Home Artikel Mauizhoh Al-Quran Sumber Kebahagiaan

Al-Quran Sumber Kebahagiaan

Al-Quran Sumber Kebahagiaan
 
Oleh: KH. Samson Rahman, MA
 
Alquran adalah sumber hidayah, penyembuhan jiwa, pengingat, rahmat dan pembeda antara kebenaran dan kebatilan. Dia adalah sumber mata air kebahagiaan yang tidak pernah kering. Dia adalah penjelas atas segala sesuatu. Tidak ada satu masalah apapun yang Alquran sisakan, kecuali di sana ada penjelasan yang dijadikan sebagai arahan agar manusia bisa hidup terarah dan tepat sasaran.
 
Alquran merupakan mukjizat paling spektakuler yang tidak dimiliki oleh agama manapun. Agama langit ataupun agama bumi.
 
Tujuan utama inti dan utama Alquran adalah meluruskan jalan manusia yang bengkok, menjernihkan pandangan dan visi manusia yang keruh, memberi penerangan pada jalan mereka yang gelap. Visi besar Alquran adalah menjadikan manusia bahagia dunia akhirat, lahir dan batin, kini dan esok.
 
Fakta sejarah membuktikan tatkala Umar masuk Islam mendengarkan Alquran ayat di awal awal surat Thaha yang secara tegas menyatakan dan secara lugas menegaskan bahwa Alquran datang, diturunkan kepada manusia bukan untuk menjadikan manusia sengsara, melarat dan merana. Alquran datang sebagai tadzkirah, sebagai pengingat sebagai pemandu. Allah berfirman :
 
مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ إِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَن يَخْشَىٰ
 
Dan tidaklah Kami menurunkan Alquran ini kepadamu(Muhammad)  agar engkau menjadi sengsara. Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut kepada Allah. (Thaha : 2-3).
 
Sentuhan lembut Alquran ini membuat hati Umar yang keras melunak, sikapnya yang garang menjadi jinak dan kemudian dia masuk Islam dan menjadi salah seorang pendukung Islam yang paling depan dan brilian.
 
Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus (Al-Isra': 9).
 
Dan Kami turunkan dari Alquran sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang orang yang zhalim, kecuali kerugian. (Al-Isra’ : 82).
 
Ya, Alquran itu hadir untuk memberikan kesejukan pada jiwa manusia, memberikan keteduhan pada nurani mereka. Sehingga manusia merasakan nikmatnya hidup ini dalam arti yang sebenarnya bukan dalam dunia khayal dan imajinasi semata. Mereka hidup teduh di bawah naungan nilai dan norma norma Alquran, damai di bawah naungan Alquran.
 
Allah menjanjikan bagi mereka yang akrab dan intim dengan Alquran, mengikuti arahannya, meninggalkan larangan larangannya, niscaya orang itu tidak akan pernah tersesat perjalanan hidupnya. Dia tidak pernah kesasar dalam menemuh rute kehidupannya. Kehidupan dunianya tidak akan melarat di akhirat pasti akan terhormat.
 
Sebaliknya mereka yang berpaling dari Alquran dan meremehkan Alquran mengngagap Alquran sebagai buku biasa maka pendar pendar penawar Alquran tidak akan permah menembus hati dan nuraninya. Lorong lorong jiwanya akan terliputi gulita, mata batinnya akan kumuh dan rapuh. Karena dia kehabisan cahaya Alquran , kehabisan oksigen kebenaran. Hidupnya menjadi sempit, dirinya direndahkan, hidupnya akan mengalami kerugian , nikmat Allah akan terus menjauh darinya. Kehidupan akhiratnya akan carut marut.
 
فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
 
Allah berfirman : Barang siapa mengikuti petunjukKu, maka dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barang siapa berpaling dari peringatanKu, maka baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpun nya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.(Thaha : 123-124).
 
Saat mengomentari ayat di atas Ibnu Abbas berkata: Barang siapa yang mengikuti Alquran maka Allah akan memberinya petunjuk, meneguhkannya di dunia dan membahagiakannya di akhirat. Dan barang siapa yang berpaling dari Alquran maka Allah akan menyesatkannya di dunia, menjadikan kehidupannya sempit dan menghinakannya di akhirat.
 
Kehidupan yang sempit itu berupa ditutupnya asa dan harapan bagi dirinya, terkuncinya pintu kesenangan, ditutupnya pintu kesuksesan hakiki, dan hilangnya rasa kebahagiaan yang sebenarnya.
 
 
Nama-nama Al-Quran Indikasi Kebahagiaan
 
Nama nama Alquran yang beragam mengindikasikan bahwa Alquran adalah sumber kebahagiaan bagi ummat manusia.
 
Sebutan sebagai NUR atau cahaya mengindikasikan bahwa Alquran akan memberikan bersit bersit cahaya dan pendar pendar sinar di jalan manusia.
 
Sebutannya sebagai FURQAN menunjukkan bahwa barang siapa yang berpegang teguh dengan Alquran, maka akan mampu memilah dan memilih dimana yang Haq dan dimana yang batil.
 
Sebutan Alquran sebagai SYIFAA menunjukkan bahwa Alquran akan menjadi obat paling mujarab yang sangat dibutuhkan manusia, bangsa dan dunia yang mungkin mengalami derita penyakit akut yang ganas.
 
يا أيها الناس قد جاءتكم موعظة من ربكم وشفاء لما فى الصدور وهدى ورحمة للمؤمنين
 
Wahai manusia telah datang pada kalian peringatan dari Tuhan kalian, dana sebagai penyembuh penyakit yah ada di dada, petunjuk dan rahmat bagi orang orang yang beriman. (Yunus : 57)
 
Bahkan rasulullah, sebelum beliau wafat bersabda:
 
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
 
Aku tinggalkan dua perkara di tengah kalian, dan kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya, kitab Allah dan sunnah NabiNya (HR. Imam Malik dalam AlMuwatha’).
 
Maka barang siapa yang memiliki keyakinan bahwa dia bisa mendapatkan petunjuk selain petunjuk dari Allah, dan mencariya di seluruh penjuru dunia, di buku buku karangan manusia maka dia akan menemukan jalan buntu dan usaha yang dilakukannya akan berujung sia sia. Bahkan semakin jauh dia mencari petunjuk selain petunjuk Allah , dia akan semakin jauh pula dari sumber kebahagiaan.
 
Orang orang yang dekat dengan Alquran akan mendapatkan posisi sangat terhormat di sisi Allah. Mereka yang belajar dan mengajar Alquran Rasulullah sebut sebagai orang terbaik diantara ummat manusia.
 
خيركم من تعلم القران وعلمه
 
Orang terbaik diantara kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)
 
Manusia terkaya adalah para ahli Alquran. (HR. Ibnu Asakir)
 
Sesungguhnya orang yang tidak ada salam rongga tubuhnya sesuatu dari Alquran, adalah seperti rumah yang roboh. (HR. Tirmidzi)
 
 
Al-Quran Mengubah Mindset
 
Kitab suci Alquran berhasil mengubah MINDSET orang orang Arab yang diliputi kejahilan menjadi tercerahkan. Dari manusia yang keras kepala menjadi lembut tiada tara, manusia yang rakus dunia menjadi manusia yang tak ambisi dunia. Bahagia bagi mereka adalah jika malam malam ada lantunan Alquran, tangis rindu pada Sang Maha Rahman, lewat tilawah sendu yang menghiasi bibir malam.
 
Seorang muslim yang baik akan sepenuhnya menyadari secara pasti bahwa dengan Alquran kebahagiaan itu bisa dicapai, kelapangan itu bisa diraih.
 
 
Rangkas Bitung, Banten

 
tampilkan ajaran islam indah lembut logis.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday284
mod_vvisit_counterYesterday2038
mod_vvisit_counterThis week8242
mod_vvisit_counterLast week12646
mod_vvisit_counterThis month40833
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3764937