Home Artikel Mauizhoh Pengganggu Totalitas

Pengganggu Totalitas

Baginda Rasuullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): Ketika seorang nabi diantara nabi-nabi terdahulu shalawatullahi wa salamuhu ‘alaihim berangkat ke medan perang, beliau bersabda kepada kaumnya: Janganlah ikut denganku (dalam jihad ini) seorang laki-laki yang baru menikahi seorang perempuan, dimana ia ingin bermalam dengan istrinya itu, namun belum sempat melakukannya. Dan (jangan ikut denganku) seorang laki-laki yang sedang membangun rumah, tapi belum sempat memasang atapnya. Begitu pula (jangan ikut berangkat jihad) seorang laki-laki yang tengah menunggui kambing atau unta buntingnya yang akan melahirkan… (Al-hadits – HR. Muttafaq ‘alaih).
 
Jika ditanyakan mengapa sang nabi ‘alaihissalam dalam hadits shahih diatas, sampai me-wanti-wanti dan melarang sebagian kaumnya dengan tiga kondisi tersebut agar tidak ikut perang bersamanya, maka insyaallah cukup jelas jawabannya. Ya, karena seperti tiga keadaan yang dicontohkan itu, meskipun mungkin dianggap faktor biasa dan remeh, tetap berpotensi mengganggu pikiran, memecah konsentrasi dan mengurangi fokus seorang mujahid di medan laga. Dan itu tidak dibenarkan dan tidak ditolerir dalam jihad, perjuangan dan peperangan!
 
Sebab dalam jihad perang secara khusus dan jihad dakwah secara umum, mutlak dituntut adanya keyakinan kuat akan kebenaran jalan yang ditempuh dan totalitas penuh dalam upaya keras untuk menjemput rahmat kemenangan. Maka faktor apapun, baik internal maupun eksternal, yang bisa mengganggu atau mengurangi totalitas para mujahidin dan du’at harus dijauhkan dan dihilangkan! Karena itu semua akan mengganggu, menghambat atau menghadang jalan kemenangan yang di-gadang-gadang!
 
Maka, mari fokuskan pikiran, jangan sampai terpecah. Satukan hati, jangan sampai terbelah. Eratkan ikatan wala’ ukhuwah khasshah wa ‘ammah (khusus dan umum), jangan sampai mengendur apalagi terlepas atau terputus. Bulatkan tekad, jangan sampai tersendat atau tersekat. Kobarkan terus semangat ruh jihad, jangan sampai redup apalagi padam. Istiqamahkan orientasi dakwah, jangan sampai melenceng, berubah atau berbelok arah. Enyahkan segala syubhat, keraguan, dan kegamangan yang merupakan faktor-faktor kontra keyakinan syarat kemenangan. Totalkan mujahadah dalam mengemban amanah jihad dan dakwah. Serta mari songsong datangnya busyra (kabar gembira) kemenangan ber-barakah insyaallah, dengan iman, taqwa, istiqamah, istighfar, syukur, sabar, tawakkal dan raja’ (pengharapan/optimism) yang sekuat-kuatnya kepada kemaha luasan rahmat-Nya!
 
Allahu akbar walillahilhamd!
 
H. Ahmad Mudzoffar Jufri, MA
 
Sumber: ikadijatim.org
 

 
gambar-kata-mutiara-hikmah-ikadi-quotes-30_60.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday279
mod_vvisit_counterYesterday2038
mod_vvisit_counterThis week8237
mod_vvisit_counterLast week12646
mod_vvisit_counterThis month40828
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3764932