Tiga Fokus Sasaran IKADI di Era Globalisasi

Dibuat Tanggal 15-03-2018
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Pusat (PP) Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) telah melaksanakan Silaturahim Nasional Ikadi di Kota Padang, Sumatra Barat pekan lalu. Ada tiga hal yang menjadi sasaran dan fokus Ikadi di era globalisasi saat ini.
 
Ketua Umum PP Ikadi, Prof KH Ahmad Satori Ismail mengatakan, sasaran Silaturahim Nasional Ikadi ada tiga. Pertama, menguatkan strategi dakwah Ikadi di era globalisasi. Kedua, memaksimalkan media sosial untuk dakwah dan menyampaikan Islam rahmatan lil alamin. "Ketiga, menggunakan jaringan Ikadi di 32 provinsi untuk membangkitkan ekonomi umat," kata Prof KH Ahmad Satori, Senin (12/3).
 
Ia menerangkan, Ikadi melihat umat Islam di Indonesia jumlahnya sangat banyak. Tapi kekuatannya tidak terlalu kuat. Maka bagaimana membuat jumlah umat yang banyak menjadi kekuatan yang besar.
 
Jaringan Ikadi sudah ada di 32 provinsi dan 350 kabupaten dan kota. Mudah-mudahan jaringan tersebut bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menguatkan strategi dakwah Ikadi di era globalisasi.
 
"Mudah-mudahan jaringan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangkitkan dakwah di masjid-masjid, lingkungan, perkantoran dan lain sebagainya," ujarnya.
 
Prof KH Ahmad Satori menegaskan, tujuan menguatkan strategi dakwah juga untuk menepis tuduhan Islam adalah teroris. Tuduhan tersebut memang dapat ditepis. Sejak dulu Islam ada di Indonesia, namun tidak pernah ada tuduhan semacam itu. Tuduhan Islam adalah teroris baru marak sekarang, kesannya Islam berubah. "Padahal hakikatnya ajaran Islam sangat luar biasa indahnya," ujarnya.
 
Mengenai memaksimalkan media sosial untuk dakwah dan menyampaikan Islam rahmatan lil alamin. Ikadi menerangkan, misalkan ada seorang dai menggunakan Twitter, Line dan Facebook untuk berdakwah. Dai tersebut mengisi pengajian di enam masjid dalam sepekan.
 
Kalau orang yang ikut pengajian di enam masjid tersebut follow akun media sosial dai, maka dakwah dai tersebut bisa dilihat masyarakat secara luas melalui media sosial. Kalau hal seperti ini disinergikan dengan ustaz lain se-Indonesia untuk menyampaikan Islam rahmatan lil alamin, maka dampaknya akan sangat luar biasa.
 
Sumber: ROL
share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Hadirkan Senyum untuk Duka Sulteng
19-10-2018 Liputan Media

Islamedia - Senin, 15 Oktober 2018 atau bertepatan dengan 06 Shafar 1439 H, beberapa or ...

Baca Selengkapnya

Gelar Dialog Keummatan, IKADI Kalbar Bahas Islam Rahmatan Lil 'Alamin
17-09-2018 Liputan Media

PONTIANAK - Rangkaian kegiatan Musyawarah Wilayah Il Ikadi Kalbar di Kabupaten Sambas ...

Baca Selengkapnya

PW IKADI Kalbar Laksanakan Musyawarah Wilayah ke II di Sambas
17-09-2018 Liputan Media

SAMBAS - Ikatan Da’I Indonesia (IKADI) wilayah Kalimantan Barat menyelenggaraka ...

Baca Selengkapnya

IKADI: Jangan Ada Lagi Penolakan Terhadap Dai
12-09-2018 Liputan Media

JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), KH Ahmad Satori Ismail berharap tak ...

Baca Selengkapnya

Berasal dari Ulama atau tidak yang Terpenting Jaga Amanah
03-08-2018 Liputan Media

JAKARTA - Belakangan berbagai nama muncul untuk dijadikan pemimpin baik calon presid ...

Baca Selengkapnya

Ulama Bertugas Serukan Kebaikan di Tahun Politik
02-08-2018 Liputan Media

JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail menyatakan tu ...

Baca Selengkapnya