Home Artikel Opini Pentingnya Dai

Pentingnya Dai

Pada 2 Maret 2018 lalu saya menghadiri acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) untuk bersilaturahmi, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara tersebut. Saya ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada pengurus Ikadi dari seluruh Indonesia yang berkenan mengadakan acara di Padang. Semoga kehadiran para dai ini turut membawa berkah bagi Kota Padang dan Sumbar. Karena dai adalah guru yang mengajak kepada kebaikan yaitu nilai-nilai Islam yang universal dan rahmatan lil’alamin.

Satu hal yang menarik bagi saya ketika mengikuti acara tersebut adalah sambutan dari Ketua Umum Ikadi Prof. Dr. Ahmad Satori Ismail yang meminta para dai menggunakan media sosial untuk menyebarkan konten kebaikan. Demikian juga dengan sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Bpk. Hendri yang dalam sambutannya juga berpesan agar para dai bisa menjadi dai zaman now yang bisa menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada.

Mengapa para dai harus menyesuaikan diri mereka dengan situasi dan kondisi yang ada? Dan juga mengapa harus menggunakan media sosial? Karena sekarang di situlah kebanyakan masyarakat hidup sehari-hari. Maka tak heran jika dari media sosial dan dunia maya kini dikenal masyarakat luas dakwah seorang dai yang bernama Ustaz Abdul Somad (UAS). Salah satu dai yang mampu memenuhi dahaga umat di dunia maya. Bahkan kabarnya ceramah UAS ini juga ditonton oleh umat beragama lain karena penuh dengan pesan-pesan nilai Islam yang universal dan rahmatan lil’alamin. Dan tidak hanya di dunia maya, di dunia nyata pun UAS dipenuhi undangan ceramah di berbagai tempat baik di dalam maupun luar negeri.

Demikian pula dengan Ustaz Yusuf Mansur (UYM) yang dikenal dengan ajakan sedekah sebagai sebuah pintu untuk membuka rezeki yang luas. UYM menggunakan media sosial untuk berdakwah. Dan pada 28 Februari 2018 lalu UYM mengajak seluruh masyarakat membuka tabungan di Bank Muamalat Indonesia (BMI) sebagai bentuk dukungan kepada bank tersebut yang didirikan oleh umat Islam. UYM menyiarkan kegiatan tersebut melalui akun media sosialnya. Dan ternyata media sosial cukup efektif dan efisien bagi para dai untuk menyampaikan ajaran Islam yang mulia sehingga bisa diterima oleh masyarakat sekaligus mengajak kepada kebaikan secara bersama-sama.

Fungsi para dai sesungguhnya sejajar dengan fungsi guru di sekolah. Jika guru berada di sekolah dari pagi hingga siang atau sore, maka dai banyak berada di luar sekolah memberikan pengajaran akan nilai-nilai Islam yang ada di dalam Alquran dan Hadis kepada masyarakat luas.

Tanpa guru, sulit rasanya terjadi transfer ilmu atau proses pendidikan. Keberadaan guru di sekolah adalah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengajaran kepada murid-muridnya. Demikian pula keberadaan dai. Tanpa dai yang selalu mengajak umat kepada pengamalan ajaran Islam berdasarkan Alquran dan Hadis, sulit rasanya terwujud masyarakat yang berperadaban sesuai dengan tuntunan nilai-nilai agama. Karena dai bertugas menyampaikan pesan-pesan yang ada dalam Alquran dan Hadis kepada masyarakat dengan bahasa yang dimengerti oleh masyarakat.

Seperti halnya Rasulullah Saw yang menyampaikan firman Allah Swt dari Alquran secara bertahap kepada para sahabat, keluarga, dan kaum muslimin pada waktu itu, begitu pula peran dai yang menyampaikan ayat-ayat Allah Swt kepada masyarakat dengan penuh hikmah.

Oleh karena itu, keberadaan dai adalah kebutuhan bagi umat Islam. Bahkan mungkin juga umat beragama lain. Karena dai tidak hanya berdakwah secara lisan, tetapi juga perbuatan. Dan pada saat seperti ini jutsru berperan penting sebagai perekat kesatuan bangsa.

Semoga dengan Silatnas Ikadi 2018 bisa memperkokoh eksistensi dai di seluruh Indonesia dan menghasilkan rumusan yang penting dan strategis untuk kegiatan dakwah ke depannya sehingga nilai-nilai Islam yang universal dan rahmatan lil’alamin bisa disampaikan dengan bahasa yang baik oleh para dai.

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekspres, 7 Maret 2018

(irwan-prayitno.com)

 

 

KLIK DI SINI UNTUK INFORMASI LEBIH LANUT

Berhemat Sambil Berinfaq

Powered by Koperasi Kopsyadi
gambar-kata-mutiara-hikmah-ikadi-islamic-quotes-assyafii001b.jpg

Artikel Terbaru

Pentingnya Muhasabah

  Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab secara etimologis berarti melakukan perhitungan. Dalam tulisann... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2848
mod_vvisit_counterYesterday4101
mod_vvisit_counterThis week18478
mod_vvisit_counterLast week20424
mod_vvisit_counterThis month68075
mod_vvisit_counterLast month111954
mod_vvisit_counterAll days4380082