Home Artikel Kajian GOLPUT, NO WAY

GOLPUT, NO WAY

GOLPUT, NO WAY

Ust. H. Ahmad Yani, Lc. MA

Memilih Pemimpin Sebuah Tanggungjawab

Berpartisipasi dalam memilih pemimpin di berbagai level kepemimpinan, merupakan bentuk riil dalam memberikan perhatian terhadap kondisi sosial-masyarakat secara umum. Perhatian (Ihtimam) ini sebagai konsekuensi logis dari karakteristik Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamiin. Di sisi lain, ihtimam dengan kondisi Bangsa Indonesia berarti perhatian terhadap kondisi Umat Islam sebagai penduduk mayoritas. Bahkan bukankah secara kuantitas, Muslim terbesar di Dunia ada di Indonesia?

 

Memilih pemimpin berarti memilih sosok yang akan menjalankan tugas dan amanah kepemimpinan dan mengelola berbagai kebijakan, yang selanjutnya akan berdampak terhadap kondisi komunitas yang dipimpinnya, mungkin berdampak positif maupun sebaliknya. Dampak positif dan negatif ini bisa berbuah pahala atau juga beban tanggungjawab dosa yang lahir lantaran pengaruhnya terhadap orang lain. Sederhananya, memilih pemimpin bisa berdampak pahala atau beban dosa lantaran pengaruh yang dihasilkan dari pilihan tersebut. Tentunya ketentuan pahala dan dosa tersebut menurut berbagai standard dan ukuran Islam yang menentukan sebuah amal berbuah pahala atau dosa, seperti sengaja dalam memilih pemimpin yang membahayakan ketika meyakini ada pemimpin yang lebih baik bisa berbuah dosa, dan seterusnya.

 

Memang pada prinsipnya pertanggungjawaban berdasarkan kepada perbuatan individu saja sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT: ““Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya  sendiri dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” (QS. Al-An’am: 164). “Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telahdiperbuatnya” . (QS. Al-Muddatsir: 38).

 

Tetapi perbuatan seseorang bisa memberikan pengaruh dan dampak kepada orang lain. Seorang muslim akan berfikir panjang dan tidak akan meremehkan perbuatannya sekecil apapun apatah lagi jika perbuatan tersebut memiliki dampak dan pengaruh terhadap orang lain. Karena dampak dan pengaruh ini bisa berupa pahala atau bahkan dosa.

 

Memilih pemimpin merupakan bentuk riil mengaplikasikan perhatian terhadap kondisi sosial-masyarakat. Bahkan dalam pandangan seorang ‘alim robbani Ibnu Taimiyah, beliau pernah berkata: “Sesungguhnya memimpin manusia merupakan kewajiban yang paling utama, bahkan tidak tegak urusan agama dan dunia kecuali dengan adanya kepemimpinan”, perkataan beliau ini diakhiri dengan: “Maka memilih pemimpin menjadi kewajiban agama dan ibadah kepada Allah SWT.

 

Menurut DR. Sholahuddin Sulthon, guru besar fakultas Syariah Islamiyah Universitas Darul Ulum Kairo, bahwa pemilihan pemimpin pemerintahan adalah kemestian realitas (dhorurah waqi’iyyah) dan kewajiban Islam (faridhoh syar’iyyah). Bahkan ada kesepakatan di kalangan Ulama Syariah (agama Islam) bahwa kata “intikhobat” (pemilihan pemimpin) memiliki makna sepadan dengan kata “asysyahadah” (memberikan kesaksian) yang banyak tercantum dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Pendapat ini juga dinyatakan oleh para Ulama ternama seperti Syekh Yusuf Al-Qardhawi, Syekh Faishol Maulawi dan Syekh Jadul Haq sebagai grand Syekh Al-azhar Mesir.

 

Dalam Al-Qur’an Allah SWT memuliakan orang-orang yang menunaikan kesaksiannya. “Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya”. (QS. Al-Ma’arij: 33). Ayat ini disebutkan dalam konteks pembahasan ciri orang-orang yang dianugerahkan Allah keteguhan mental, jiwanya relatif stabil dalam menghadapi berbagai kondisi baik senang maupun susah. Keteguhan mental tersebut juga dicirikan dengan keteguhan dalam memberikan kesaksian. Ada hikmah tersendiri ketika Allah SWT memakai kata-kata “qaaimuun” dari kata “qiyam” (mendirikan atau menegakkan) bukan kata “adaa’” (menunaikan atau memberikan). Menegakkan bukan sekedar menunaikan.

 

Menegakkan kesaksian ada kalanya memerlukan keteguhan dan keseriusan. Karena kadangkala berbagai faktor bisa memalingkan seseorang dari menunaikan kesaksian yang sebenarnya. Dalam konteks pemilihan pemimpin, secara riil masih sering ditemukan, seseorang yang memberikan “kesaksian” atau suara, atau bahkan mendustakan “kesaksiannya” lantaran faktor materi yang diraihnya, tanpa memikirkan tanggungjawab serta dampak dari perbuatannya tersebut. Lantaran sembako, uang atau janji-janji materi lainnya, idealisme dalam memberikan kesaksian bisa runtuh. Padahal memberikan kesaksian tersebut –yang seringkali dianggap hal remeh-,  sekali lagi, bisa berdampak terhadap kondisi sosial masyarakat, bahkan lingkup yang lebih luas lagi. Secara tegas Allah SWT menyatakan dalam ayat lain: “Dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah” (QS. Ath-Tholaq: 2). Menegakkan kesaksian karena Allah, bukan lantaran motif materi.

 

Bagaimana Hukum Golput?

Golput singkatan dari golongan putih,sering dimaksudkan sekelompok orang yang tidak mau ikut serta memberikan suara untuk suatu partai tertentu,atau memilih calon DPD atau calon presiden. Mereka tidak mau ikut serta dalam hiruk pikuk kegiatan pemilu.Berbagai macam alasan yang dilontarkan sehingga mereka tidak mau ikut serta dalam pemilu,antara lain:

  1. Sistem pemilu, menurut sebagian mereka adalah sistem jahiliyah yang tidak boleh diikuti sebab bila diikuti berarti setuju dengan sistem jahiliyah, ikut masuk ke dalamnya dan bahkan memperkuat sistem jahiliyah tersebut. Alasan ini sering diajukan oleh kelompok ekstrim yang merasa benar sendiri,dan orang yang tidak ikut bersama mereka dianggap telah keluar dari Islam.
  2. Sebagian mereka bersikap golput karena menurut mereka semua partai yang ikut pemilu tidak ideal,dan tidak ada yang bisa dipercaya untuk menyampaikan aspirasinya menurut mereka. Alasan ini muncul dari orang-orang yang mungkin sudah pernah putus asa dalam perjuangan lewat partai,atau orang yang merasa kepentingan diri dan kelompoknya tidak tersalurkan lewat partai peserta pemilu.
  3. Sebagian yang lainnya menganggap pemilu hanyalah pemborosan sebab sejak zaman presiden Sukarno sampai sekarang tidak menambah kesejahteraan rakyat. Para politisi yang menjadi anggota legislatif, atau para pejabat pemerintah yang memegang kekuasaan, setelah menduduki kursi jabatan di parlemen atau di eksekutif, mayoritas mereka hanyalah memikirkan kantong dan kepentingan diri dan kelompoknya saja, tidak memperjuangkan aspirasi rakyat.

 

Apakah alasan-alasan tersebut mengharuskan untuk memilih golput? Apa kebaikan dan kemaslahatan yang bisa didapat dari golput? Justru kondisi realitas Umat Islam dan penduduk Indonesia sekarang mengharuskan Umat untuk berpartisipasi dan serius terlibat dalam berpartisipasi dalam pemilihan pemimpin, terlebih partisipasi tersebut berdasarkan kepada dalil dan logika sebagai berikut:

  1. Kondisi umat manusia yang sudah rusak dan kejahatan yang sudah tersebar di seluruh jaringan sel kehidupan masyarakat, sangat membutuhkan solusi agar mereka bisa dientaskan dari jurang kehancuran dan kembali kepada jalan yang benar sehingga mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat. Solusi ini adalah menegakkan kewajiban amar ma’ruf dan nahi munkar di bumi pertiwi Indonesia. Krisis multidimensional yang menimpa bangsa ini disebabkan tidak tegaknya amar ma’ruf dan nahi munkar.Dan amar ma’ruf nahi munkar itu memerlukan kekuatan dan kekuasaan, sebagaimana yang disampaikan oleh Sayyid Quthub seorang pemikir dan pejuang Islam. Sekedar berdakwah tidak terlalu memerlukan kekuatan, namun amar ma’ruf nahi munkar mesti memerlukan kekuatan dan kekuasaan. 
  2. Oleh karena orang-orang yang menghembuskan kejahatan dan menebarkannya telah menggunakan berbagai cara dan sarana dan mereka bekerja secara terprogram dan terstruktur rapih, maka kita diharuskan untuk bekerja sama dalam membentengi umat ini dari akibat negatif yang ingin ditimpakan kepada umat dan bangsa ini. Kita wajib bekerjasama dalam berdakwah, berjamaah dan berharokah. Bila kita tidak bahu membahu melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, maka muncul malapetaka di atas muka bumi ini. Allah swt berfirman:Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al Anfaal : 73). 
  3. Oleh karena orang-orang yang ingin merusak bangsa kita ini menggunakan sarana politik, ekonomi, budaya dan lainnya bahkan mungkin membonceng kekuatan politik tertentu atau pemerintahan tertentu, maka Umat Islam diharuskan untuk berpolitik agar kita jangan sampai digusur dari arena perjuangan politik oleh mereka.Dengan berpolitik dan memiliki kekuasaan Umat Islam mampu membendung kemunkaran dan kejahatan besar yang dapat melanda rakyat dalam skala yang besar. Khalifah Rasulullah ketiga, Utsman bin Affan ra, berkata: “Sesungguhnya Allah SWT akan mencegah dengan kekuasaan kejahatan-kejahatan yang tidak bisa dicegah hanya dengan Al-Qur’an. Ada banyak kemungkaran yang baru bisa dicegah secara efektif dengan kekuatan dan kakuasaan, namun tidak bisa dicegah hanya dengan majlis ta’lim, pengajian dan yang sejenisnya.
  4. Sistem pemerintahan di Indonesia adalah sistem demokrasi yang mana suara rakyat diwakili oleh wakil-wakilnya di DPR. Maka suara umat Islam akan tersalurkan bila wakil-wakil umat Islam banyak menduduki kursi DPR. Kita wajib ikut pemilu agar kursi umat Islam semakin banyak.

 

Sumber:

1.      Prof. Dr. Achmad Satori ismail, Golput Haram Golput Halal, Pustaka Ikadi.

2.      Tim penulis, Khutbah Jum’at yang Menggugah, Pustaka Ikadi

 

 

 
ikadi-fbquotes-28_56.jpg

Artikel Terbaru

Rohingya dan Dunia yang Terluka

Rohingya dan Dunia yang Terluka Oleh Samson Rahman Pembantaian muslim Rohingya yang super sadis oleh para biksu Budha radika... Readmore

More in: Mauizhoh, Moderasi Islam, Tips, Khutbah, Fiqh Dakwah, Kemukjizatan Ilmiah, Tafakkur, Kajian, Opini

REKENING DONASI


BSM Cabang Warung Buncit
No.Rek : 7000347447   
a/n Ikatan Da'i Indonesia


BRI Cabang Pasar Minggu
No.Rek: 0339.01.000930.30.7  
a/n Ikatan Da'i Indonesia

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday427
mod_vvisit_counterYesterday2038
mod_vvisit_counterThis week8385
mod_vvisit_counterLast week12646
mod_vvisit_counterThis month40976
mod_vvisit_counterLast month69797
mod_vvisit_counterAll days3765080