Home Artikel Khutbah Khutbah Jum'at - Menjadi Ahlul Qur'an

Khutbah Jum'at - Menjadi Ahlul Qur'an

 

Seri Khutbah Jum’at Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY

_Edisi 21, Jum’at 20 Mei 2016_

 

 

*MENJADI AHLUL QUR'AN, MENJADI KELUARGA ALLAH*

_Oleh: Ust. Indra Gumilar, S.Si_

_(Sub Bidang Rumah Qur’an, PW IKADI DIY)_

 

________________________

*Khutbah Pertama:*

________________________

 

إِنَّالْحَمْدَلِلهِ،نَحْمَدُهُوَنَسْتَعِيْنُهُوَنَسْتَغْفِرُهُ،وَنَعُوْذُبِاللهِمِنْشُرُوْرِأَنْفُسِنَاوَمِنْسَيِّئَاتِأَعْمَالِنَا،مَنْيَهْدِهِاللهُفَلاَمُضِلَّلَهُ،وَمَنْيُضْلِلْفَلاَهَادِيَلَهُ،أَشْهَدُأَنْلاَإِلَهَإِلاَّاللهُوَحْدَهُلاَشَرِيْكَلَهُوَأَشْهَدُأَنَّمُحَمَّدًاعَبْدُهُوَرَسُوْلُهُ.

 

اللَّهُمَّصَلِّوَسَلِّمْعَلَىعَبْدِكَوَرَسُوْلِكَمُحَمَّدٍوَعَلَىآلِهِوَأَصْحَابِهِوَمَنْتَبِعَهُمْبِإِحْسَانٍإِلَىيَوْمِالدِّيْنِ.

 

يَاأَيُّهَاالَّذِيْنَآمَنُوااتَّقُوااللهَحَقَّتُقَاتِهِوَلاَتَمُوْتُنَّإِلاَّوَأَنْتُمْمُّسْلِمُوْنَ

 

يَاأَيُّهَاالنَّاسُاتَّقُوارَبَّكُمُالَّذِيخَلَقَكُمْمِنْنَفْسٍوَاحِدَةٍوَخَلَقَمِنْهَازَوْجَهَاوَبَثَّمِنْهُمَارِجَالًاكَثِيرًاوَنِسَاءًوَاتَّقُوااللهَالَّذِيتَسَاءَلُونَبِهِوَاْلأَرْحَامَإِنَّاللهَكَانَعَلَيْكُمْرَقِيبًا

 

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوااتَّقُوااللهَوَقُولُواقَوْلًاسَدِيدًايُصْلِحْلَكُمْأَعْمَالَكُمْوَيَغْفِرْلَكُمْذُنُوبَكُمْوَمَنْيُطِعِاللهَوَرَسُولَهُفَقَدْفَازَفَوْزًاعَظِيمًا

 

أَمَّابَعْدُ: فَإِنَّأَصْدَقَالْحَدِيْثِكِتَابُاللهِ،وَخَيْرَالْهَدْيِهَدْيُمُحَمَّدٍ،وَشَرَّاْلأُمُوْرِمُحْدَثَاتُهَا،فَإِنَّكُلَّمُحْدَثَةٍبِدْعَةٌ، وَكُلَّبِدْعَةٍضَلاَلَةٌ، وَكُلَّضَلاَلَةٍفِيالنَّارِ.

 

Maasyiral muslimin rahimakumullah

 

Marilah senantiasa kita bertakwa kepada Allah subhanahau wataala dan terus berusaha meningkatkannya dengan cara menguatkan iman di hati kita dan kemudian berbuat, memperbaiki dan memperbanyak amal-amal shalih dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan itulah, ketakwaan terbangun dan terawat didalam jiwa kita. Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

إِنَّاللَّهَلاَيَنْظُرُإِلَىصُوَرِكُمْوَأَمْوَالِكُمْوَلَكِنْيَنْظُرُإِلَىقُلُوْبِكُمْوَأَعْمَالِكُمْ

 

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk, rupa dan harta benda kalian, tetapi Allah memperhatikan hati dan amal-amal kalian”.(HR. Muslim no. 415)

 

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah subhanahau wataala yang dengan kasih dan sayang-Nya telah memberi kita nikmat yang banyak yang tidak terhitung. Dan diantara semua nikmat yang dianugerahkan kepada kita, nikmat iman dan Islam adalah nikmat yang terbesar. Segala puji bagi-Nya yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa beribadah, beramal shalih dan berbuat kebajikan.

 

Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada Nabi kita, kekasih kita, penyejuk hati kita, Muhammad bin Abdillah shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarga beliau, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.

 

Maasyiral muslimin rahimakumullah…

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

 

إِنَّلِلَّهِأَهْلِينَمِنَالنَّاسِ.قَالُوا: مَنْهُمْيَارَسُولَاللَّهِ؟قَال: أَهْلُالْقُرْآنِهُمْأَهْلُاللَّهِوَخَاصَّتُهُ

 

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia. Para sahabat bertanya: “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab: “Para ahli Al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihan-Nya.”(HR. Ahmad).

 

Siapakah ahlul Qur'an yang disebut sebagai keluarga Allah di antara manusia itu? Hakikatnya semua orang yang menerima al-Qur’an kemudian mengimaninya, semestinya layak untuk disebut sebagai ahlul Qur’an. Yakni mereka yang beriman dan senantiasa berinteraksi dengan al-Qur’an dengan selalu membacanya (tilawah), menghafalnya (tahfidz), mempelajari dan menghayati maknanya (tadabbur) serta yang terpenting lagi adalah mereka juga mengamalkannya.

 

Maasyiral muslimin, sidang jumat yang dirahmati Allah…

 

Mari kita rinci satu persatu bagaimana seorang mukmin berinteraksi dengan al-Qur’an dalam kehidupannya sehingga mereka disebut sebagai ahlul Qur’an; keluarga Allah di antara manusia:

 

Yang pertama;Mereka senantiasa membaca al-Qur’an, maka kehidupannya dipenuhi kebaikan dan pahala dari Allah subhanahau wataala. Mereka ahlul Qur’an kehidupannya senantiasa dipenuhi taburan kebaikan. Bisakah kita bayangkan konversi kebaikan dari ayat-ayat al-Qur’an yang senantiasa membasahi bibirnya sebagai dzikir kepada Allah? Mari kita simak sabda Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam:

 

عَنْعَبْداللَّهِبْنَمَسْعُودٍرضىاللهعنهيَقُولُ:قَالَرَسُولُاللَّهِصلىاللهعليهوسلم: مَنْقَرَأَحَرْفًامِنْكِتَابِاللَّهِفَلَهُبِهِحَسَنَة.وَالْحَسَنَةُبِعَشْرِأَمْثَالِهَالاَأَقُولُالمحرْفٌوَلَكِنْأَلِفٌحَرْفٌوَلاَمٌحَرْفٌوَمِيمٌحَرْفٌ.

 

“Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan المsatu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

 

Dalam hadis yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

الْمَاهِرُبِالْقُرْآنِمَعَالسَّفَرَةِالْكِرَامِالْبَرَرَةِوَالَّذِىيَقْرَأُالْقُرْآنَوَيَتَتَعْتَعُفِيهِوَهُوَعَلَيْهِشَاقٌّلَهُأَجْرَانِ

 

“Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala.”(HR. Muslim).

 

Yang kedua;Mereka menghafal al-Qur’an, maka para Malaikat yang mulia lagi taat akan senantiasa membersamainya. Ketika menjelaskan hadis di atas,Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menerangkan bahwa yang dimaksud dengan al-Mahir adalah orang yang mampu membaca al-Qur’an dengan baik dan benar, faham isinya, dan mengamalkan isinya serta hafal ayat-ayatnya. Hal ini dikuatkan dengan hadits senada yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dengan redaksi:

 

وَمَثَلُالَّذِييَقْرَأُالْقُرْآنَوَهُوَحَافِظٌلَهُمَعَالسَّفَرةِالكِرَامِالبَرَرَةِ

 

“Perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an dan dia hafal, maka ia akan bersama para Malaikat yang mulia lagi taat.”(HR. al-Bukhari dan Muslim)

 

Yang ketiga; Mereka yang mempelajari dan mentadabburi al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

كِتَابٌأَنْزَلْنَاهُإِلَيْكَمُبَارَكٌلِيَدَّبَّرُواآَيَاتِهِوَلِيَتَذَكَّرَأُولُوالْأَلْبَابِ

 

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad: 29)

                           

Inilah tujuan utama diturunkannya al-Quran, agar kita memperhatikan, mempelajari, merenungi dan memahami kandungan ayat-ayatnya. Rabb semesta alam, Rabb yang menciptakan kita semua, yang memberi rezeki, yang kita sembah, dan sangat kita cintai, telah memberikan petunjuk bagaimana agar kita hidup sukses di dunia dan bahagia di akhirat, dalam sebuah kumpulan surat-surat yakni al-Qur'an yang berbahasa Arab. Tidakkah kita mau sedikit belajar dan mencoba memahami isi surat dari Rabb semesta alam ini? Padahal kita sangat menginginkan kebahagiaan dunia akhirat, tetapi kenapa kebanyakan kita masih tidak mau mempelajari dan memahami petunjuk-petunjuk-Nya? Semoga Allah jadikan kita termasuk orang-orang yang mau membaca, menghafal, mempelajari dan mentadabburi al-Quran.

 

Maasyiral muslimin, sidang jumat yang dirahmati Allah…

 

Dan yang terakhir;Mereka -para ahlul Qur'an- adalah yang senantiasa mengamalkan al-Qur'an. Mereka senantiasa berusaha mewujudkan isi, nilai dan ajaran al-Qur'an dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakatnya. Ketika seseorang merenungi kandungan al-Quran, maka biasanya akan muncul motivasi yang besar dalam dirinya untuk mengamalkan isinya, termotivasi untuk mendapatkan karunia yang Allah janjikan berupa surga, dan takut akan adzab di neraka. Jangan sampai kita seperti orang-orang Yahudi yang Allah umpamakan mereka seperti keledai yang membawa kitab, namun tidak mengamalkannya. Allah berfirman:

 

مَثَلُالَّذِينَحُمِّلُواالتَّوْرَاةَثُمَّلَمْيَحْمِلُوهَاكَمَثَلِالْحِمَارِيَحْمِلُأَسْفَارًابِئْسَمَثَلُالْقَوْمِالَّذِينَكَذَّبُوابِئَايَاتِاللهِوَاللهُلاَيَهْدِيالْقَوْمَالظَّالِمِينَ

 

“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”(QS. Al-Jumu’ah: 5)

 

Dalam surat Al-Fatihah, bahkan Allah menyebut orang-orang Yahudi ini sebagai golongan yang “maghdub” atau "yang dimurkai" dan Allah melarang kita meniru mereka. Yang demikian itu karena mereka membaca, mempelajari dan mengerti Taurat tapi mereka tidak mengamalkannya, bahkan mereka melakukan penolakan dan perlawanan atas kebenaran kitab mereka sendiri. Na'udzubillahi min dzalik, kita berlindung kepada Allah dari sikap yang sedemikian buruk itu..

 

بَارَكَاللهُلِيْوَلَكُمْفِيالْقُرْآنِالْعَظِيْمِ،وَنَفَعَنِيْوَإِيَّاكُمْبِمَافِيْهِمِنَالْآيَاتِوَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. أَقُوْلُمَاتَسْمَعُوْنَوَأَسْتَغْفِرُاللهَلِيْوَلَكُمْ

 

________________________

*Khutbah Pertama:*

 

الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه، أَمَّا بَعْدُ :

 

فَيَا عَبَادَ الله، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلاَ تَـمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون:

 

Maasyiral muslimin rahimakumullah…

 

Marilah kita berdoa kepada Allah agar senantiasa diberikan hidayah dan taufik untuk bisa menjadi keluarga Allah yakni ahlul Qur'an, yang selalu membaca, menghafal, mempelajari, mentadabburi dan mengamalkan al-Qur'an.

 

اللهُمَّصَلِّعَلَىمُحَمَّدٍوَعَلَىآلِمُحَمَّدٍكَمَاصَلَّيْتَعَلَىإِبْرَاهِيْمَوَعَلَىآلِإِبْرَاهِيْمَ،إِنَّكَحَمِيْدٌمَجِيْدٌ

 

اَللّهُمّاغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَوَاْلمُسْلِمَاتِوَالْمُؤْمِنِيْنَوَالْمُؤْمِنًاتِاَلأَحْيَاءِمِنْهُمْوَالأَمْوَاتِإِنّكَسَمِيْعٌمُجِيْبُالدّعَوَاتِ

 

رَبّنَالاَتًؤَخِذْنَاإِنْنَسِيْنَاأَوْأَخْطَأْنَارَبّنَاوَلاَتَحْمِلْعَلَيْنَاإِصْرًاكَمَاحَمَلْتَهُعَلىَالّذِيْنَمِنْقَبْلِنَارَبّنَاوَلاَتُحَمّلْنَامَالاَطَاقَةَلَنَابِهِوَاعْفُعَنّاوَاغْفِرْلَنَاوَارْحَمْنَاأَنْتَمَوْلَنَافَانْصُرْنَاعَلىَالْقَوْمِالْكَافِرِيْنَ.

 

رَبّنَاآتِنَافِيالدّنْيَاحَسَنَةًوَفِياْلأَخِرَةِحَسَنَةًوَقِنَاعَذَابَالنّارِ. وَالْحَمْدُللهرَبّالْعَالَمِيْنَ

 

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَـمِيْن

 

أَقِيْمُوا الصَّلَاة...

 

 

Naskah khutbah diatas juga bisa diunduh dalam format pdf pada link berikut ini:

http://www.4shared.com/office/RzgK37kCba/MENJADI_AHLUL_QURAN_MENJADI_KE.html

Bagi yang menggunakan aplikasi Whatsapp yang sudah support file attachment, juga bisa mendapatkan file pdf tersebut dengan menghubungi no: 085729989053

Juga bisa di lihat di channel IKADI DIY di telegram

 

 

 

 

 
gambar-kata-mutiara-hikmah-ikadi-hijrah1.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday424
mod_vvisit_counterYesterday2038
mod_vvisit_counterThis week8382
mod_vvisit_counterLast week12646
mod_vvisit_counterThis month40973
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3765077