Home Artikel Khutbah Khutbah Jum'at - Menggapai Kasih Sayang Allah Swt

Khutbah Jum'at - Menggapai Kasih Sayang Allah Swt

Seri Khutbah Jum’at Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY

Edisi 24, Jum’at 10 Juni 2016

 

 

MENGGAPAI KASIH SAYANG ALLAH SWT

Oleh: Ust. Sih Narman, S.Pd., M.Pd.

(Bidang Pelatihan dan Dakwah, PW IKADI DIY)

 

___________________________

Khutbah Pertama:

___________________________

 

اَلْحَمْدُلِلَّهِالَّذِيْوَسِعَتْ رَحْمَتُهُ كُلَّ الْـمَخْلُوْقَات، وَشَمِلَ لُطْفُهُعَلَىكُلِّ الْبَرِيَّات،فَهُوَ اْلإِلَهُالْحَلِيْمُ الْـمَنَّان، الْكَرِيْمُ الرَّحْمَان.

 

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ مَصْدَرُ الْفَضْلِ وَمَنْبَعُ الرَّحَمَات، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُهَادِي الْبَشَرِيَّةِوَقَائِدُهُمْإِلَى الْجَنَّات.

 

صَلَّى الله عَلَيْه، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

 

أَمَّا بَعْد:

 

فَياَ عِبَادَ الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْـمُتَّقُون، قَالَ تَعَالَى:

 

يَاأَيُّهَاالَّذِيْنَآمَنُوااتَّقُوااللهَحَقَّتُقَاتِهِوَلاَتَمُوْتُنَّإِلاَّوَأَنْتُمْمُّسْلِمُوْنَ

 

Jamaah sholat jumat rahimakumullah…

 

Segala puji milik Allah semata, marilah kita memuji dan bersyukur kepada-Nya atas segala anugerah yang telah diberikan kepada kita sekalian. Apalagi Allah memberikan a’dhomun-ni’am; nikmat terbesar yakni keyakinan dan hidayah Islam. Selanjutnya marilah kita sampaikan salam dan shalawat kepada junjungan Nabi Agung Muhammad SAW, keluarga, shahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman, Amin ya rabbal alamin.

 

Selaku khatib saya mengajak kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Marilah juga kita mempertebal rasa takut dan cinta kita kepada Allah SWT. Semoga Allah menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang mulia.

 

Kaum muslimin jamaah Jum’at yang dicintai Allah…

 

Tidak terasa sudah hampir sepekan kita melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Pastilah setiap kita merasa baru sedikit amal ibadah yang sudah dilaksanakan, dan masih banyak lagi yang harus dioptimalkan. Sangat tidak sebanding dengan karunia yang selalu dilimpahkan Allah kepada kita, dalam setiap detik kehidupan kita, dan dalam setiap hembusan nafas kita. Tentu ini adalah perasaan positif yang perlu senantiasa kita hidupkan, agar diri ini selalu berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas amal bakti kepada Allah taala.

 

Namun, dibalik perasaan belum mampu menjadi hamba yang baik, kita tetap harus selalu memupuk harapan akan rahmat dan kasih sayang Allah, karena tiada satupun orang yang tidak merindukan kasih sayang-Nya. Setiap mukmin tentu berharap Allah akan mengkaruniakan rahmat kepadanya, agar ia bisa menjalani kehidupan dunia dengan mudah, dan meraih keselamatan di akhirat. Allah berfirman:

 

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. al-Baqarah: 218).

 

            Lalu bagaimanakah cara agar mendapatkan rahmat Allah? Allah berfirman:

 

 وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ

 

“Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.”(QS. Ali Imran: 132)

 

Pada ayat tersebut Allah memastikan akan memberikan rahmat dan kasih sayang-Nya jika kita taat kepada-Nya dan kepada rasul-Nya. Dijelaskan dalam at-Tafsir al-Muyassar mengenai ayat tersebut:

 

“Taatlah kalian kepada Allah Wahai orang-orang yang beriman terhadap apa-apa yang kalian diperintahkan dalam ketaatan dan mencegah terhadap apa-apa yang dilarang, seperti makan riba dan larangan lainnya agar kalian memperoleh kasih sayang dan tidak mendapatkan siksa.”

 

Demikian pula pada ayat ke 31 Surah Ali ‘Imran Allah juga berfirman:

 

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

 

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)

 

Siapapun yang menghendaki cinta dan rahmat dari Allah SWT, maka tidak bisa tidak mereka harus membuktikan cintanya kepada-Nya dengan mengikuti Rasulullah Nabi Muhammad SAW dalam hidupnya. Termasuk di dalamnya mengisi bulan ramadhan sesuai dengan yang dicontohkan oleh beliau.

 

Maka, jika ingin berhasil dalam beribadah Ramadhan serta selamat di dunia dan di akherat, kita harus menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kita beribadah. Hendaknya kita belajar bagaimana Rasulullah mengisi waktunya ketika berpuasa, bagaimana Rasulullah melakukan shalat Tarawih, berinfak, taddarus al-Qur’an, bersahur dan berbuka, serta ibadah-ibadah lain yang menjadi rangkaian ibadah yang diwajibkan ataupun di sunnahkan di bulan mulia ini.

 

Kaum muslimin jamaah Jum’at yang dicintai Allah…

 

            Cara lain yang bisa ditempuh agar mendapatkan rahmat Allah adalah dengan menjadi seorang yang Muhsin atau orang yang selalu berbuat kebajikan. Terlebih lagi kita berada di bulan dimana pintu-pintu kebaikan dibuka oleh Allah SWT. Maka sangat tepat kalau kita menjadikan bulan suci ini sebagai bulan kebajikan. Bulan dimana kita memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya kepada manusia. Jika kita dilebihkan dari sisi harta, maka bentuk kebajikan yang bisa kita lakukan adalah dengan menyantuni anak-anak yatim, bersedekah kepada orang-orang miskin, memberi buka puasa kepada orang-orang yang berpuasa, berinfak untuk kegiatan Ramadhan di masjid dan lain-lain. Jika kita dilebihkan dari sisi keilmuan, maka kita bisa melaksanakan zakat ilmu dengan cara mengajarkannya kepada orang lain di majelis-majelis taklim, di taman baca al-Quran, di pesantren Ramadhan, di Rumah tahfidz dan tempat-tempat yang lain.

 

            Maka kelebihan apapun yang Allah berikan kepada kita, -sekecil apapun kelebihan tersebut-, mari kita optimalkan untuk berbuat kebajikan kepada orang lain, karena sesungguhnya rahmat Allah dengan dengan orang-orang yang berbuat kebajikan. Allah berfirman:

 

إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

 

“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al-A’raf: 56)

 

Kaum muslimin jama’ah Jum’at rahimakumullah…

 

Kita harus menyadari bahwa kita tidak akan masuk surga dengan amalan kita. Kita hanya akan masuk surga dengan rahmat dan karunia Allah taala. Yang demikian dikarenakan nikmat yang kita terima dari Allah di dunia sangat berlimpah dan tidak terhitung, sehingga sebesar dan sebanyak apapun amalan yang kita lakukan tidak akan menandingi nikmat tersebut.

 

Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha meraih rahmat dan ridhanya. Yang harus kita lakukan adalah meyakinkan Allah subhanahu wataala bahwa kita adalah hamba-Nya yang ingin mengabdi semaksimal mungkin kepada Allah, yang menyerahkan semua hidup dan mati kita hanya kepada-Nya. Maka jika Allah sudah ridha, pasti Ia akan mengkaruniakan rahmat-Nya berupa surga di akhirat kelak, sebagaimana firman Allah SAW dalam surat al-Bayyinah:

 

جَزَآؤُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتُ عَدۡنٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ ذَٰلِكَ لِمَنۡ خَشِيَ رَبَّهُۥ

 

“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ´Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.”(QS. al-Bayyinah: 8)

 

Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menyelesaikan ramadhan tahun ini dengan amal yang semakin berkualitas baik ibadah langsung kepada Allah atau amal-amal sosial yang semakin mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, sehingga Ia akan mengaruniakan rahmat dan ridha-Nya kepada kita semua, amin ya rabbal alamin..

 

بَارَكَاللهُلِيْوَلَكُمْفِيالْقُرْآنِالْعَظِيْمِ،وَنَفَعَنِيْوَإِيَّاكُمْبِمَافِيْهِمِنَالْآيَاتِوَالذِّكْرِالْحَكِيْم،أَقُوْلُمَاتَسْمَعُوْنَ،وَأَسْتَغْفِرُاللهَلِيْوَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْـمُسْلِمِيْنَ وَالْـمُسْلِمَاتِ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْه، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

 

___________________________

Khutbah Kedua:

___________________________

 

الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه، أَمَّا بَعْدُ :

 

فَيَا عَبَادَ الله، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلاَ تَـمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون:

 

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً﴾

 

 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَـجِيْد، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْـخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْن، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعَيْن ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنـِّكَ وَكَرِمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْن .

 

اَللّهُمّاغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَوَاْلمُسْلِمَاتِوَالْمُؤْمِنِيْنَوَالْمُؤْمِنًاتِاَلأَحْيَاءِمِنْهُمْوَالأَمْوَاتِإِنّكَسَمِيْعٌمُجِيْبُالدّعَوَاتِ

 

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإسَلَامَ وَالْـمُسْلِمِيْن وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْـمُشْرِكِيْن

 

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوُّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا

 

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوُّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا

 

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوُّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيْم

 

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

 

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَقِيْمُوا الصَّلَاة...

 

 

 

*Naskah khutbah diatas juga bisa diunduh dalam format pdf pada link berikut ini:*

http://www.4shared.com/office/QFwBKo2ece/Menggapai_Kasih_Sayang_Allah.html

Bagi yang menggunakan aplikasi Whatsapp yang sudah support file attachment, juga bisa mendapatkan file pdf tersebut dengan menghubungi no:*085729989053*

Juga bisa di lihat di *channel IKADI DIY di telegram*

 

 

 

 

 
ikadi-fbquotes-010.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday427
mod_vvisit_counterYesterday2038
mod_vvisit_counterThis week8385
mod_vvisit_counterLast week12646
mod_vvisit_counterThis month40976
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3765080