Home Berita Liputan Media

Liputan Media

IKADI Dorong Pembuatan Peraturan UPZ

IKADI Dorong Pembuatan Peraturan UPZ
JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) tengah fokus melakukan uji publik tentang peraturan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Sebagai kepanjangan tangan Baznas, unit ini diharapkan mampu memaksimalkan pengumpulan dana zakat di Indonesia.
 
Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Ahmad Satori Ismail, mengungkapkan, dorongan agar UPZ secara masif dibentuk dan segera memiliki peraturan resmi. Karena itu, dia menekankan, BAZNAS memang membutuhkan uji-uji publik, yang bertujuan mendapatkan masukan dari masyarakat. "Jadi uji publik itu agar rancangan peraturan lebih sempurna," katanya kepada Republika, Ahad (30/10).
 
Satori mengatakan, peraturan itu dibuat agar semua lembaga mengetahui secara pasti tentang apa saja tugas yang harus dilakukan UPZ masing-masing. Masukan-masukan yang diusulkan masyarakat, kata dia, akan menjadi pertimbangan penting BAZNAS untuk dapat diserap.
 
Satori mengingatkan, peraturan turut menegaskan kalau lembaga pengumpul zakat di lembaga, institusi atau masjid milik negara, merupakan tugas UPZ bukan LAZ. Karenanya, uji publik dibutuhkan demi mengukuhkan tugas UPZ, sebagai pengumpul atau sekaligus distributor zakat.
 
Sedangkan distribusi, kata Satori, tentu harus dilakukan dengan terlebih dulu melaporkan dana zakat dan mungkin program masing-masing ke BAZNAS. Kata dia, laporan-laporan itu harus dilakukan UPZ agar dana zakat yang didapatkan bisa terus terpantau, terutama agar distribusi tepat guna. "Penting dibuat aturan lengkap, agar distribusi benar kepada siapa," ujar Satori.
 
Terkait distribusi zakat, dia menilai, jika masing-masing UPZ memiliki program pengentasan kemiskinan, justru akan sangat bagus untuk maksimalisasi pengentasan kemiskinan. Menurut Satori, sudah pasti program-program itu harus bertujuan meningkatkan angka mustahik menjadi muzaki.
 
Satori berpendapat, jika ingin pengumpulan dana zakat di Indonesia bisa dilakukan secara maksimal, memang tidak akan bisa cuma dilakukan BAZNAS sendiri. Untuk itu, UPZ dirasa memiliki peran yang sangat penting, sehingga program pengentasan kemiskinan pun segera terealisasi. "Mustahil BAZNAS bisa mengumpulkan dan menyalurkan sendiri, UPZ akan menjadi kepanjangan tangan BAZNAS," kata Satori.
 

Menag Diminta Hati-Hati Menghadiri Acara

Menag Diminta Hati-Hati Menghadiri Acara

JAKARTA - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin mendapat kritikan terkait kehadirannya di Aliansi Jurnalis Independent (AJI). Pasalnya, acara tersebut AJI memberikan penghargaan terhadap organisasi LGB...

Da'i Perlu Diberi Motivasi

Da'i Perlu Diberi Motivasi

JAKARTA -- Para da'i menghadapi tantangan cukup berat di tengah permasalahan lingkungan yang kompleks. Dalam melakukan kegiatan berdakwah, para da'i dituntut agar bisa diterima masyarakat.

Ketu...

Indonesia Kekurangan Dai Muda

Indonesia Kekurangan Dai Muda

JAKARTA -- Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI), KH Ahmad Satori Ismail mengatakan, saat ini Indonesia masih kekurangan da'i muda. "Kalau ada da'i- da'i muda, alhamdulillah sangat bersy...

Ketua IKADI: Medsos Bisa Sangat Berbahaya

Ketua IKADI: Medsos Bisa Sangat Berbahaya

JAKARTA  - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut kerusuhan berbau SARA di Tanjungbalai, Sumatra Utara, dipicu oleh informasi negatif yang disebar melalui media sosial. Polri pun kini sedang me...

Page 6 of 22

Berhemat Sambil Berinfaq

Powered by Koperasi Kopsyadi
ikadi-quotes-800600-kita-butuh-senyum.jpg

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2709
mod_vvisit_counterYesterday4516
mod_vvisit_counterThis week12101
mod_vvisit_counterLast week27215
mod_vvisit_counterThis month83405
mod_vvisit_counterLast month93892
mod_vvisit_counterAll days4178596