Home Artikel Tafakkur Kejayaan Umat Dalam Berhijrah

Kejayaan Umat Dalam Berhijrah

Kejayaan Umat Dalam Berhijrah

Dr. Tajuddin Pogo, Lc.MH

 

Muharram awal bulan hijriyah, adalah bulan kemenangan dan kejayaan. Di bulan ini Allah Swt. memenangkan Musa beserta Bani Israil atas Fir’aun dan bala tentaranya. Sebentar lagi umat muslim memasuki tahun baru Islam.  Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Detik dan menit terus berputar. Hari berganti hari menggenapkan hitungan minggu, bulan dan tahun.

Pergantian tahun Hijriyah sangat penting dalam Islam. Kata kunci dari hijrah adalah perubahan. Perubahan menuju lebih baik, dalam segala hal. Perubahan itu dilakukan semata-mata karena kebaikan, manfaat dan mencari ridha Allah swt. Memasuki tahun baru Hijriyah ini, mari kita awali dengan meluruskan dan mengikhlaskan niat. Dari Amirul Mukminin, Umar bin Khathab r.a., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya segala amal perbuatan bergantung kepada niatnya dan tiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan pahala hijrah karena Allah dan Rasulullah. Barang siapa yang hijrahnya karena faktor duniawi yang akan ia dapatkan atau karena wanita yang akan ia nikahi, maka ia dalam hijrahnya itu ia hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (H.R. Bukhari-Muslim)

 

Hijrah Syariat Abadi

Hijrah secara bahasa berarti “tarku” (meninggalkan). “Hijrah ila syai” berarti “intiqal ilaihi ‘an ghairi” (berpindah kepada sesuatu dari sesuatu). Dalam makna ini, hijrah memiliki dua bentuk. Hijrah Makaniyah dan Hijrah Ma’nawiyah. Hijrah makaniyah adalah berpindah secara fisik, dari satu tempat ke tempat lain. Kebanyakan ayat-ayat tentang hijrah bermakna Makaniyah. “Dan siapa yang berhijrah di jalan Allah (untuk membela dan menegakkan Islam), niscaya ia akan dapati di muka bumi ini tempat berhijrah yang banyak dan rezki yang makmur. Dan siapa yang keluar dari rumahnya dengan tujuan berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian ia mati (dalam perjalanan), maka sesungguhnya telah tetap pahala hijrahnya di sisi Allah. Dan (ingatlah) Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa:100). Sedangkan hijrah secara ma’nawiyahditegaskan dalam firman Allah swt. “Dan berkatalah Ibrahim: “Sesungguhnya aku senantiasa berhijrah kepada Tuhanku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”Al-Ankabut:26. “Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”Al-Muddatsir:5

Perintah hijrah adalah perintah yang sangat penting dan abadi.  Rasulullah saw. menjanjikan pahala yang besar bagi yang berhijrah. Semangat hijrah adalah semangat mentaati pemimpin dan semangat melaksanakan kebijakan dakwah untuk kejayaan dan kemenangan Islam dan umatnya. Karena itulah pengertian hijrah maknawi harus senantiasa ada dalam diri setiap muslim. Adapun pengertian hijrah secara maknawi adalah:

  1. Meninggalkan kejahiliyahan menuju kepada nilai Islam.
  2. Meninggalkan kekafiran menuju iman kepada Allah.
  3. Meninggalkan kesyirikan menuju tauhid, mengesakan Allah.
  4. Meninggalkan kebatilan menuju hak, kebenaran Islam.
  5. Meninggalkan perbuatan maksiat menuju perbuatan ketaatan kepada Allah.
  6. Meninggalkan sesuatu yang haram menuju sesuatu yang halal.

Meski demikian, dalam beberapa keadaan kondisi orang Islam berada dalam lingkungan  yang mengharuskannya melakukan hijrah fisik. Konsideran dari hijrah fisik tersebut adalah:

  1. Hijrah untuk keamanan bagi orang-orang yang lemah seperti hijrahnya kaum muslimin ke Habasyah.
  2. Hijrah untuk mengungsi dan bersifat sementara.
  3. Hijrah karena panggilan iman bagi seluruh kaum muslimin ke kota Madinah. Hijrah ke Madinah adalah bentuk mobilitas umum untuk mengokohkan basis sosial dan basis geografis. Kebijakan hijrah seperti ini pada masa Rasulullah saw selain panggilan keimanan, ini merupakan kebijakan politik Islam untuk menghadapi tantangan musuh dari luar Madinah.

 

 

Faktor Kesuksesan Hijrah

 

Nabi sebagai Pemimpin, sahabat sebagai generasi emas dan al-Qur’an sebagai pedoman menjadi faktor yang memberikan garansi kesuksesan hijrah. Nabi Muhammad Saw. yang memiliki sifat; amanah, jujur, tanggung jawab, simpatik, bijaksana dan segala sifat dan atribut lain yang menjadikan beliau sebagai figur pemimpin ideal, berhasil meyakinkan setiap mukmin untuk patuh dan taat sepenuhnya kepada beliau. Nabi Saw. yang juga memiliki fisik yang indah, kepribadian sempurna, akhlaq mulia, dan watak agung dan tinggi, sukses dengan gemilang menarik hati setiap orang yang mengenalnya bahkan termasuk juga musuh-musuh beliau.

Maka langkah kongkrit dan rasional yang harus dilakukan oleh umat saat ini bila benar-benar ingin bangkit dan bersatu padu adalah memilih pemimpin yang benar-benar amanah,  berwibawa dan dipatuhi serta bertanggungjawab dalam setiap level dari tingkat yang paling tinggi sampai tingkat paling rendah. Ciri-ciri pemimpin tersebut antara lain; jujur, adil, sederhana, berwibawa, pandai memimpin, bijaksana, cerdas dan tanggap, terbuka dan responsif, peduli, sabar, tekun, teliti, dan sifat-sifat mulia lainnya. Disamping memiliki sifat-sifat ini dia juga harus terbebas dari segala sifat yang merusak dan mengotori kepemimpinannya.

Sahabat adalah generasi yang benar-benar mengorbankan diri mereka buat Islam. Keyakinan dan kecintaan kepada Islam melebihi kecintaan mereka terhadap diri mereka sendiri. Maka segala siksaan dan penderitaan sepanjang masih berkenaan dengan jiwa raga mereka sendiri, tidaklah menjadi problem yang besar. Oleh karena mereka sangat yakin bahwa Islam adalah tidak ternilai dengan apa pun yang mereka miliki. Maka pengorbanan terbaik yang dapat mereka persembahkan adalah segala jiwa raga dan kemampuan mereka.

Umat Islam membutuhkan generasi-generasi seperti itu untuk bangkit kembali meraih kejayaannya. Hal itu merupakan harga mati.

Pada masa-masa kritis, para sahabat menerima paket turunnya ayat Al-Qur'an yang menghibur dan menghidupkan kembali semangat mereka yang mulai kendur atau sedikit melemah karena banyaknya ujian dan rintangan. Surat-surat dan ayat-ayat Al-Qur'an turun untuk memberikan hujjah dan penjelasan tentang prinsip-prinsip Islam yang menjadi spirit dan materi dakwah dengan berbagai metode yang menarik. Al-Qur'an datang untuk melapangkan dada yang sedang terhimpit atau tertekan oleh serangan-serangan teror musuh baik dalam bentuk manuver-manuver intelektual yang menyebarkan racun-racun kebimbangan atau pun teror mental dan ancaman yang menyesakkan dada. Al-Qur'an berisi jaminan dan janji akan kemenangan dan keberhasilan. Pokoknya Al-Qur'an mengandung segala hal yang dibutuhkan oleh seorang mukmin ingin bangkit dan meraih kejayaan.

Umat Islam saat ini harus lebih mempertebal keyakinan dan keimanan bahwa Al-Qur'an adalah pelita dan penerang bagi segala macam tantangan abad ini.

 

Pelajaran Hijrah

 

Ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa hijrah seperti yang dapat dikutip berikut ini;

1.       Sesungguhnya keberhasilan dan kemenangan itu diraih dengan usaha dan strategi yang tepat dan diilhami oleh keimanan. Rasulullah Saw. berhijrah ke Madinah dengan petunjuk dan inayah (perhatian, pengawasan dan penjagaan) Allah Swt. Beliau tidak diselamatkan dari kejaran dan tangkapan musuh, dengan mukjizat dan kejadian yang luar biasa. Allah Swt. tidak mengirim Jibril AS dan kendaraan Buroq untuk mengangkut beliau ke Madinah sebagaimana dalam perjalanan malam peristiwa Isra’ dan Mikraj. Tetapi Allah Swt. menuntun beliau untuk berusaha dan mengatur strategi dalam berjihad dan agar umat Islam mengambil pelajaran darinya.

2.      Urgensi merubah dan memperbaharui strategi, pusat komando dan jaringan dalam perjuangan Islam. Kebuntuan ekspansi dakwah di Mekkah, mengilhami Rasulullah Saw. untuk mengalihkan pusat komando dakwah dari Mekkah ke Madinah. 

3.      Tiada kejayaan dan kemenangan tanpa pengorbanan, dan tak akan ada pengorbanan bila tidak dilandasi oleh cinta yang tulus kepada Allah Swt., Rasulullah Saw. dan perjuangan Islam.

 

 
ikadi-fbquotes-28_56.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1876
mod_vvisit_counterYesterday2038
mod_vvisit_counterThis week7845
mod_vvisit_counterLast week13129
mod_vvisit_counterThis month42425
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3766529