Home Artikel Tafakkur Save Egypt; Sekilas Tragedi Kemanusiaan di Mesir

Save Egypt; Sekilas Tragedi Kemanusiaan di Mesir

Sekilas Tragedi Kemanusiaan di Mesir

Pasca kudeta militer atas Presiden sah yang terpilih secara demokratis, terjadi tragedi kejahatan kemanusiaan yang mengerikan (crime against humanity) di Kairo, Mesir. Aparat militer bersenjata lengkat melakukan serangan brutal kepada para demonstran damai di sekitar Masjid Rab’ah al adawiyah dan Nahda Square. Perkiraan jumlah korban tewas dalam peristiwa tersebut berkisar 638 jiwa *versi Kementrian kesehatan Mesir; www.english.ahram.org.eg, 15/8/2013) hingga 2600 jiwa (versi Rumah Sakit Darurat; www.aljazeera.com, 15/8/2013).

 

Kekejaman inipun tidak hanya menimpa para demonstran. Ditutupnya 9 channel TV oleh militer di awal kudeta menandai hilangnya kebebasan pers. Para wartawan dari berbagai journals media lokal dan internasional menjadi sasaran kekejaman rezim militer Mesir, seperti Mick Deane wartawan Sky News Inggris yang meninggal dengan peluru yang bersarang di tubuhnya. Hingga saar ini tercatat 3 jurnalis terbunuh dan 6 jurnalis luka-luka. (http://news.yahoo.com, 14/8/2013 “3 journalists killed in Egypt turmoil”). Dengan demikian, pembantaian ini adalah kekersan paling brutal dan dalam skala paling besar yang pernah terjadi dalam sejarah modern Mesir.

 

Di seluruh Negeri, pembantaian dan kekacauan meluas di berbagai tempat, diantaranya Ramsis Square, Fayoum, Ismailia, Damietta, Al Ariah, penjara Abu Za’bal. Sejak tanggal 14 hingga 18 Agustus 2013 jumlah korban tewas 978 (versi Kemenkes) hingga 2868 orang versi RS Darurat. Sejak peristiwa kudeta sampai saat ini total tercatat 6181 orang tewas, 25552 luka-luka, dan 18565 dipenjara (versi Prof. Dr. Salah Soltan, facebook).

 

Kebiadaban rezim militer tersebut mendapat kecaman keras dari dunia Internasional. Demo besar-besaran mengutuk serangan brutal militer Mesir meluas di seluruh dunia, seperti Turki, Inggris, Belanda, Amerika, Jepang, Yordania, Australia, Malaysia, Indonesia, Pelestina dan di banyak Negara lagi yang tidak terekspos oleh media. Secara pemerintahan, Negara-negara Turki, Ekuador dan Venezuela telah menarik Duta Besarnya dari Mesir. Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia (menlu Emma Bonino) memanggil duta besar mesir di negara mereka masing-masing terkait atas tindakan biadab di mesir yang menyebabkan kematian ribuan orang.

 

Uni Eropa mengeluarkan sikap terang-terangan mengembargo militer Mesir (http://www.aljazeera, 21/8/2013). Uni Afrika mengambil sikap untuk menangguhkan keanggotaan Mesir serta mengunjungi Rab’ah Al-Adawiyah sebagai bentuk dukungan kepada Aliansi Nasional untuk Legitimasi. Serangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan kudeta militer tiak mendapat legitimasi dari dunia internasional.

 

Kejahatan yang dipaparkan di atas sangat besar hukumannya di sisi Allah SWT. Pembunuhan dan pembantaian misalnya. Kejahatan membunuh merupakan kejahatan paling bahaya dan dosa besar. Bahkan Al-Qur’an mengiringi kejahatan tersebut dengan syirik kepada Allah SWT. “dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina”. (Al-Furqaan: 68-69).

 

Allah SWT tidak menyebut balasan dosa dan kejahatan yang lebih besar dari kejahatan membunuh secara sengaja. “dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (QS. An-Nisa: 93). Disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir bahwa ini (ayat tersebut) adalah ancaman dan peringatan keras bagi siapa yang melakukan dosa besar itu, yang diiringi dengan dosa syirik kepada Allah SWT dalam beberpaa ayat Al-Qur’an. Tentang besarnya kecaman dan larangan membunuh seorang Muslim, Ibnu Arabi dalam Fathul Bari menyatakan: “Jelas sudah larangan dan ancaman perbuatan membunuh binatang dengan cara yang tidak hak, bagaimana jika membunuh manusia, bagaimana jika membunuh Muslim, bagaimana jika membunuh orang soleh?” (Fathul Bari).

 

Bukan Hanya Kudeta Militer

Apa yang terjadi di Mesir tidak hanya sebatas kudeta militer atas presiden yang sah terpilih secara demokratis. Support dan back up dari pihak luar menepis dugaan bahwa yang terjadi di Mesir hanya sebatas kudeta militer. puluhan dokumen federal AS menunjukkan ternyata Washington telah diam-diam mendanai tokoh oposisi senior Mesir yang menyerukan penggulingan Presiden Mohamed Morsi.

 

Dokumen yang diperoleh oleh Program Pelaporan Investigasi di UC Berkeley menunjukkan AS menyalurkan dana melalui program Departemen Luar Negeri untuk mempromosikan demokrasi di kawasan Timur Tengah. Program ini mendukung penuh semangat aktivis dan politisi yang terlibat aktif dalam kerusuhan di Mesir.

Program Departemen Luar Negeri, dijuluki oleh para pejabat AS sebagai “bantuan demokrasi “, program ini inisiatif pemerintah Obama untuk mencoba memenangkan kembali pengaruh AS dan sekularis di negara-negara Arab pasca Arab Spring yang menaikkan kalangan Islamis di pemerintahan , yang sebagian besar menentang kepentingan AS di Timur Tengah.

Aktivis yang disukung oleh program ini termasuk seorang perwira polisi yang dalam pengasingan yang merencanakan kekerasan menggulingkan pemerintah Mursi, seorang politisi anti-Islam yang menganjurkan menutup masjid dan menyeret para khotib dengan penuh kekuatan, serta tokoh politisi oposisi yang mendorong untuk pemecatan Presiden terpilih secara demokratis di negara itu, dokumen pemerintah AS itu menunjukkan. (Aljazeera/eramuslim.com, 11 juli 2013).

 

Kewajiban Peduli Sesama

Perumpamaan umat Islam sebagaimana digambarkan Rasulullah saw bagaikan satu tubuh.

Hadits rasul yang diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir berbunyi:“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).


Betapa banyak kaum Muslimin di penjuru bumi yang masih belum merasakan ketenangan dan ketentraman hidup. Apakah lantaran musibah atau lantaran belum bisa menjalani kehidupan beragama dengan aman, karena berbagai faktor yang mendiskreditkan umat Islam, dan seterusnya. Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Mesir harus mendapat perhatian dan kepedulian dari seluruh Umat Islam Dunia. Karena itu bagian dari bukti keimanan seorang Muslim.

 

Ada beberapa amal sebagai bentuk kepedulian terhadap sesame diantaranya berdoa. Berdoa diantara bukti perhatian terhadap sesama. Rasulullah sampaikan tetnag doa zahril gaib, yaitu doa dibaca ketika sedang tidak bersama orang yang kita doakan. Dengan membaca doa zahril gaib, Malaikat akan mendoakan si pembaca doa. Rasulullah Saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Abu Darda’ Ra.: "Doa seorang Muslim untuk saudaranya dalam keadaan zahril gaib (tidak bersama saudara yang didoakan) mustajab, (dan) di atas kepalanya (orang yang mendoakan) ada Malaikat yang diutus, setiap kali orang itu berdoa untuk kebaikan saudaranya, maka Malaikat itu akan berkata “dan bagimu seperti itu juga”. (HR. Muslim).

 

 

Tentunya selain doa, masih banyak sarana dan amal yang bisa kita lakukan untuk menolong sesama. Sebagai bukti perhatian terhadap kondisi kaum muslimin. Siapa yang memiliki kekuatan harta bisa dengan infak hartanya. Siapa yang memiliki kekuatan kepemimpinan dan kekuasaan bisa dengan kekuatan itu. Siapa yang hanya bisa berdoa, itulah bukti perhatian terhadap saudara seakidah. Dan setiap amal yang dilakukan untuk menolong sesama Muslim merupakan salah satu indikasi keimanan seseorang. Rasul Saw bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Sahabat Anas Ra.:“Tidak beriman seorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”.(HR. Bukhari).Wallahu a’lam.

 

 

 
tampilkan ajaran islam indah lembut logis.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1866
mod_vvisit_counterYesterday2038
mod_vvisit_counterThis week7835
mod_vvisit_counterLast week13129
mod_vvisit_counterThis month42415
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3766519