Home Artikel Khutbah Khutbah Jum'at - Manusia Merdeka

Khutbah Jum'at - Manusia Merdeka

 

Seri Khutbah Jum’at Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY

Edisi 31, Jum’at 5 Agustus  2016

 

 

MANUSIA MERDEKA

Ust. Endri Nugraha Laksana, S.Pd.I

(Ketua PW IKADI DIY)

 

Khutbah Pertama:

 

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِيُنُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ باِللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئاَتِ أَعْمَالِناَ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْهُ، فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّناَ  مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ السَّاعَة.

((يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا !يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا))

 

Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah Ta’ala…

Bersamaan dengan datangnya bulan Agustus 2016 ini, menandakan usia kemerdekaan Bangsa Indonesia telah memasuki tujuh puluh satu (71) tahun. Usia yang cukup lanjut jika di-nisbah-kan dengan usia manusia. Yang perlu menjadi bahan renungan bagi kita semua adalah, apakah di era kemerdekaan yang sudah lebih dari setengah abad ini, apakah kita telah menjadi manusia yang benar-benar merdeka ataukah sebenarnya kita masih menjadi manusia yang terjajah? Dan kemudian, bagaimanakah Islam mendefinisikan kemerdekaan dalam arti yang hakiki?

Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah Ta’ala…

            Dalam pandangan Islam, setidaknya ada beberapa makna yang bisa kita pahami dari kemerdekaan manusia itu sendiri.

 

1

Yang pertama;Manusia merdeka adalah manusia yang tidak dijajah manusia lain. Tidaklah termasuk manusia merdeka bagi mereka yang masih dijajah oleh manusia lain. Penjajahan dalam bentuk klasik dan nyata adalah datangnya bangsa asing yang menguasai negeri bangsa lain melalui pertempuran bersenjata. Kita sudah merasa merdeka untuk definisi yang seperti ini.

 

Kenyataan di masa kini, setelah tujuh puluh satu (71) tahun Indonesia merdeka,  masih banyak manusia yang dijajah oleh manusia lain dalam sudut pandang ajaran Islam. Masih banyak orangyang berada di bawah dominasi orang lain, yang mempersembahkan dirinya kepada orang lain,baik dengan rela ataupun terpaksa,serta melakukan apa saja untuk memenuhi keinginan orang tersebut.

Ada orang yang bersedia melakukan apa saja untuk menuruti perintah atasannya atau demi mendukung tokoh yang dipujanya. Menjilat, memanipulasi, menipu, berbohong, mencuri, membongkar aib, mematikan karier orang lain; semua hal ituberani ia lakukan. Bahkan ia berani untuk menghina, menyerang, menghabisi Islam, kaum muslimin dan para ulama,demi atasan atau tokohnya. Orang seperti ini bukanlahorang yang merdeka; karenadia masih berada di bawah dominasi orang lain, masih dijajah oleh orang lain, baik terpaksa atau sukarela.

Ada juga di antara manusia yang dijajah oleh kekasihnya, karena dia rela melakukan apa saja demi kekasihnya. Ada yang dijajah oleh pangeran, raja, tokoh politik, pejabat, komandan, dukun, tokoh spiritual, tokoh agama dan lain-lain. Sementara Islam mengajarkan manusia untuk membebaskan dirinya dari penjajahan manusia lain atas dirinya. Sebagaimana perkataan Rib’i bin ‘Amir di hadapan panglima perang Persia, Rustum:

 

نَحْنُ قَوْمٌ، اِبْتَعَثَناَ اللهُ، لِنُخْرِجَ الْعِبَاد، مِنْ عِبَادَةِ الْعِبَاد، إِلَى عِبَادَةِ اللهِ رَبِّ الْعِبَاد.

“Kami adalah kaum pilihan Allah. Yang akan mengeluarkan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia, menuju penghambaan hanya kepada Allah, Tuhannya manusia”

 

 

2

Yang kedua;manusia merdeka adalah manusia yang tidak dijajah oleh jin. Belumlah termasuk manusia merdeka orang-orang yang masih menghambakan dirinya kepada bangsa jin. Mereka minta tolong dan memberikan persembahan kepada jin, padahal Allah Ta’ala telah menjadikan manusia lebih mulia daripada jin. Firman Allah Ta’ala:

 

 

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan” (QS. Al-Jin: 6).

           

Dalam menjelaskan ayat ini, Imam As-Suddi mengatakan: “Kebiasaan orang Arab jika bepergian kemudian berkemah atau turun di suatu tempat, maka dia membaca:

 

أَعُوْذُ بِسَيِّدِ هَذَا الْوَادِي مِنَ الْجِنِّ أَنْ أُضَرَّ أَنَا فِيْهِ أَوْ مَالِي أَوْ وَلَدِي أَوْ مَاشِيَتِي.

“Aku berlindung kepada penguasa lembah ini dari kalangan jin, janganlah diganggu diriku, hartaku, anak-anakku dan bianatang ternakku”

 

Qatadah mengatakan: “Jika manusia melakukan hal tersebut, maka akan membuat jin semakin congkak dan berbuat kejahatan serta menakut-nakuti mereka”(Tafsir Ibnu Katsir).

Meskipun kita telah memasuki era moden, ternyata masih banyak manusia yang terjajah oleh jin, bahkan banyak pula yang menikmatinya. Mereka meminta pertolongan, meminta rejeki, kesehatan, keselamatan dan lain-lain kepada kalangan jin. Merekajuga memberikan kompensasi seperti sesaji, labuhan, membakar kemenyan, tosan aji dan lain-lainnya. Mereka bukanlah manusia merdeka.

Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah Ta’ala…

 

3

Yang ketiga;manusia merdeka adalah manusia yang tidak diperbudakharta. Bukan termasuk manusia yang merdeka orang-orang yang diperbudak oleh harta. Seluruh waktu, tenaga, pikiran dan perasaan dikorbankan untuk mencari harta dengan menghalalkan segala cara. Uniknya, setelah itu merekapun tidak menikmati hartanyatersebut, bahkan ia kemudian menghabiskan seluruh sisa tenaganya untuk menjaga hartanya. Bukan harta yang menjaga dirinya, tetapi dia yang menjaga hartanya.

 

Perasaan cinta yang sangat berlebihan kepada harta bisa muncul ketika seseorang menyibukkan dirinya dengan mengumpulkan harta, menghitung-hitungnya, membanding-bandingkannya dan merasa terhormat dengannya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallambersabda:

 

لاَ تَتَّخِذُوا الضَّيْعَةَ فَتَرْغَبُوْا فِي الدُّنْيَا (رواه الترمذي)

“Janganlah engkau menyibukkan diri dengan harta yang banyak, menyebabkan engkau mencintai dunia” (HR. Tirmidzi).

 

Orang seperti itulah yang menjadi budak bagi hartanya, dia bukanlah manusia merdeka. Rasa bangga, terhormat, sedih dan bahagianya hanya  disandarkan kepada banyaknya harta. Padahal harta sama sekali tidak akan mampu menghantarkan dirinya kepada kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat. Rasulullah shallallahu alaihi wasallambersabda:

 

تَعِسَ عَبْدُ الدِّيْنَارِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ، تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْصَةِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْلَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ

“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah dan khamilah (sejenis pakaian yang terbuat dari wool/sutera). Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah” (HR. Bukhari).

 

Yang keempat;manusia merdeka adalah manusia yang tidak diperbudak hawa nafsu. Sebagian orang beranggapan bahwa seseorang yang bebas melakukan apa saja tanpa ada yang membatasinya adalah orang yang medeka. Sebenarnya tidaklah demikian. Mereka bukanlah manusia yang merdeka, karena sesungguhnya mereka sedang diperbudak oleh hawa nafsunya sendiri. Manusia seperti itu semula menganggap dirinya sebagai manusia merdeka, tapi pada akhirnya mereka akan menyadari bahwa mereka adalah manusia yang sudah tidak sanggup lagi mengendalikan dirinya. Mereka sudah dikendalikan oleh hawa nafsunya, mereka diperbudak oleh nafsunya. Mereka bukanlah manusia yang merdeka.

 

4

Suatu saat al-Hasan bin ‘Ali ra ditanya seseorang: “Apakah Ahli Kiblat (ummat Islam) ada yang berbuat syirik?” Beliau menjawab;“Ya, orang munafik itu telah berbuat syirik. Sesungguhnya orang-orang musyrik menyembah matahari, bulan dan yang selain Allah; sementara orang munafik menyembah hawa nafsu mereka.”Kemudian beliau membacakan ayat:

 

 

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا! أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).”(QS. Al-Furqan: 43).

 

Jama’ah sidang Jum’at yang dirahmati Allah Ta’ala…

Lalu siapakah manusia yang merdeka menurut Islam? Manusia yang merdeka adalah manusia yang melepaskan dirinya dari dominasi manusia lain, yang membebaskan dirinya dari penghambaan kepada jin, harta dan hawa nafsu. Manusia yang merdeka adalah manusia yang mengembalikan penghambaan hanya kepada Allah Ta’ala saja. Sebagaimana Nabi Ibrahim alaihissalam yang berkata:

 

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.(QS. al-An’am: 79).

 

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. al-An’am: 162).

 

 

5

Manusia yang merdeka adalah mereka yang berani tidak taat kepada manusia dalam rangka bermaksiat kepada Allah. Manusia yang merdeka adalah mereka yang tidak berhubungan dengan jin kecuali dengan cara yang telah digariskan Allah. Manusia yang merdeka adalah mereka yang hatinya terbebas dari cinta harta, yang memperhatikan dari manakah hartanya diperoleh dan ke manakah hartanya dikeluarkan. Manusia yang merdeka adalah mereka yang sanggup mengendalikan hawa nafsunya untuk mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Itulah manusia yang merdeka.

 

Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah Ta’ala…

Tujuh puluh satu (71) tahun Indonesia merdeka, semoga kemerdekaan yang panjang ini bisa menghantarkan kita juga menjadi manusia yang merdeka secara hakiki. Aamiin ya rabbal aalamiin…

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْتِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

Khutbah Kedua:

 

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ.

أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

 

6

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ. إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُّجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضيَ الْحَاجَات، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الكُفْرَ وَالكَافِرِيْنَ، وَاخْذُلِ الطُّغَاةَ وَالـْمَلَاحِدَةَ وَالمُفْسِدِيْنَ.

اَللَّهُمَّ انْصُرْ دِيْنَكَ، وَكِتَابَكَ، وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ، وَعِبَادَكَ المُؤْمِنِيْن.

رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ.

رَبِّ اجْعَلْ هذا بَلَداً ءامِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَراتِ مَنْ ءامَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ المُسْلِمِيْنَ، وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ، وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ شَبَابَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَحَبِّبْ إِلَيْهِم الإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوبِهِمْ، وَكَرِّهْ إِلَيْهِم الْكُفْرَ وَالفُسُوْقَ وَالعِصْيَانَ، وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الرَّاشِدِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار.

سُبْحَانَ رَبِّنَا رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ، وَالحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.

 

7

 

 

 

 
gambar-kata-mutiara-hikmah-ikadi-hijrah1.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1166
mod_vvisit_counterYesterday1989
mod_vvisit_counterThis week1166
mod_vvisit_counterLast week13129
mod_vvisit_counterThis month35746
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3759850