Home Artikel Tafakkur Benarkah 25 Desember Kelahiran Al-Masih?

Benarkah 25 Desember Kelahiran Al-Masih?

Oleh: Ust. H. Ahmad Yani, Lc. MA

Pada umumnya kelahiran Isa Al-Masih diyakini jatuh pada tanggal 25 Desember. Setiap tanggal tersebut Umat kristiani menurut kepercayaan mereka memperingati natal sebagai perayaan kelahiran anak Tuhan. Kata natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingati hari kelahiran Isa Al-Masih yang mereka sebut Tuhan Yesus.

 

Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325 – 354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal).

 

Umat Kristen merayakan natal pada tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Isa Al-masih yang dipercayai sebagai lahirnya Tuhan juru selamat mereka. Dengan kata lain peringatan natal bagi Kristiani adalah peringatan akan kelahiran Tuhan mereka. Namun, apakah benar tanggal 25 Desember itu merupakan hari kelahiran Isa Al-Masih? Bagaimana dengan fakta bahwa para teolog terkemuka Kristiani tidak ada yang berpendapat Al-Masih lahir pada tanggal tersebut? Antara mereka berbeda pendapat tentang kapan kelahiran Al-Masih.

 

 

Petunjuk Al-Quran dan Bibel

Isyarat dari Al-Qur’an dan Bibel menjelaskan bahwa Isa Al-masih tidak dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Allah SWT berfirman mengangkat kisah Sayyidah Maryam setelah Isa Al-Masih lahir: “dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menjatuhkan buah kurma yang masak kepadamu”. (QS. Maryam: 25). Menjatuhkan buah kurma yang masak? Kapan seseorang bisa mendapatkan buah kurma masak? Pada musim panas, pertengahan musim panas. Bukan di musim dingin. Dan musim panas tidak di bulan Desember.

 

Lebih riil, Bibel bisa menjadi acuan untuk menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus. Bibel Lukas 2:1:8 dan Matius 2:1, 10, 11 menjelaskan kondisi terkait kelahiran Al-Masih. Adapun Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran tersebut.

 

Tersebut dalam Lukas 2:1-8: “Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri… Tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya didalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada pengembala-pengembala yang tinggal di padang menjaga gerombolan ternak mereka pada waktu malam.

 

Adapun Matius 2:1, 10, 11 menyebutkan: “Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika mereka melihat bintang-gemintang, sangat bersuka citalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibunya.

 

Kedua injil tersebut, Lukas dan Matius menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengan bintang-gemintang di langit dan pengembala yang sedang menjaga domba-domba di padang rumput menunjukkan kondisi ketika itu musim panas. Para pengembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan panas terik matahari. Adapun tanggal 25 Desember adalah musim dingin. Yerussalem di Palestina yang terletak di belahan utara bumi, pada tanggal itu berada pada musim dingin bahkan pertengahan musim dingin yang sangat mencekam, Suhu udara pada waktu itu sangat rendah, dan memungkinkan turunnya salju.

 

Ragam pendapat para teolog

Sebenarnya, hampir seluruh teolog Kristen yang terkemuka sepakat bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Meski demikian, mereka berselisih pendapat mengenai tanggal lahir Yesus.

 

1. Yesus lahir tanggal 14 Maret SM

Menurut Josephus (sejarawan Yahudi), Yesus lahir pada tanggal 14 Maret tahun 4 Sebelum Masehi.

 

2. Yesus Lahir Bulan April atau November

Dr. J.L. Ch. Abineno menjelaskan bahwa Yesus mustahil lahir 25 Desember. Menurutnya, Yesus lahir pada bulan Maret, April atau November.

“Gereja-gereja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Kebiasaan ini baru dimulai dalam abad ke-4. Sebelum itu Gereja tidak mengenal perayaan Natal. Terutama karena gereja tidak tahu dengan pasti kapan –pada hari dan tahun keberapa– Yesus dilahirkan. Kitab-kitab Injil tidak memuat data-data tentang hal itu. Dalam Lukas pasal 2 dikatakan bahwa pada waktu Yesus dilahirkan, gembala-gembala sedang berada di padang menjaga kawanan domba mereka pada waktu malam. Itu berarti, bahwa Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan bulan November” (Buku Katekisasi Perjanjian Baru, hal. 14).

 

3. Yesus Lahir Bulan September

Pendeta Benyamin Obadyah, alumnus Jerusalem Center, Yerusalem, mengutip pendapat R.A. Honorof dalam bukunya The Return of the Messiah (1997), menyatakan bahwa Yesus lahir pada bulan September.

 

4. Yesus Lahir Bulan Januari

Ephiphanius dan Gereja Orthodox Timur memperingati Natal tanggal 6 Januari, lalu Gereja Katolik Ortodoks memperingati Natal tanggal 7 Januari, sedangkan Gereja Armenian memperingati Natal tanggal19 Januari.

 

Dari berbagai versi tanggal Natalan tersebut, tak satupun yang bisa dipercaya. Tabloid Victorius edisi Natal pernah mengungkapkan keheranannya tentang Natal yang misterius: “Entah kapan dan siapa tokoh pencetus hari Natal, hingga sekarang masih dicermati. Dan apa benar tanggal 25 Desember itu adalah hari kelahiran Yesus Kristus? Hal ini masih misterius”.

 

Karena kesimpangsiuran tanggal kelahiran Yesus itulah, seorang muallaf Wencelclaus Insan Mokoginta berani membuat sayembara terbuka berhadiah mobil BMW. “Jika ada yang bisa menunjukkan dalil dalam Alkitab bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah untuk merayakannya, kami sediakan hadiah mobil BMW dan uang tunai 10 juta rupiah,” tulis Wencelclaus dalam buku Mustahil Kristen Bisa Menjawab.

 

Tulisan di atas semoga bisa menjadi dalil cukup jelas bahwa Al-Masih ridak dilahirkan pada tanggal 25 Desember. Kemudian bagaimana dengan perintah untuk merayakan natal?

 

Ada beberapa sumber Kristen yang menolak perayaan natal.  Dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911 tentang Chrismas: “Natal bukanlah upacara gereja yang pertama … melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus.” Tentang “Natal Day” disebutkan: “Di dalam kitab suci tidak ada seorangpun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Fir’aun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.”

 

Tertulis dalam Encyclopedia Britanica, edisi 1946:  “Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambi oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala”.

 

Dari mana 25 Desember?

Perayaan natal tanggal 25 Desember lantaran pengaruh kebudayaan Romawi dengan paganisme. Tanggal 25 Desember dijadikan sebagai hari Natal disinyalir semata-mata mengadopsi tradisi pagan Romawi, agar sesuai dengan hari perayaan penyembahan berhala yang populer saat itu.

25 Desember adalah hari kelahiran dua dewa terkenal; perayaan kelahiran Dewa Matahari Romawi yang dikenal dengan perayaan matahari yang tak terkalahkan dan Dewa matahari kebenaran dan kebijakan.

Pada abad ke-4 Masehi, Gereja Katolik menjadikan 25 Desember sebagai peringatan kelahiran Yesus dengan pesta natal untuk menggantikan pesta kafir tentang perayaan kelahiran dewa tersebut. Dengan upaya seperti ini, gereja berharap agar para penyembah berhala matahari pada masa itu mudah diarahkan untuk beralih menjadi penganut Kristen. Dari sini dipahami beberapa kebiasaan yang terdapat pada perayaan Natal, disinyalir berasal dari perayaan penyembahan berhala-berhala pada masa itu. Misalnya, matahari yang disembah dalam perayaan berhala, diganti dengan simbol Yesus adalah Sang Matahari Kebenaran Penerang Dunia.

 

Kaisar Constantin Agung berusaha mempersatukan berbagai golongan dan agama guna eksistensi kekuasaan dan agama di masanya. Tradisi Natal pertama kali dirayakan di Roma tanggal 25 Desember 336 H, menggabungkan tradisi penyembahan matahari dengan tradisi perayaan kelahiran Yesus dalam Kristen. Sejak itulah 25 Desember diadopsi perlahan-lahan untuk merayakan Natal. Wallahu a’lam.

 

 

 
gambar-kata-mutiara-hikmah-ikadi-islamic-quotes-dai-akhlak.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1876
mod_vvisit_counterYesterday2038
mod_vvisit_counterThis week7845
mod_vvisit_counterLast week13129
mod_vvisit_counterThis month42425
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3766529