Home Artikel Khutbah Khutbah Jum'at - Memaknai I’tikaf

Khutbah Jum'at - Memaknai I’tikaf

 

Seri Khutbah Jum’at Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY

Edisi 26, Jum’at 24 Juni 2016

 

 

MEMAKNAI I’TIKAF

Oleh: Ust. Achmad Dahlan, Lc., MA.

(Wakil Ketua, PW IKADI DIY)

 

 

Khutbah Pertama:

 

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ وَسِعَتْ رَحْمَتُهُ كُلَّ الْـمَخْلُوْقَات، وَشَمِلَ لُطْفُهُ عَلَى كُلِّ الْبَرِيَّات، فَهُوَ اْلإِلَهُ الْحَلِيْمُ الْـمَنَّان، الْكَرِيْمُ الرَّحْمَان.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ مَصْدَرُ الْفَضْلِ وَمَنْبَعُ الرَّحَمَات، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ هَادِي الْبَشَرِيَّةِ وَقَائِدُهُمْ إِلَى الْجَنَّات.

صَلَّى الله عَلَيْه، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

أَمَّا بَعْد:

فَياَ عِبَادَ الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْـمُتَّقُون، قَالَ تَعَالَى:

يَاأَيُّهَاالَّذِيْنَآمَنُوااتَّقُوااللهَحَقَّتُقَاتِهِوَلاَتَمُوْتُنَّإِلاَّوَأَنْتُمْمُّسْلِمُوْنَ

 

Jamaah sholat Jumat rahimakumullah…

Marilah kita selalu memanjatkan rasa syukur kepada Allah subhanahu wataala yang masih mengizinkan kita untuk beribadah di bulan Ramadhan yang mulia ini. Tanpa terasa, bulan Ramadhan sudah mendekati hari-hari terakhirnya, sedangkan kita masih belum mampu beribadah dengan maksimal. Semoga dihari-hari yang masih tersisa, Allah anugerahkan taufik dan ma’unah-nya kepada kita sehingga kita mampu melewati setiap detik yang ada untuk lebih banyak lagi beribadah kepada Allah ta’ala, dan lebih banyak lagi memohon ampunan dan rahmat-Nya, amin ya rabbal alamin.

 

1

Jamaah sholat Jumat rahimakumullah…

 

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah mensyariatkan sebuah ibadah khusus di sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan. Ibadah yang memungkinkan seseorang untuk lebih menghargai keutamaan setiap detik yang berlalu di bulan yang penuh berkah dan kemuliaan ini. Ibadah yang memberikan kita kesempatan kedua untuk beribadah dengan lebih khusyu’ dan lebih berkualitas, jika pada dua puluh hari pertama bulan Ramadhan kita belum mampu mempersembahkan ibadah terbaik kita kepada Allah. Ibadah tersebut adalah  I’tikaf.

Secara bahasa i’tikaf berasal dari akar kata ‘akafa-ya’kufu-ukuufan’yang berarti  berdiam pada sesuatu tempat, baik untuk melakukan amal kebaikan ataupun keburukan. Demikian dijelaskan oleh Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah. Namun, -menurutnya- I’tikaf yang dimaksud dalam ajaran Islam adalah menetap dan berdiam di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wataala.

Ulama telah sepakat bahwa hukum I’tikaf adalah sunnah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallammemberikan contoh kepada kita untuk melakukanI’tikaf pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana disampaikan oleh Aisyah radhiyallahu anha dalam sebuah hadis shahih:

 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ، حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ(متفق عليه)

“Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat. Kemudian para isterinya melakukan I'tikaf sesudahnya.(Muttafaq alaih).

 

I’tikaf adalah sebuah ibadah khusus yang berbeda dengan ibadah-ibadah lain.Kesempurnaan dari ibadah ini adalah apabila kita mampu memaksimalkan sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan untuk meninggalkan hiruk pikuk dunia dengan semua masalah dan keruwetannya, untuk sejenak fokus pada diri kita dan merendahkan diri di depan Allah subhanahu wataala.

 

2

Ada beberapa hikmah dan manfaat yang bisa kita raih dengan melaksanakan I’tikaf, diantaranya adalah:

 

Yang pertama; dengan melaksanakan I’tikaf, berarti kita telah menghidupkan sunnah Nabi yang mulai banyak ditinggalkan orang. Menghidupkan sunnah adalah tanda cinta kita kepada Baginda Rasulullah. Maka, semoga dengan melaksanakan I’tikaf, kita akan dibangkitkan dan dimasukkan surga bersama Rasulullah, karena beliau sudah berjanji bahwa orang-orang yang mencintainya akan masuk surga bersamanya. Rasulullah bersabda:

 

وَمَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ

“Barang siapa menghidupkan sunnahku, berarti ia mencintaiku. Dan barang siapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga.”(H.R at-Tirmidzi)

 

IbadahI’tikaf adalah salah satu sunnah Nabi banyak ditinggalkan orang. Banyak orang yang merasa berat melaksanakan ibadah ini, karena ia memerlukan pengorbanan waktu yang besar untuk melakukan totalitas ibadah selama sepuluh hari. Dalam tradisi kita, pada waktu-waktu tersebut kebanyakan orang mulai sibuk untuk menyambut hari raya Idul Fitri dengan membeli baju baru, membuat hidangan dan kue lebaran, atau mempersiapkan mudik ke kampung halaman. Maka orang yang mampu melaksanakanI’tikaf secara penuh selama sepuluh hari, berarti dia termasuk orang-orang terpilih diantara lebih dari satu miliar kaum muslimin yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

 

3

Yang kedua; I’tikaf memberikan kita kesempatan yang cukup untuk berkomunikasi lebih intens dengan Allah subhanahu wataala. Jika selama ini kita kurang khusyu’ ketika shalat, jika selama ini sangat sedikit kita melakukan dzikir dan istighfar, dan jika selama ini kita jarang mengadukan keluh kesah dan masalah kita kepada Allah, maka di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memaksimalkan semua hal tersebut. I’tikaf adalah waktu yang tepat untuk kita menebus kelalailan kita selama satu tahun karena disibukkan dengan dunia dan semua permasalahan yang menyertainya. Sungguh akan terasa kenikmatan bermunajat kepada Allah, ketika kita sejenak melupakan segala beban himpitan dunia yang sering menyertai kehidupan kita. Allah berfirman:

 

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ (2) وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ (3)

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna…”(QS. al-Mukminun: 1-3)

 

Jamaah sholat Jumat rahimakumullah…

            Hikmah yang ketiga adalah; I’tikaf memberikan kesempatan kepada kita untuk melakukan interospeksi atau muhasabah. Terdapat waktu yang cukup untuk kita me-review, menimbang serta menilai setiap langkah dan keputusan yang kita ambil di masa yang telah lalu. Sehingga kita mampu meng-identifikasi kelebihan dan kekurangan kita, amal dan dosa kita, prestasi dan kegagalan kita, keikhlasan dan pamrih dalam amalan kita, kejujuran dan kebohongan yang telah kita lakukan, dan segala perbuatan yang telah kita kerjakan sebelumnya. Interospeksi diri akan membuat kita semakin berhati-hati dalam bertindak di masa depan, dan memberikan kita kebijaksanaan dalam mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup. Muhasabah juga akan menjadi modal kita untuk menuju kampung akhirat, dimana disana kita akan dihisab oleh Allah subhanahu wataala. Umar bin al-Khattab pernah berkata:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا

Hisablah diri kalian sebelum nanti di akhirat kalian akan dihisab oleh Allah.”

 

Jamaah sholat Jumat rahimakumullah…

 

4

Hikmah yang keempat dari I’tikaf adalah; dengan melaksanakan I’tikaf, maka peluang kita untuk bertemu dengan Lailatul Qadar dalam keadaan beribadah lebih besar dibandingkan jika kita tidak melakukan I’tikaf. Lailatul Qadar adalah malam yang mulia, dimana Jibril dan para malaikat turun ke langit dunia. Ibadah di malam tersebut lebih baik dari pada ibadah selama seribu bulan.  Dan Rasulullah menyuruh kita untuk mencari  Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Maka jika kita bisa memaksimalkan ibadah pada hari-hari tersebut, peluang yang lebih besar akan kita dapatkan untuk bertemu Lailatul Qadar dalam keadaan beribadah kepada Allah. Rasulullah bersabda:

 

 

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ (رواهالبخاري)

Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.”(HR. al-Bukhari).

 

Jamaah sholat Jumat rahimakumullah…

Demikianlah hikmah dan manfaat yang bisa kita petik dari ibadah I’tikaf. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk mampu melaksanakannya pada Ramadhan tahun ini.

 

بَارَكَاللهُلِيْوَلَكُمْفِيالْقُرْآنِالْعَظِيْمِ،وَنَفَعَنِيْوَإِيَّاكُمْبِمَافِيْهِمِنَالْآيَاتِوَالذِّكْرِالْحَكِيْم،أَقُوْلُمَاتَسْمَعُوْنَ،وَأَسْتَغْفِرُاللهَلِيْوَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْـمُسْلِمِيْنَ وَالْـمُسْلِمَاتِ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْه، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

 

Khutbah Kedua:

 

 

الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه، أَمَّا بَعْدُ :

فَيَا عَبَادَ الله، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلاَ تَـمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون:

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

 

5

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَـجِيْد، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْـخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْن، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعَيْن ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنـِّكَ وَكَرِمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْن .

 

اَللّهُمّاغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَوَاْلمُسْلِمَاتِوَالْمُؤْمِنِيْنَوَالْمُؤْمِنًاتِاَلأَحْيَاءِمِنْهُمْوَالأَمْوَاتِإِنّكَسَمِيْعٌمُجِيْبُالدّعَوَاتِ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإسَلَامَ وَالْـمُسْلِمِيْن وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْـمُشْرِكِيْن

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوُّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوُّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوُّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيْم

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

5

6

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَقِيْمُوا الصَّلَاة...

 

 

 

 
gambar-kata-mutiara-hikmah-ikadi-quotes-30_60.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday424
mod_vvisit_counterYesterday2038
mod_vvisit_counterThis week8382
mod_vvisit_counterLast week12646
mod_vvisit_counterThis month40973
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3765077