Penodaan Zionis Israel Terhadap Masjid Al-Aqsha
Oleh DR. KH. Muqoddam Cholil, MA (Ketua Harian KNRP)
 
الْحَمْدُ للهِ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ وَهُوَ عَلىَ كُلِّ شَيءٍ قَدِيْرٌالَّذِيْ خَلَقَ اْلمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْأَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيْزُ اْلغَفُوْرُأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ هَدَانَا وَأَنْعَمْنَابِاْلإِسْلاَمِ وَأَمَرَنَا بِاْلجِهَادِ وَنَوَّرَ قُلُوْبَنَا بِاْلكِتَابِ اْلمُنِيْرِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ بَلَّغَالرِّسَالَةَ وَ أَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ اْلأُمَّةَ بِرِسَالِتِهِ اْلخَالِدةِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ فيِْ أَيَّامِنَا هَذَا وَفيِ يَوْمَئِذٍيَوْمٌ عَسِيْرٌ عَلىَ اْلكَافِرِيْنَ غَيْرَ يَسِيْر. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ محُمَّدٍ بْنِ عَبْدِاللهِوَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:  فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّاي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.. قَالَ اللهُ تَعَالَى وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰ‌ۚ وَٱتَّقُونِ يَـٰٓأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ  البقرة: ١٩٧
 
Hadirin siding sholat jumat yang dimuliakan Allah
 
Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah atas limpahan karuniaNya kepada kita, nikmat iman, islam dan sehat yang senantiasa kita rasakan patut untuk disyukuri. Untuk itu marilah kita jaga dan kita tingkatkan selalu keimanan ini dengan meningkatkan amal sholeh, menjalankan perintah Allah dengan penuh kesungguhan, serta berupa sekuat tenaga menjauhi dan meninggalkan larangan-laranganNya. Semoga Allah melimpahkan kebaikan dan keberkahan dalam kehidupan kita di dunia dan akhirat. Amiin.
 
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah
 
Allah Swt berfirman dalam surat Al-Israa’ ayat pertama:
 
سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلاً۬ مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكۡنَا حَوۡلَهُ ۥ لِنُرِيَهُ ۥ مِنۡ ءَايَـٰتِنَآ‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ  الإسراء: ١
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. Al Israa’: 1)
 
Ma’asyiral Muslimin jamaah jum’at yang dimuliakan Allah
Baitul Maqdis adalah bagian dari Negara Palestina, bahkan ia merupakan buah mata dan urat nadinya. Ia mempunyai tempat tersendiri dalam hati Umat Islam. Allah Swt telah menerangkan sifat negeri ini dengan “keberkatan”, dalam surat al-Israa’:
 
ٱلَّذِى بَـٰرَكۡنَا حَوۡلَهُ . الإسراء: ١
“Yang kami berkati sekelilingnya”. (QS. Al Israa’ :1).
Juga ketika Allah Swt berfirman tentang Kekasih-Nya Ibrahim As:
 
وَنَجَّيۡنَـٰهُ وَلُوطًا إِلَى ٱلۡأَرۡضِ ٱلَّتِى بَـٰرَكۡنَا فِيہَا لِلۡعَـٰلَمِينَ . الأنبياء: ٧١
 
“Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkatinya untuk sekalian alam.“ (QS. Al Anbiyaa’: 71).
 
Kemudian dalam firmanNya:
وَجَعَلۡنَا بَيۡنَہُمۡ وَبَيۡنَ ٱلۡقُرَى ٱلَّتِى بَـٰرَڪۡنَا فِيہَا قُرً۬ى ظَـٰهِرَةً۬ وَقَدَّرۡنَا فِيہَا ٱلسَّيۡرَۖ سِيرُواْ فِيہَا لَيَالِىَ وَأَيَّامًا ءَامِنِينَ سبأ: ١٨
“Dan Kami jadikan di antara mereka dan antara Negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya beberapa Negeri yang berdekatan dan kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman“. (QS. Saba’: 18).
 
Negeri-negeri yang diberkati Allah ini ialah Syam dan Palestina. Seorang ulama tafsir, Al-Alusi penulis Tafsir Ruhul Ma’ani berkata: “Yang dimaksudkan dengan negeri-negeri yang diberkati dalam ayat di atas adalah negeri Syam karena banyaknya  pohon-pohon dan buah-buahan, serta keluasan hidup untuk penduduknya. Berkata Ibnu Abbas: “Ia adalah Baitul Maqdis.” Ibnu ‘Atiyyah berkata: “Sesungguhnya para ahli tafsir berijma’ bahwa yang dimaksudkan di situ adalah Baitul Maqdis.” Allah berfirman, maksudnya : “Demi (buah) Tin dan (buah (Zaitun) dan demi bukit Sinai dan demi Kota (Makkah) ini yang aman “(QS. At-Tin: 1-3). Bahwa yang dimaksudkan dengan Tin dan Zaitun adalah tanah dan bumi yang tumbuh padanya Tin dan Zaitun, yaitu Baitul Maqdis” (Ruhul-Ma’ani, Imam Al-Alusi, 22-129).
 
Ma’asyiral Muslimin jamaah jum’at yang dimuliakan Allah
 
Diantara Keistimewaan dan kedudukan Masjid al-Aqsha bagi Umat Islam  adalah:
 
Pertama, Baitul Maqdis kiblat pertama umat islam
 
Di Madinah terdapat saksi sejarah yang nyata dan menguatkan peristiwa perpindahan kiblat, yaitu Masjid Qiblatain (Masjid dua kiblat) yang mana di situlah kaum muslimin mendirikan satu sholat, setengahnya menghadap ke Baitul Maqdis dan setengahnya lagi menghadap ke Ka’bah di Makkah. Sampai sekarang Masjid ini tetap berdiri dengan beberapa renovasi oleh pemerintah Saudi
Arabia. Bagaimana mungkin kita akan melupakan bukti-bukti jelas yang telah diapaparkan dalam Al-Quran. Tidaklah seorang Muslim yang melupakan Baitul Maqdis melainkan mereka yang sudah jauh dari sentuhan-sentuhan ayat Al-Quran.
Firman Allah Swt:
 
سَيَقُولُ ٱلسُّفَهَآءُ مِنَ ٱلنَّاسِ مَا وَلَّٮٰهُمۡ عَن قِبۡلَتِہِمُ ٱلَّتِى كَانُواْ عَلَيۡهَا‌ۚ قُل لِّلَّهِ ٱلۡمَشۡرِقُ وَٱلۡمَغۡرِبُ‌ۚ يَہۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ۬ . وَكَذَٲلِكَ جَعَلۡنَـٰكُمۡ أُمَّةً۬ وَسَطً۬ا لِّتَڪُونُواْ شُہَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيۡكُمۡ شَهِيدً۬ا‌ۗ وَمَا جَعَلۡنَا ٱلۡقِبۡلَةَ ٱلَّتِى كُنتَ عَلَيۡہَآ إِلَّا لِنَعۡلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيۡهِ‌ۚ وَإِن كَانَتۡ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ‌ۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَـٰنَكُمۡ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ۬ رَّحِيمٌ۬ .البقرة: ١٤٢ - ١٤٣
“Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulunya mereka telah berkiblat kepadanya?”, Katakanlah “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya kejalan yang lurus… dan Kami tidaklah menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan Allah tidak akan mensia-siakan imanmu, sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penyayang kepada manusia.“ (QS. Al Baqarah: 142-143).
 
Ma’asyiral Muslimin jamaah jum’at yang dimuliakan Allah
 
Kedua, Baitul Maqdis Negeri Isra dan Mi’raj
 
Allah telah menjadikan Baitul Maqdis sebagai perhentian terakhir perjalanan Isra’ di bumi dan permulaan perjalanan Mi’raj ke langit. Iradah Allah Swt telah menghendaki untuk memulai perjalanan Isra’ Nabi Muhammad Saw di bumi pada malam yang penuh berkat itu dari Masjidil Haram di Mekah. Allah menghendaki akhir terminal perjalanannya di bumi di Masjidil Aqsa. Hal tersebut bukan sesuatu yang kebetulan atau sia-sia, tetapi ia merupakan peraturan Ilahi dan demi hikmah rabbani, yaitu supaya penutup para Rasul, bertemu dengan para Rasul dan beliau menjadi imam mereka dalam sholat. Hal ini merupakan isyarat pemberitahuan tentang pemindahan kepemimpinan agama bagi dunia dari Bani Israil kepada umat yang baru, Rasul yang baru, Kitab yang baru, yaitu umat sedunia, Rasul sedunia dan Kitab sedunia, sebagaimana firman Allah Swt:
سُبۡحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسۡرَىٰ بِعَبۡدِهِۦ لَيۡلاً۬ مِّنَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ إِلَى ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡأَقۡصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكۡنَا حَوۡلَهُ ۥ لِنُرِيَهُ ۥ مِنۡ ءَايَـٰتِنَآ‌ۚ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ الإسراء: ١
 “Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami”. (QS. Al Israa’: 1).
 
Ma’asyiral Muslimin jamaah jum’at yang dimuliakan Allah
 
Ketiga, Baitul Maqdis kota besar Islam ketiga
 
Baitul Maqdis adalah kota ketiga terbesar dalam Islam, kota terbesar pertama adalah Mekah al-Mukarramah yang dimuliakan Allah dengan Masjidil Haram-Nya, yang kedua adalah Madinah Al-Munawwarah yang dimuliakan Allah dengan adanya Masjid An-Nabawi dan makam Rasulullah Saw dan kota terbesar yang ketiga dalam Islam adalah Baitul Maqdis yang dimuliakan Allah dengan Masjidil Aqsa yang diberkati sekelilingnya. Hal ini sesuai dengan apa yang disebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa Nabi Saw bersabda:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ والْمَسْجِدِ الأَقْصَى ».(مُتَّفَقٌ عَلَيْه)ِ
 “Tidak dituntut bersusah payah untuk mengadakan perjalanan kecuali untuk menuju tiga masjid yaitu Masjidil Haram, Masjidil Aqsa dan Masjidku ini”. (HR. Bukhari dan Muslim).
 
Ma’asyiral Muslimin jamaah jum’at yang dimuliakan Allah
 
Keempat, negeri persiapan dan jihad
 
Baitul Maqdis bagi kaum Muslimin adalah negeri persediaan dan jihad. Keterangan Al-Quran tentang Masjidil Aqsa dan penjelasan hadits tentang fadhilah sholat di sana merupakan suatu kabar gembira bahwa Baitul Maqdis akan ditaklukkan oleh Kaum Muslimin karena pada zaman Rasul Saw Baitul Maqdis belum dapat ditakluki oleh kaum Muslimin) dan akan menjadi milik kaum Muslimin. Mereka akan memperbanyak musafir ke Masjidnya untuk beribadah di sana. Hal ini telah terbukti di mana dahulunya kota ini bernama Eliyah telah ditaklukkan pada zaman khalifah yang kedua, Umar bin Khattab, panglima tentara agungnya yang bernama Safruniyus mensyaratkan bahwa kunci kota itu tidak akan diserahkan kecuali langsung kepada Khalifah dan tidak kepada salah seorang panglimanya.
 
Ma’asyiral Muslimin jamaah jum’at yang dimuliakan Allah
 
Sejak jatuhnya Baitul Maqdis pada Juni 1967, Israel telah melakukan perbuatan-perbuatan yang keji dan menyakitkan hati Umat Islam dalam menodai kesucian Masjid Al-Aqsha. Berikut ini adalah bentuk-bentuk kejahatan mereka terhadap Masjid Al-Aqsha :
 
Pertama, Menciptakan ritual baru di dinding Masjid Al-Aqsha yang disebut “dinding ratapan” satu bentuk peribadatan baru yang tidak  tertulis didalam kitab Taurat, Talmut maupun kitab-kitab kuno para pemimpin agamanya. Kawasan tersebut dirampas dari umat Islam.
 
Kedua,  Membakar Masjid Al-Aqsha pada tahun 1969.
 
Ketiga, Menggali berpuluh-puluh terowongan dan menciptakan ruang-ruang khusus untuk ritual, museum, dan lain-lain yang berada tepat dibawah Masjid Al-Aqsha.
Keempat, Membangun sebuah kota agama untuk para wisatawan asing maupun lokal, dan bisa dinikmati oleh para pengunjung khususnya para generasi muda Yahudi.
 
Kelima,  Israel sengaja membuat kota wisatawan itu dari batu-batu buruk dan arsitektur klasik, yang seakan-akan menggambarkan bahwa ia telah berusia ratusan tahun, untuk mengelabuhi para wisatawan dan khususnya generasi baru Yahudi bahwa Haikal Sulaiman itu memang wujud dibawahnya.
Keenam, Mengizinkan para wisatawan asing maupun lokal untuk memasuki Masjid Al-Aqsha.
 
Ketujuh, Melarang Umat Islam yang berusia dibawah 44 tahun memasuki dan shalat di dalam Masjid Al-Aqsha.
 
Kedelapan, Mendirikan pemukiman-pemukiman baru bagi warga Yahudi yang dekat dengan Masjid dengan cara merampas tanahnya dari para pemiliknya bangsa Palestina, sehingga Masjid Al-Aqsha sekarang sudah mulai terkepung dengan pemukiman-pemukiman baru warga Yahudi.
 
Kesembilan, Membangun tempat-tempat maksiat semisal kafe-kafe untuk berdansa dan meminum-minuman keras persis di depan mihrab Masjid Al-Aqsha.
 
Kaum Muslimin jamaah sholat jum’at yang dimuliakan Allah
 
Seluruh mata dunia dan Umat Islam menyaksikan perkembangan yang sangat menyedihkan atas arogansi Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsha. Sudah terbukti, beberapa waktu belakangan ini Israel dengan sengaja dan terus menerus dan semakin berani, melakukan serangan demi serangan ke jantung Masjid Al-Aqsha yang menjadi kiblat pertama Umat Islam di tengah-tengah lalainya Umat Islam. Langkah serangan itu seperti membuka sinagog Kharaab di kota lama Al-Quds setelah selama empat  tahun mempersiapkan sinagog ini.
 
Serangan-serangan intensif terus dilakukan terhadap penduduk Al-Quds: pengusiran penduduk, penghancuran rumah-rumah, pengepungan rakyat, penggalian di Masjid Al-Aqsha, penyitaan tanah dan pendirian pemukiman baru bagi yahudi dari lahan-lahan yang dirampas. Semua itu menunjukkan dimensi tekad Israel untuk menantang hukum dan keinginan internasional, kegetolan mereka dalam menghinakan Arab dan Negara-negara Islam, serta kedalaman pembangkangan mereka terhadap acuan-acuan dari proses perdamaian, dan pengabaian mereka atas segala upaya Internasional yang dikerahkan untuk kembali melakukan negosiasi dengan umat Islam.
 
Hadirin jamaah sholat jum’at yang dirahmati Allah
 
Bentuk kejahatan terbaru Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsa sekarang ini adalah melalui cara penutupan dan penyerbuan atas sejumlah sekolah Islam yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsa, penyerbuan beberapa rumah di wilayah sekitarnya, penutupan SMU Putri Al-Aqsa yang terletak persis di dalam Masjid Al-Aqsha, dan pengusiran para siswi dari sana, pengusiran Umat Islam yang
sedang iktikaf padahal mereka adalah orang-orang tua dan juga penutupan SMU Syariah di dalam Masjid Al-Aqsa, pelarangan terhadap para pemuda untuk sholat didalamnya, penangkapan warga yang melawan peraturan jahat zionis Israel.
Kesemuanya ini tersimpul dalam pengepungan atas Masjid Al-Aqsa secara ketat, sehingga mengurangi jumlah jamaah sholat, sekaligus menjauhkan Umat Islam dari kepemilikan Masjid ini. Israel juga terus menerapkan rencana-rencana jahatnya di Al-Quds Timur dan melakukan pelanggaran-pelanggaran yang sangat serius.
 
Ya Allah berilah kami kekuatan untuk bisa menolong saudara-saudara kami yang tertindas di Palestina, kuatkanlah azam mereka, berikanlah mereka kekuatan dan kesabaran untuk menghadapi musuh-musuh-Mu dan musuh nabi-Mu. Kembalikanlah masjid al-Aqsha ke dalam genggaman kami. Wahai Dzat yang Maha Perkasa.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِاْلآيَاتِ وَالْحِكْمَةِ، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ،وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.