Home Artikel Khutbah Khutbah Idul Fitri 1437H - PW IKADI Bali

Khutbah Idul Fitri 1437H - PW IKADI Bali

 

  اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ الله أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا،

 وَسُبْحَان الله بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

ألحمدلله الذي رباناعلى الشدائد والملاحم باالصيام وجعلنا باالصبر واليقين أئمةالأنام

أشهد أن لاإله إلا الله وحده لاشريك له شهادة صدق وحق وأشهد أن محمد عبده ورسوله ألمبعوث رحمة للعالمين

 

Allahu Akbar dengan segala kemuliaanMU.

Allahu Akbar dengan segala kasih dan sayangMU

Allahu Akbar dengan segala nikmat pemberianMU.

Allahu Akbar Dzat yang Maha Kuasa meninggikan langit tanpa tiang,

Allahu Akbar Dzat yang Maha Kuasa yang menggelar bumi sebagai hamparan

 

Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullah…

sejak terbenam sang mentari senja  gema takbir membahana menyentuh dan menggetarkan relung jiwa manusia, Takbir yang terucap sebagai pernyataan dan pengakuan atas keagungan dan kebesaran  Allah bukan semata sekedar gerak bibir tanpa makna., tetapi takbir yang terucap dari buah syukur atas hidayah Allah, sebulan lamanya kita menempa diri dalam didikan Ramadhan, sehingga akhirnya kita sampai di hari ini, hari kemenangan, hari kembalinya fitrah diri sebagai hamba.

 

Bulan penuh berkah yang meninggalkan kita, mendidik kita menjadi manusia tangguh, hempasan dan tempaan lapar dan dahaga menjadikan kita menjadi manusia baru yang orientasi hidupnya meraih ridho Allah jelas tertancap dalam sanubarinya, yang peta jalannya menuju syurga jelas terbayang dalam benaknya, yang tekadnya beramal tak kan dapat di halangi oleh rintangan sebesar apapun. Dahaga terhadap tetesan air selama puasa akan mewariskan dahaga terhadap ampunan dan maghfirah-Nya.

Qul inna sholaati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbul alamin

 

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… walillahil-Hamdu…

Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullah…

Ramadhan telah menyemai cinta di lubuk hati kita. Menyemai Cinta kepada Allah, menyemai cinta pada sesama, bulan gembira para anak yatim  dengan banjirnya tali kasih untuk mereka, bulan gembira bagi kaum dhua’afa infaq sedekah para agniya merekahkan senyum membuat mereka bahagia bersama keluarga, Ramadhan yang membuat kita Mampu Bertahan dalam ketaatan, bersabar dalam ujian .

Satu bulan penuh kita menunaikannya atas karunia-Nya pada hari ini kita dapat berhari raya bersama, menyambut kabar gembira dan bahagia sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam sebuah hadits Qudsi:

إِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا إِلىَ عِيْدِكُمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالىَ : يَا مَلاَئِكَتِى، كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ ، فَيُنَادِي مُنَادٍ : يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، اِرْجِعُوْا إِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ ، فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَا عِبَادِي صُمْتُمْ لِي وَأَفْطَرْتُمْ لِي فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ .

Apabila mereka berpuasa di bulan Ramadhan kemudian keluar merayakan hari raya maka Allah pun berkata: ‘Wahai Malaikatku, setiap orang yang mengerjakan amal kebajikan dan meminta balasannya, sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka’. Seseorang kemudian berseru: ‘Wahai ummat Muhammad, pulanglah ke tempat tinggal kalian. Seluruh keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan’. Kemudian Allah pun berkata: ‘Wahai hambaku, kalian telah berpuasa untuk-Ku dan berbuka untuk-Ku. Maka bangkitlah sebagai orang yang telah mendapatkan ampunanKU

Idul Fitri yang penuh barakah ini, merupakan hari kemenangan melawan hawa nafsu. hari kita bergembira, Namun, segala kegembiraan ini tidak boleh membuat kita terlena, sibuk mengurusi bungkus luarnya saja dan mengabaikan isi dalamnya. Ketahuilah, baju baru dan makanan enak hanya bungkusnya; tetapi halal, bergizi dan sehat itulah isinya. Kekayaan itu hanya bungkusnya; tetapi kedermawanan dan hati ikhlas itu isinya. Istri cantik dan suami tampan hanya bungkusnya; tapi sakinah mawaddah wa rahmah  itulah isinya. Jabatan itu hanya bungkusnya; tapi pengabdian dan pelayanan itu isinya. Hidup di dunia itu bungkusnya; nasib hidup sesudah mati itu isinya.

Maka beruntunglah mereka yang mengutamakan isi, dan merawat bungkusnya. Janganlah kita setengah mati mengejar apa yang tak bisa kita bawa mati, sementara melupakan apa yang pasti terjadi setelah mati.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

Rasulullah Saw menubuwahkan akan datangnya situasi dan kondisi yang sangat dilematis sekaligus merupakan tragedi kehidupan, dengan sabdanya:

سَيَأتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ ، وَيُؤتَمَنُ فِيهَا الخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الأَمِينُ ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ . قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ ؟ قَالَ : الرَّجُلُ التَّافِهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ العَامَّةِ.

“Akan datang kepada manusia masa-masa yang penuh dengan penipuan. Ketika itu orang yang jujur didustakan, para pendusta dipercaya, amanat diberikan kepada pengkhianat, dan orang yang amanah dikhianati; dan Ruwaibidhah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Ya Rasulallah, apakah Ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab: “Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan publik.” (Hr. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Situasi dan kondisi yang digambarkan dalam hadits di atas sungguh tragis. Di zaman ini, betapa banyak para pendusta justru dipercaya menjadi pejabat. Orang yang jujur disingkirkan, dan orang yang khianat malah diberi amanat. Mempercayai para pendusta, mengkhianati orang yang amanah, adalah karakteristik era politik akal bulus di zaman ini.

Tragisnya, dari kalangan pendusta dan pengkhianat ini muncul Ruwaibidhah, orang-orang bodoh yang tidak berkompeten mengurusi urusan rakyat, baik secara mental, intelektual maupun moral.

Tidak asing lagi bagi kita, ada hakim yang memutuskan perkara di pengadilan, tapi justru sekaligus menjadi mafia kasus. Ada menteri membuat kebijakan, tapi meresahkan dan merugikan kepentingan rakyat. ada gubernur, bupati, walikota harusnya mengayomi rakyat malah  dipenjara karena kasus korupsi, bahkan terlibat narkoba.

Bagaimana mereka dapat menyelesaikan masalah rakyat?, sementara mereka sendiri bermasalah? Negara menjadi kacau, hukum diperjual belikan dan nasib rakyat ditelantarkan.

Apabila kepemimpinan politik diserahkan kepada mereka maka tunggulah saat kehancuran tiba.

إذاوسد الأمر إلى غير أهلها فاانتظر الساعة 

Disebutkan pula di dalam Al-Qur’an, suatu negara akan binasa apabila orang-orang durhaka menjadi penguasa dan pejabat negara.

وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا (16)

“Jika Kami hendak menghancurkan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada para pemimpin di negeri itu, supaya menaati Allah, tetapi mereka berbuat zhalim kepada rakyat di negerinya. Akibat perbuatan durhaka pemimpin mereka, maka turunlah adzab kepada mereka dan Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (Qs. Al-Israa’ [17]: 16)

Ketika pemimpin eksekutif, legislatif, dan yudikatif dijabat oleh orang-orang yang tidak punya kapasitas dan tidak mengindahkan agama, maka dia sulit membedakan yang benar dan yang salah. Tidak akan bisa membedakan manakah petunjuk Allah dan yang mana rayuan setan, tidak akan bisa membedakan ‘yang ini’ maslahat dan ‘yang itu’ muslihat.

Nabiyullah Musa a.s menghadapi konspirasi ini , ada Fir’aun raja yang lalim, ada Qarun si kaya tamak dan sombong, ada Bal’am si ilmuan hebat, tukang stempel kebijakan fir’aun. Itulah negeri kita kemiskinan,kebodohan,korupsi,narkoba,pornografi dan kriminalitas menjadi kosa kata yang memenuhi wajah kita.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

Setelah umat Islam dipojokkan dengan stigma terorisme; muncul lagi aksi teror atas nama Daulah Islamiyah alias ISIS. Dengan berlindung di balik nama Daulah Islamiyah, mereka mengafirkan bahkan membunuh siapa saja yang tidak bergabung dengan kelompoknya. Umat Islam dipermalukan di pentas internasional karena prilaku buas dan kejamnya, yang tidak kalah biadabnya dengan musuh-musuh Islam.

Belum usai dengan problem ISIS, umat Islam diguncang lagi dengan propaganda Syiah yang menghina istri Nabi Saw dan menistakan para sahabat-sahabat mulia  beliau dengan dalih membela dan mencintai ahlul bait. Mereka juga menjerumuskan generasi muda ke arah pergaulan bebas dan zina dengan dalih kawin mut’ah atau kawin kontrak. Siapa saja yang menentang kesesatan Syiah dituduh sebagai pengikut Wahabi. Jika tidak waspada, bukan mustahil umat Islam dapat diadu domba.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Menyaksikan kondisi Indonesia hari ini, muncul pertanyaan, jika hendak memperbaiki Indonesia darimana-kah kita harus memulainya?

Indonesia telah dipimpin  dengan berbagai tipe pemimpin. Indonesia pernah dipimpin oleh seorang politisi pejuang revolusi, Pernah juga dipimpin seorang jenderal TNI bintang lima, Pernah dipimpin seorang profesor ber-IQ tinggi, pernah dipimpin seorang kharismatik bergelar Kyai ,Pernah juga dipimpin seorang tokoh perempuan’ juga seorang purnawirawan Dan kini, Indonesia dipimpin seorang yang terkenal sangat merakyat .

Tapi mengapa Indonesia terus saja begini. Indonesia yang pulau-pulaunya dijual kepada orang asing atau di caplok negara tetangga, mata uangnya terus melemah, anak-anak negeri ini dirusak moral dan harga dirinya. Negeri dimana barang palsu jadi modal bisnis: beras palsu, daging palsu, ijazah palsu, uang palsu, jabatan palsu, janji-janji  palsu dan palsu-palsuan lainnya. Bahkan saat ini kita dihebohkan  dengan vaksin palsu, yang kita tidak tahu berapa bayi menjadi korbannya.

Di negeri kita ini, telah terjadi kerusakan yang sangat serius: kemiskinan yang kronis, dekadensi moral, korupsi, narkoba, gratifikasi seks, prostitusi online, penipuan, juga penindasan dan kezaliman. Padahal institusi negara ada, pemerintah masih berkuasa, tapi belum mampu merubah apalagi memperbaiki nasib rakyat sesuai cita-cita kemerdekaan.

Indonesia membutuhkan pemimpin seperti disebutkan dalam Al-Qur’an:

وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ ۖ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ (73)

“Kami jadikan masing-masing mereka sebagai pemimpin yang memberikan petunjuk kepada manusia dengan izin Kami. Kami perintahkan kepada mereka untuk melakukan amal-amal shalih, menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Mereka semua senantiasa taat kepada Allah.” (Qs. Al-Anbiyaa [21]: 73)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

Dalam segala situasi, Islam merupakan solusi Ilahiyah, yang telah terbukti dalam sejarah, berhasil mengangkat harkat dan martabat manusia. Karena itu umat Islam hendaknya senantiasa istiqamah berpegang teguh pada keislamannya .

Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. memberi nasehat pada kaum Muslimin:

إِنَّ مِنْ نَعِيمِ الدُّنْياَ يَكْفِيْكَ اْلإِسْلاَمُ نِعْمَةً ، وَ إِنَّ مِنَ الشُّغْلِ يَكْفِيْكَ الطَّاعَةُ شُغْلاً ، وَ إِنَّ مِنَ الْعِبْرَةِ يَكْفِيْكَ الْمَوْتُ عِبْرَةً .

“Dari sekian banyak nikmat dunia, cukuplah Islam sebagai nikmat bagimu, dari sekian banyak kesibukan, cukuplah ketaatan sebagai kesibukan bagimu, dan dari sekian banyak pelajaran, cukuplah kematian sebagai pelajaran bagimu.”

Manakala kita meyakini Islam sebagai nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada kita, seharusnya kita antusias untuk menjalani kehidupan ini sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Tidak mungkin kita akan merasakan indahnya Islam dan bahagianya menjadi seorang Muslim tanpa mengamalkan ajarannya.

Seperti dikatakan oleh khalifah Umar bin Khatthab ra:“Dulu kita adalah kaum yang terhina, kemudian Islam datang memuliakan kita. Jika sekarang kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menghinakan kita kembali. (H.r. Al-Hakim dan Al-Mundziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib)

Kemudian khalifah Ali bin Abi Thalib menyeru supaya kita mengambil pelajaran dari al-maut (kematian). Mati merupakan suatu yang pasti terjadi tetapi tetap misteri. Ia datang tidak diundang dan perginya pun tanpa pamitan.

Maka jangan lalai akan datangnya kematian, karena merasa jadi orang kaya. Sebab kematian tidak hanya datang pada orang miskin. Jangan lalai dengan kematian karena merasa masih muda, sebab kematian tidak hanya datang pada orang tua renta. Jangan lalai datangnya kematian karena merasa masih sehat, sebab kematian tidak hanya datang pada orang sakit. Jangan lalai dari kematian karena merasa pintar, sebab maut tidak hanya merenggut nyawa orang bodoh. Jangan lalai akan datangnya kematian karena merasa jadi pejabat negara, sebab malaikat maut tidak hanya datang mencabut nyawa rakyat jelata.

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ… (78)

“Wahai manusia, di mana pun kalian berada, maut akan mengejar kalian. Sekalipun kalian berada dalam benteng-benteng yang kokoh….” (Qs. An-Nisa’ [4]: 78)

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ (57)

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Kalian semua kelak akan dihidupkan kembali untuk berkumpul di hadapan Kami.” (Qs. Al-Ankabut [29]: 57)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

Di akhir khutbah ini, marilah kita bermunajat kepada Allah dengan penuh ke khusyuan meluruskan niat, membersihkan hati danmenjernihkan fikiran,

ya Allah, wahai yang Maha Tahu segala lumuran aib dan maksiat kami , ampunilah kami
sebusuk apapun diri-diri kami selama ini, sekelam apapun masa lalu kami, ampunilah kami

bukakan lembaran-lembaran baru yang bersih yang menggantikan lembaran kelam masa lalu kami.

robbana dzolamna anfusanaa wa ilam taghfirlanaa wa tarhamnaa la nakuunanna minal khaasiriin.

ya Aallah ampuni dan selamatkan orang tua kami, darah dagingnya melekat pada tubuh kami.

ampuni kami jikalau selama ini kami pernah mendzoliminya, jadikan sisa umur kami
menjadi anak yang sholeh yang bias membalas budi orang tua kami

ya Allah bukakan hati kami agar dapat merasakan keagunganMu. jadikan kening ini menjadi kening yang selalu nikmat bersujud kepadaMu.
jadikan mata kami menjadi mata yang selalu akrab dengan ayat-ayatMu.
jadikan  telinga ini, menjadi telinga yang selalu rindu mendengar kebenaranMu.

Ya Allah, bimbinglah kami agar kami bisa menemukan mutiara di balik semua kesusahan kami. Penuhi hati kami dengan kesabaran, keikhlasan menjalani hidup, dan niatan yang kuat untuk memenuhi hidup kami dengan ibadah kepada-Mu.

Ya Allah, kepada siapa lagi kami mengadu jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami bersandar jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami berlindung dari segala ketakutan dan kegelisahan kami, jika bukan kepada-Mu.

Tunjukkan segala jalan buat kami untuk mendapatkan ridha-Mu dan Pertolongan- Mu

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ . سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ . وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ . وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

Nur Asyur (PW IKADI Bali)

 

 
ikadi-fbquotes-qs-yunus-44.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1168
mod_vvisit_counterYesterday1989
mod_vvisit_counterThis week1168
mod_vvisit_counterLast week13129
mod_vvisit_counterThis month35748
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3759852