Home Artikel Moderasi Islam

Moderasi Islam

Teknologi Islam Moderat (Bag.2/2)

3.      Sumbangan Islam terhadap sains modern

a.    Kesaksian ilmuwan barat tentang kontribusi ilmuwan Islam terhadap kemajuan Barat

Buku Guinness Book of World Record mencatat University of Al-Karouine (jami’at al Qarawiyyin) di Fez, Maroko, sebagai universitas tertua di dunia yang berdiri di tahun 859. 17 Setelah itu baru berdiri Al Azhar di Kairo, Mesir, di abad 10 yang menawarkan beberapa jurusan akademis termasuk program paska sarjana.

 

Menurut Turner, Ibnu Al-Haitham adalah ilmuwan Muslim yang mengkaji ilmu optik dengan kualitas riset yang tinggi dan sistematis. ''Ilmu optik merupakan penemuan ilmiah para sarjana Muslim yang paling orisinil dan penting dalam sejarah Islam,'' ungkap Howard R Turner dalam bukunya Science in Medieval Islam. Pernyataan Turner itu membuktikan bahwa dunia modern yang didominasi Barat saat ini tak boleh menafikkan peran sarjana Muslim di era keemasan. Sebab, dari para ilmuwan Muslimlah, sarjana Barat seperti Leonardo da Vinci, Kepler, Roger Bacon, serta yang lainnya belajar ilmu optik.

Ilmu kimia merupakan sumbangan penting yang telah diwariskan para kimiawan Muslim di abad keemasan bagi peradaban modern. Para ilmuwan dan sejarah Barat pun mengakui bahwa dasar-dasar ilmu kimia modern diletakkan para kimiawan Muslim. Tak heran, bila dunia menjuluki kimiawan Muslim bernama Jabir Ibnu Hayyan sebagai 'Bapak Kimia Modern'." Para kimiawan Muslim adalah pendiri ilmu kimia," cetus Ilmuwan berkebangsaan Jerman di abad ke-18 M. Tanpa tedeng aling-aling, Will Durant dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith, juga mengakui bahwa para kimiawan Muslim di zaman kekhalifahanlah yang meletakkan fondasi ilmu kimia modern. Menurut Durant, kimia merupakan ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh peradaban Islam. "Dalam bidang ini (kimia), peradaban Yunani (seperti kita ketahui) hanya sebatas melahirkan hipotesis yang samar-samar," ungkapnya. Sedangkan, peradaban Islam, papar dia, telah memperkenalkan observasi yang tepat, eksperimen yang terkontrol, serta catatan atau dokumen yang begitu teliti. "Kontribusi yang diberikan Al-Razi dalam ilmu kimia sungguh luar biasa penting," cetus Erick John Holmyard (1990) dalam bukunya, Alchemy. Berkat Al-Razi pula industri farmakologi muncul di dunia.

 

4.      Sebab-sebab kemajuan teknologi dan sains di masa-masa kejayaan Islam

 

Disamping secara eksternal saat itu Barat tengah tertidur lelap dalam buaian teosentrisme dan alam pikiran yang jumud, bahkan bangsa barat saat itu dalam kondisi terbelakang.  Islam mengalami kebangkitan intelektual dan kultural yang sepektakuler dengan revolusi pemikiran dan budaya Islam yang bercorak peradaban baru, menyambung matarantai peradaban sebelumnya (Yunani, Babilon, dan Persia). Islam yang kosmopolit, humanistik, kultural, dan saintifik yang puncaknya pada era Abasiyyah.

Secara umum menurut Arif16) ada beberapa faktor yang telah mendorong kemajuan sains di dunia Islam saat itu yakni; 1). Kesungguhan dalam mengimani dan mempraktikkan ajaran Islam sehingga lahirlah individu-individu unggul. 2). Motivasi agama. 3). Faktor sosial politik. 4). Faktor ekonomi. 5). Faktor dukungan dan perlindungan penguasa saat itu.

 

5.      Sebab-sebab kemunduran umat Islam dalam Pengetahuan

a.       Eksternal

Sekalipun Negara-negara yang dihuni ummat Islam secara populasi, geopolitik, dan kekayaan sumber daya alamnya berada jauh di atas negara lain, namun saat ini umat Islam masih sebagai end user produk sains dan teknolgi. Barang-barang produksi umat Islam masih berbasiskan sumber daya alam yang mempunyai nilai tambah (added value) sangat rendah rendah, belum berbasis sains dan teknologi. Para ilmuwan dan teknolog Muslim belum maju, belum jadi referensi saintis dan teknokrat dunia lainnya. Justeru yang terjadi adalah banyak ummat Muslim yang belajar, dan meneliti berbagai bidang sains dan teknologi kepada ilmuwan barat di Eropa, Amerika, Jepang, Australia dan lain-lain. Bahkan yang lebih tragis, di sana para ilmuwan Islam tidak hanya belajar bidang sains dan teknologi tetapi juga dalam bidang kajian Islam. Banyak sarjana dalam kajian Islam lulus dari hasil berguru kepada orang-orang bukan Islam di Oxford, Sorbonne, Chicago, Canberra, Canada dan lain-lain. Begitulah kondisi dan citra ummat dan ilmuwan Muslim saat ini. Tentu kondisi yang sama sekali berbeda jauh dengan zaman keemasan Islam ini, tidak terjadi begitu saja. Namun merupakan perwujudan dari proses eksternal dan buah kelemahan internal yang cukup komplek yang sampai saat ini masih sering diseminarkan.

Faktor serangan Mongol yang membumi-hanguskan Baghdad pada abad ke-11 sering dimasukkan sebagai salah satu penyebab eksternal dari stagnannya perkembangan sains dan teknologi Islam. Hal lain, yaitu ketergantungan ekonomi yang besar pada negara-negara Barat dan tidak adanya stabilitas politik pada masa khilafah Utsmaniyah Turki sebenarnya berkontribusi signifikan juga. Seperti diketahui, pada awal kekuasaan Turki Utsmani, mulai dibukanya rute ke Timur lewat Tanjung Harapan, para pedagang Eropa mulai membentuk hubungan dagang dengan Turki. Pada tahun 1553, Sultan Sulaiman I menyetujui perjanjian perdagangan bebas antara Inggris dengan Turki dan Inggris kemudian mendirikan Levian Company di Turki (mirip VOC pada masa awal penjajah Belanda di Indonesia). Pihak Turki demi mengurangi kerepotan industri, mulai mengimport barang dari Inggris maupun negara-negara Eropa lainnya, sehingga lambat laun perekonomian Turki menjadi tergantung kepada perekonomian Eropa. Pada awalnya tidak terasa adanya bahaya kejadian tersebut karena komoditas import hanya berkisar pada tekstil wol, logam dan kertas. Akan tetapi, masuk abad ke-19, dampak pengimporan barang-barang dari Eropa menjadi terasa. Apalagi keadaan politik yang semakin memburuk, yaitu adanya perpecahan dan upaya pemisahan diri dari negara-negara bagian Turki. Sehingga saat terjadi revolusi industri di Eropa, perekonomian dan industri di negara-negara Islam menjadi lemah. Melemahnya perekonomian menyebabkan rendahnya daya dukung terhadap pengembangan sains dan teknologi. 14)

Sains Islam mulai terlihat kemunduran yang signifikan adalah setelah tahun 1800 disebabkan faktor eksternal seperti pengaruh penjajahan yang dengan sengaja menghancurkan sistem ekonomi lokal yang menyokong kegiatan sains dan industri lokal. Contohnya seperti apa yang terjadi di Bengali, India, saat sistem kerajinan industri dan kerajinan lokal dihancurkan demi mensukseskan revolusi industri di Inggris.

b.      Internal

Banyak ilmuwan, pakar sains dan teknologi Islam mencoba untuk mencari akar permasalahan kemunduran sains ummat ini dan kemudian mencoba untuk mencari solusi. Diantaranya, Prof. Dr. Abdus Salam, Ilmuwan Muslim yang mendapatkan Nobel pada tahun 1978, mengutarakan bahwa umat Islam tertinggal dalam bidang sains dan teknologi karena beberapa faktor diantaranya:15)  

a.  Tidak mempunyai komitmen terhadap sains, baik sains terapan maupun sains murni.

b. Tidak memiliki hasrat yang kuat untuk mengusahakan tercapainya kemandirian sains dan teknologi (self reliance).

c.   Tidak membangunkan kerangka institutional dan legal yang cukup untuk mendukung perkembangan sains.

d.   Menerapkan cara yang tidak tepat dalam menjalankan manajemen kegiatan di bidang sains dan teknologi.

Sedangkan Prof. Baiquni, mantan Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Nasional Indonesia (1973-1984), dalam bukunya Al Qur’an, Sains dan Teknologi menguraikan bahwa diantara sebab tertinggalnya umat Islam dalam bidang sains dan teknologi adalah :

a.   Adanya dikotomi di kalangan ulama Islam yang mungkin tidak begitu memahami atau salah faham terhadap buah fikiran Imam Al Ghazali, sehingga mereka memisahkan ilmu-ilmu agama dari sains dan teknologi.

b.  Embargo sains dan teknologi yang dibuat oleh negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang, lebih-lebih lagi terhadap negara yang mayoritas umat Islam.  

c.   Jumlah pakar sains, penerbitan, lembaga pendidikan tinggi/riset di negara-negara Islam jauh lebih kecil dari pada yang ada di negara-negara bukan Islam.

6.      Langkah-langkah menuju kebangkitan sains dan teknologi umat

 

a.      Reorientasi Motivasi

Mencermati realita dunia pendidikan saat ini, misalnya sertifikasi guru dan dosen yang disinyalir lebih hanya karena adanya tambahan insentif yang akan didapatkan bukan konsideran kualitas. Jurusan di pergurun tinggi yang menjadi favorit lulusan SMA adalah jurusan yang kiranya memberikan peluang kerja dengan imbalan financial yang paling banyak, bukan karena pertimbangan sisi apa yang mungkin dikontribusikan untuk pembangunan ummat. Sehingga motivasi ummat Islam mengkaji sains dan teknologi saat ini, secara umum dapat disebutkan didorong oleh :

  1. Menuntut ilmu untuk ilmu itu sendiri, mereka adalah para petualang intelektual.
  2. Mereka  yang mencari ilmu karena motivasi dunia, mereka mencari martabat, kesenangan dunia, dan kebanggaan primordialisme dengan ilmu.
  3. Ada yang mencari dan mengembangkan sains dan teknologi karena memenuhi tuntutan dan tuntunan Allah SWT dalam upaya mengabdikan diri dan mencari keridhaan Allah. Golongan ini menggunakan ilmu untuk membangunkan berbagai industri yang bermanfaat bagi manusia, membangun ekonomi, membangunkan peralatan ketenteraan untuk membela diri, membangunkan pertanian, membuat bangunan-bangunan, sekolah, gedung, jalan raya dan lain-lain dengan tujuan agar dapat melindungi iman, memperkuatkan syariat, membesarkan syiar Allah, mendaulatkan hukum-hukum Allah. Inilah ilmuwan dan teknolog yang bertaqwa. Mindset yang melatar belakangi apapun adalah iman, menuntut ilmu merupakan bagian dari ibadah, salah satu jalan mengenal Allah (ma’rifatullah), dan ahli ilmu adalah pewaris para nabi.

Saat kita cermati shirah nabawiyah, Rasulullah SAW memulai  proses pendidikan (tarbiyah) dengan menyemai aqidah kepada peserta didiknya sehingga mendorong para sahabat untuk menuntut ilmu guna mensupport kebutuhan ummat Islam. Hasilnya dalam waktu 30 tahun saja umat Islam menguasai lebih separuh dunia. Romawi dan Persia takluk kepada mereka pada zaman Pemerintahan Umar ibnu Khattab. Para Saintis kedua superpower tersebut masuk ke dalam agama Islam sengan suka rela dan beralih menjadi saintis Islam. Sejak itu berkembanglah budaya Ilmiah Islam dalam masyarakat Islam. Hal ini terulang kembali di zaman Fatimiyah, Abbasiyah dan Uthmaniah khususnya di zaman Sultan Muhammad Al Fatih yang menggunakan kaedah yang sama dengan yang digunakan oleh Rasulullah SAW dan berhasil memajukan sains dan teknologi dalam masyarakat Islam.15)  

Motivasi kajian sains dan teknologi harusnya menambah rasa cinta serta takut kepada Allah, serta dapat merasakan kebesaran Allah melalui alam ciptaaanNya. Dalam mengkaji hewan, tumbuhan, manusia dan alam semesta, fikiran dan hati seyogyanya dikaitkan dengan kebesaran dan keagungan Allah. Sehingga apa saja ilmu yang kita pelajari, kita kaji dan kembangkan, selalu kita kaitkan dengan kebesaran Allah. Apalagi kaidah fiqih yang menyebutkan “Ma laa yatiimul waajib illaa bihi, fahuwa wajib” (Apa yang mutlak diperlukan untuk menyempurnakan sesuatu kewajiban, hukumnya wajib pula) perlu direnunglah oleh ummat saat ini. Ketika melihat bahwa untuk menyempurnakan pengabdiannya kepada Allah memerlukan sesuatu maka sesuatu itu menjadi keniscayaan untuk diadakan. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sains dan penggunaan teknologi haruslah dibingkai hukum syara’. Teknologi hanya akan digunakan untuk memanusiakan manusia, teknologi digunakan untuk menjadikan Islam rahmat bagi seluruh alam.

 

b.      Integrasi sains dan Islam

Sistem pendidikan (tarbiyah Islamiyah) yang dikembangkan umat Islam di zaman Rasulullah SAW dan salafus saleh telah berhasil melahirkan kelompok ilmuwan dan teknolog yang bertaqwa dan kompeten dibidangnya. Sehingga ilmuwan dan teknolog Muslim di zaman itu telah menghasilkan publikasi yang menjadi rujukan bagi ilmuwan lain. Mereka menjadi peletak dasar-dasar sains dalam berbagai bidang seperti aljabar, matematika, astronomi, fisika, kimia, optik, biologi, geologi, dan kedokteran.

Sistem pendidikan kita saati ini bukan hanya telah gagal menghasilkan ilmuwan dan teknolog yang unggul di bidangnya, tetapi juga gagal menghasilkan insan yang takut kepada Allah (QS. Al-Baqarah 2 : 191). Salah satu penyebabnya adalah pendidikan yang dianut sekarang hanya dimaknai sekedar transfer ilmu (transfer of knowledge) hanya menyentuh aspek cognitive belaka. Sementara berdasarkan survey terhadap hubungan antara sains dan agama sebaiknya bagaimana, maka 13,74% menjawab konflik; 22,1% independensi; 8,4% dialog, dan 55,7% integrasi. 18)

Sistem pendidikan sekular yang dianut, dengan memisahkan antara ilmu umum dan ilmu agama (dichotomi), telah melahirkan dua jenis manusia yang ekstrim : sistem pendidikan agama yang melahirkan manusia yang hanya berfikir kepada fikih, halal haram dan kurang memperdulikan kemajuan pembangunan material. Sementara sistem lainnya hanya melahirkan manusia yang pandai membuat kemajuan dan pembangunan material tetapi makin jauh dari Allah.

Upaya mengintegrasikan ilmu umum dan agama cukup intensif sejak tahun 1950-an. Islamisasi sains ini dipopulerkan oleh Sayyed Hossein Nasr, Ziauddun Sardar, Ismail al-Faruqi, al-Attas dan akhir-akhir ini Mehdi Golshani. Di Indonesia sendiri, wacana integrasi sains dan Islam diimpikan akan didapatkan melalui konversi IAIN/PTAI menjadi UIN, sekalipun realitanya yang terjadi mengindikasikan lebih karena faktor lain yang sangat jangka pendek.

c.       Dukungan Pemerintah dan masyarakat

Secara internal, yang paling rasional atas kemandegan sains di dunia Muslim adalah kegagalan pemimpin memanfaatkan dan mengkoor­dinasikan pengembangan disiplin ilmu sains.19)  Peran strategis negara dalam menyediakan stimulus positif bagi perkembangan ilmu terlihat di masa lalu. Sekolah yang disediakan negara bisa diakses masyarakat dengan mudah. Bahkan Rasulullah telah menyuruh umat Islam untuk berburu ilmu sampai ke Cina.  Sejarah juga membukukan bahwa al-Kindi dipercaya Khalifah al-Ma’mun untuk mengelola Baitulhikmah yang kala itu gencar menerjemahkan buku-buku sains dari berbagai bahasa, seperti Yunani. Bahkan ketika Khalifah meninggal, putranya al-Mu’tasim, mengangkat al-Kindi menjadi guru bagi anaknya. Gerakan penerjemahan literatur kedokteran dari Yunani dan bahasa lainnya ke dalam bahasa Arab yang berlangsung pada abad ke-7 hingga ke-8 Masehi. Pada masa itu, sarjana dari Syria dan Persia secara besar-besaran menerjemahkan literatur dari Yunani dan Syiria kedalam bahasa Arab. Khalifah Al-Ma’mun dari diansti Abbasiyah mendorong para sarjana untuk berlomba-lomba menerjemahkan literatur penting ke dalam bahasa Arab. Khalifah pun menawarkan bayaran yang sangat tinggi bagi para ilmuwan yang bersedia untuk menerjemahkan karya-karya kuno. Selain melibatkan ilmuwan Muslim, tak sedikit pula dari para penerjemahan itu yang Kristen. Mereka diperlakukan secara terhormat oleh penguasa Muslim. Proses transfer ilmu kedokteran yang berlangsung pada abad ke-7 dan ke-8 M membuahkan hasil. Pada abad ke-9 M hingga ke-13 M, dunia kedokteran Islam berkembang begitu pesat dan sejumlah rumah sakit (RS) besar berdiri. Pada masa kejayaan Islam, RS tak hanya berfungsi sebagai tempat perawatan dan pengobatan para pasien, namun juga menjadi tempat menimba ilmu para dokter baru.

Kondisi kekinian ummat Islam; sebagai contoh Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim, tahun 2008 hanya mendapatkan peringkat 109 dari indek pembangunan (HDI)21 dengan education index hanya 0,830. Banding dengan Israel dan Korea yang masing-masing berada pada peringkat 24 dan 25. Jumlah publikasi sebagai indikator produktifitas para ilmuwan/ulama dari negara-negara yang mayoritas Muslim juga relatif rendah dibandingkan negara-negara nonmuslim. Untuk tahun 2008 USA dengan 353.409 publikasi berada para urutan nomor 1 dunia, Cina (2), Korea (12), Taiwan (16), Israel (22), Iran (25), Mesir (41), Malaysia (44), Pakistan (48), dan Indonesia (66) hanya dengan 918 publikasi22. Bandingkan jumlah publikasi tersebut terhadap populasi penduduk masing-masing negara, maka akan didapatkan rasio yang sangat rendah untuk Indonesia.

d.   Kolaborasi dan soliditas antara para akademisi, institusi penelitian, penerbit, pihak industri, dan berbagai potensi internal ummat Islam terkait lainnya akan mengakselarasi konstruktif terwujudnya kebangkitan.

e.    Sejarah mencatat bahwa salah satu faktor yang membantu perkembangan sains di Eropa dahulu adalah ha­sil jiplakan mereka dari peradaban Islam19). Saat ini posisi terbalik, sains di Eropa lebih unggul. Maka juga perlu ada upaya intensif menterjemahkan rujukan mereka dalam bahasa yang mudah dimengerti ummat ini untuk kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh para saintis muslim.

f.    Kemandegan ekonomi dan instabilitas politik, ternyata juga salah satu faktor lambatnya perkembangan sains dan teknologi Islam, ditambah dengan fanatisme. Sehingga perlu adaya upaya serius menciptakan stabilitas ekonomi dan politik yang lebih baik.

g.    Kaedah Pendidikan yang dianut kurang tepat. Pendidikan umat Islam sudah diselenggarakan dengan kaedah dan tata cara yang tidak Islam, fokus pendidikan sekarang ini bukan pada perubahan insan tetapi pada pengajaran ilmu dan kepakaran yang dibuktikan dengan selembar ijazah atau diploma. Ijazah itulah yang kemudian menentukan masa depan, jabatan dan gaji seseorang. Sehingga tidak mendorong terbentuknya manusia yang berakhlaqul karimah dan bertaqwa. Bila ilmu tersebut diamalkan, maka Allah akan beri lagi dia bermacam-macam ilmu yang dia belum ketahui. Sabda Rasulullah SAW : Barang siapa yang mengamalkan apa yang dia tahu niscaya Allah akan berikan ilmu yang dia tidak tahu..  (Riwayat Abu Naim).

KEPUSTAKAAN

1.    Afzalur Rahman,2007. Ensiklopediana Ilmu Dalam Al-Qur’an: Rujukan Terlengkap Isyarat-Isyarat Ilmiah Dalam Al-Qur’an. Cetakan II, Penerbit Mizania PT Mizan Pustaka, Bandung.

2. Mustanir, PERAN SAINS dan TEKNOLOGI  DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN, Disampaikan pada seminar Sains dan Teknologi, Banda Aceh 10-12 Maret 2008.

3.      Heri Ruslan, REPUBLIKA - Selasa, 13 Mei 2008. Optik

4.      Heri Ruslan, REPUBLIKA - Kamis, 30 Oktober 2008, kimia

5.      http://en.wikipedia.org/wiki/Alchemy_and_chemistry_in_Islam

6.      http://en.wikipedia.org/wiki/Jabir_ibn_Hayyan

7.      http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Razi

8.       http://labitacoradealchemy.blogspot.com

9.      Heri Ruslan, REPUBLIKA - Republika. Jumat, 23 Mei 2008, kedokteran

10.  Heri Ruslan Kamis, 11 Desember 2008 pukul 13:39:00

11.  http://3schizodhi.co.cc/?p=184---------

12.  Heri Ruslan REPUBLIKA - Rabu, 20 Agustus 2008 

13.   http://kbi.gemari.or.id/beritadetail.php?id=727---

14.  Rahmat Hasbi, IAIN Raden Intan Bandar Lampung Masa Depan Teknologi Islam Harian PELITA, Jakarta, Senin, 10 Juni 1996

15.  http://umrahhajiplus.com/baca.php?ArtID=141 Mengapa Umat Islam Tertinggal Dalam Sains & Teknologi?

16.  Republika, Jumat, 23 Maret 2007  Kemunduran  Sains Umat Islam  Oleh : Syamsuddin  Arif.

17.  The Guinness Book Of Records, Published 1998, ISBN 0-5535-7895-2, P.242.

18.  http//forum.detik.com 27 April 2008

19.  Mengapa Revolusi Ilmu Pengetahuan Terjadi di Eropa dan Bukan di Dunia Muslim? Ditulis oleh Umar A. M. Kasule    http://www.iptekita.com/content/view/19/1/

20.  Maurice Buccaile, La Bible Le Coran Et Le Science, terj. Bible, Qur’an dan Sains Modern oleh H.M. Rasjidi, Jakarta: Bulan Bintang, hal. 10.

21.  http://hdr.undp.org

22.  www.scimagojr.com


(SELESAI) 

 


 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 5
gambar-kata-mutiara-hikmah-ikadi-islamic-quotes-assyafii001b.jpg

Artikel Terbaru

Khutbah Jum'at - Ketika Hatimu Keras dan Membatu

KETIKA HATIMU KERAS DAN MEMBATU Oleh Inayatullah Hasyim     إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ؛ نَح... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday16
mod_vvisit_counterYesterday2153
mod_vvisit_counterThis week2169
mod_vvisit_counterLast week13659
mod_vvisit_counterThis month2169
mod_vvisit_counterLast month63881
mod_vvisit_counterAll days2839531