwah kepada masyarakat tertinggal, adalah berusaha dekat dengan mereka. Satori menilai sa...

IKADI Dukung Program Pembinaan Agama Kepada Masyarakat Tertinggal

IKADI Dukung Program Pembinaan Agama Kepada Masyarakat Tertinggal
JAKARTA - Masyarakat tertinggal menjadi salah satu objek penting pembinaan keagamaan. Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Ahmad Satori Ismail, mendukung penuh rencana Kementerian Agama, untuk menyusun...

Ketum IKADI: Untuk Mendapatkan Kemenangan, Taat dan Mendekati Allah

Ketum IKADI: Untuk Mendapatkan Kemenangan, Taat dan Mendekati Allah
JAKARTA - Selain membuka ratusan stan buku Islami dari berbagai penerbit, Islamic Book Fair (IBF) 2016 juga diisi oleh kegiatan bedah buku-buku pilihan. Salah satu buku yang dibedah yaitu Shaidul Khat...
Page 9 of 21
tampilkan ajaran islam indah lembut logis.jpg

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday431
mod_vvisit_counterYesterday2038
mod_vvisit_counterThis week8389
mod_vvisit_counterLast week12646
mod_vvisit_counterThis month40980
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3765084