Home Artikel Mauizhoh Ampunan dan Afiat

Ampunan dan Afiat

Oleh: Prof Dr KH Achmad Satori


Diriwayatkan dari Abbas bin Abdul Muthalib RA, ia berkata, “Aku memohon kepada Rasulullah SAW. “Ajarilah kepadaku sesuatu yang digunakan untuk berdoa kepada Allah.” Maka, beliau menjawab, “Wahai Abbas, paman Rasulullah SAW, mintalah kepada Allah afiah (keafiatan) di dunia dan akhirat.” (HR Tirmidzi).

Dalam hadis lain yang diriwayatkan Ibnu Umar RA bahwa Nabi SAW bersabda, “Tiadalah suatu yang diminta seorang hamba dari Allah yang lebih dicintai daripada meminta afiah.” (HR Tirmidzi).

Dalam kitab Al-Hishnul Hashiin, al-Jazari berkata, doa Rasulullah SAW untuk meminta afiat merupakan hadis mutawatir, baik lafaz maupun maknanya, yang datang kepada kita melalui 50 jalan. “Mohonlah ampunan dan afiat kepada Allah karena seseorang tidaklah diberi sesuatu yang lebih baik setelah keimanan dari afiat.” 

Afiat adalah dukungan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya untuk bisa menunaikan perintah-Nya, menerima qadha dan qadar-Nya dengan rida dan berserah diri. Dukungan Ilahi ini bisa berupa kesehatan jasmani dan rohani, rezeki halal, taufik, dan hidayah Allah. Orang yang meminta afiat berarti meminta dukungan atas apa yang niat dikerjakannya. 


Doa ini merupakan bekal untuk menolak bahaya dan menarik semua kebajikan. Ibnu al-Jauzi mengatakan, orang yang berbahagia adalah orang yang merendah di hadapan Allah dan selalu memohon afiat. Karena, afiat tidak akan diberikan tanpa ujian. 

Seorang yang berakal akan selalu meminta afiat untuk mengalahkan semua ujian dalam semua situasi dan kondisi. Dan, kita memerlukan kesabaran untuk menghadapi ujian sekecil apa pun. Seseorang tidak akan mencapai rida Allah tanpa ujian. 

Sabar hakiki akan terwujud saat kita menerima semua takdir Ilahi. Dan, ketentuan Ilahi jarang yang datang seirama dengan keinginan nafsu kita. Orang cerdas adalah yang mampu menguasai nafsunya melalui kesabaran yang dijanjikan berpahala besar. 

Al-Manawi mengatakan, maksud hadis “Mohonlah ampunan dan afiat” adalah larangan untuk meminta bala dan ujian. Ampunan adalah penghapusan dosa, sedangkan afiat adalah keselamatan dari sakit dan bala.

Afiat itu mencakup di dunia dan akhirat. Karena kesalehan seorang hamba tidak akan sempurna kecuali dengan ampunan dan keimanan yang meyakinkan. Keimanan ini yang mampu menolak siksa akhirat. Sedangkan, afiat menolak penyakit dunia yang ada dalam hati ataupun di badan. 

Oleh karena keafiatan di dunia merupakan nikmat Allah yang besar, orang yang mendapatkannya wajib menjaganya dan melindunginya dari hal-hal yang merusak. Dalam hal perintah doa afiat kepada Abbas yang dianggap sebagai orang tuanya, terdapat dorongan kepada kita agar membiasakan diri untuk memohon afiat kepada Allah.

Al-Mubarokfuri berkata, “Perintah Rasul SAW kepada Abbas untuk memohon keafiatan merupakan dalil tegas bahwa memohon keafiatan adalah doa yang tiada tandingannya bila dibandingkan doa-doa lain.

Sumber:Republika

 

 
gambar-kata-mutiara-hikmah-ikadi-islamic-quotes-assyafii001b.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday283
mod_vvisit_counterYesterday2038
mod_vvisit_counterThis week8241
mod_vvisit_counterLast week12646
mod_vvisit_counterThis month40832
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3764936