Ulama Bertugas Serukan Kebaikan di Tahun Politik

Dibuat Tanggal 02-08-2018
JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail menyatakan tugas ulama di tahun politik saat ini adalah menyerukan kebaikan. Hal ini dianggap sama saja dengan waktu-waktu sebelum tahun politik.
 
"Dimana saja tugas dan peran ulama itu minimal ada tiga. Mengukuhkan akhlak masyarakat supaya akhlaknya mulia, mengajarkan Islam secara utuh, dan bagaimana mereka mengajarkan pada kebaikan dan memperbaiki yang jelek atau amar ma'ruf nahi mungkar," ujar Prof KH Ahmad Satori, Rabu (1/8).
 
Berpatokan pada tiga tugas tersebut, ia pun menyebut di tahun politik ini ulama diharap semakin giat menjalankan tugasnya. Utamanya dalam menyerukan kebaikan dan menjauhkan keburukan.
 
Upaya-upaya untuk merekatkan umat dan bangsa juga harus terus dilakukan. Tidak ada momen khusus atau sikap berbeda ditunjukkan ulama dalam menjalankan peran mereka menyerukan agama Allah SWT.
 
"Upaya-upaya merekatkan umat dan bangsa ini harus terus dilakukan. Ini agar bangsa Indonesia tetap mendapatkan berkah dari Allah SWT," lanjutnya.
 
Meski dirasa tidak ada tugas yang berbeda, namun Prof Ahmad Satori tidak memungkiri jika di tahun-tahun politik akan muncul kelompok fanatik yang mendukung sosok tertentu. Dan menjadi tugas berat bagi ulama dan dai untuk menyatukan mereka dan menghindarkan dari perpecahan.
 
"Ulama berperan meredakan dan menjadi perekat umat. Kelompok yang fanatik ini rentan dengan pertentangan dan pergesekan yang makin lama akan semakin ramai," ujarnya.
 
Mengenai isi dakwah yang baiknya dibawakan oleh tiap ulama, ia menegaskan tidak jauh-jauh dari seruan amar ma'ruf nahi mungkar. Selain itu, selalu menjaga keutuhan bangsa agar Indonesia ini mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
 
Selain kepada ulama, KH Ahmad Satori pun memberikan masukan bagi pendukung dan calon yang diusung di pilpres 2019 nanti. Ia mengingatkan di dunia ini segala sesuatunya selain diraih dengan usaha manusia, juga ada ketentuan dari Allah SWT.
 
Prof Satori mengingatkan meskipun manusia sudah berusaha semaksimal mungkin, jika Allah tidak menghendaki maka tetap saja yang diinginkan tidak akan diraih. Karena itu hasil dari kontestasi politik nanti baiknya tidak terlalu dibawa perasaan dan berujung memecah bangsa.
 
"Harus ingat ada qada dan qadar. Jika yang didukung kalah tidak usah terlalu kecewa, pun bagi yang menang tidak usah terlalu berfoya-foya atau berbangga luar biasa hingga mengejek yang lain," ujarnya.
 
Sumber: ROL
share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Pemahaman Agama yang Benar dan Kestabilan Ekonomi Kunci Wujudkan Persatuan
21-01-2020 Liputan Media

Indonesia adalah bangsa majemuk yang terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya. Ma ...

Baca Selengkapnya

Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan Dikukuhkan
13-01-2020 Liputan Media

  Jakarta - Lembaga Persahabatan Ormas Kegamaan (LPOK) dikukuhkan. Keanggotaan le ...

Baca Selengkapnya

Menghafal Alquran Metode Gaza, Satu Cara Tingkatkan Tahfidz Sumsel
16-12-2019 Liputan Media

Palembang, IDN Times - Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) terus menggelar roadshow ke seluruh ...

Baca Selengkapnya

IKADI Dukung Standardisasi Dai
28-11-2019 Liputan Media

JAKARTA -- Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) setuju dan mendukung Komisi Dakwah dan Pengem ...

Baca Selengkapnya

IKADI Makassar dan Sadaqa Gelar Workshop Menghafal Alquran Metode Gaza
15-11-2019 Liputan Media

MAKASSAR - Sadaqa bersama Pengurus Daerah Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Makassar, ...

Baca Selengkapnya

Gubernur Apresiasi Kegiatan IKADI NTB
29-10-2019 Liputan Media

Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah sangat mengapresiasi kegiatan Tabligh ...

Baca Selengkapnya