Khutbah Jum'at - Tegar di Jalan Islam

Dibuat Tanggal 27-01-2016

Seri Khutbah Jum’at

Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY

 

Edisi 5, Jum’at 29 Januari 2016

 

TEGAR  DI JALAN  ISLAM

 

Ust. M. A. Sholihun

(Ketua Bidang Pendidikan dan Pesantren, PW IKADI DIY)

 

_______________________

Khutbah Pertama:

_______________________

 

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظّالِمِيْن، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه، إِلَهُ اْلأَوَّلِيْنَ وَاْلآخِرِيْن، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرُسُوْلُهُ صَادِقُ الوَعْدِ اْلأَمِيْن.

 

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْن، مُحَمَّدٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْن، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

 

قَالَ الله تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْمُبِيْن: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، أَمَّا بَعْدُ:

 

Hadirin rahimakumullah …

 

Dalam kehidupan kita di era modern ini, salah hal yang paling penting untuk kita perhatikan adalah tetap istiqamah dan teguh berada di jalan agama Allah yaitu Islam. Dengan semakin tuanya umur dunia, dan dengan semakin dekatnya zaman menuju akhirnya, berbagai godaan dan fitnah dunia, baik berupa syubhat ataupun syahwat terus menguji keimanan dan merongrong aqidah seorang muslim, sehingga setiap saat ia bisa tergelincir jatuh ke jurang kesesatan.

Adalah sebuah fakta, bahwa setiap hari ajaran agama ini semakin terasa asing bahkan oleh pemeluknya sendiri. Oleh karena itulah Rasulullah memberikan perumpamaan bahwa orang yang berpegang teguh memegang agamanya akan terasa seperti menggenggam bara api. Rasulullah bersabda:

 

القَابِضُ عَلَى دِيْنِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

 

“Orang yang berpegang teguh terhadap agamanya, bagaikan  orang yang menggenggam bara api“ (HR. At-Tirmidzi)

 

Itulah sebabnya kita melihat banyak terjadi peristiwa riddah atau keluar dari Islam, juga penyelewangan dan penyimpangan dalam beragama. Bahkan di kalangan aktifis Islam, kita juga melihat fenomena mundur dari medan perjuangan dan kemudian hanyut dan tenggelam dalam derasnya arus materialistik dan hesonistik.

 

Dalam kaitannya dengan hal ini, kita harus mengingat kembali peringatan dari Rasulullah shallallahu alahi wasallam mengenai sifat alami dari hati yang selalu berubah dan berbolak-balik. Ada beberapa permisalan yang Rasulullah berikan untuk menggambarkan karakter hati yang rentan dan mudah berubah, seperti dalam sabdanya:

 

لَقَلْبُ ابْنِ آدَمَ أَشَدُّ انْقِلاَباً مِنَ الْقِدْرِ إِذَا اجْتَمَعَتْ غَلْياً

“Sesungguhnya hati anak Adam itu lebih keras goncangannya daripada panci yang di dalamnya terdapat air yang mendidih“ (HR. Ahmad dan Al-Hakim)

Juga dalam sabdanya:

 

إِنَّمَا سُمِّىَ الْقَلْبُ مِنْ تَقَلُّبِهِ، إِنَّمَا مَثَلُ الْقَلْبِ كَمَثَلِ رِيْشَةٍ فِى شَجَرَةٍ يُقَلِّبُهَا الرِّيْحُ ظَهْرًا لِبَطْنٍ

 

“Sesunggunnya hati dinamakan kalbu karena sifatnya yang suka berbolak balik, sesungguhnya perumpamaan hati bagaikan sehelai dedaunan di pohon yang diombang-ambingkan oleh angin“ (HR. Ahmad)

 

Karena sifat alami dari hati yang selalu berbolak-balik inilah maka kita perlu melakukan upaya maksimal untuk menyelamatkannya dari ujian syahwat dan syubhat. Kita perlu mengetahui apa saja faktor-faktor yang mampu membuat hati tetap teguh dan tegar di tengah hempasan fitnah dunia dan terpaan badai godaan dan cobaan.

 

Hadirin rahimakumullah ….

 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, agar hati tetap tegar di jalan Allah:

Yang pertama, senantiasa berdoa kepada Allah agar mendapatkan keteguhan hati. Ini dikarenakan keyakinan kita bahwa Allah-lah pemilik segala yang di langit dan di bumi, termasuk hati yang ada dalam tubuh kita. Jika berkehendak, Allah bisa membuatnya sekokoh besi dan baja, dan bisa juga membuatnya serapuh sarang laba-laba. Allahlah yang memberikan taufik kepada seorang muslim untuk menjadi hamba yang selalu menapaki jalan yang lurus, tapi Allah jugalah yang mampu membuat seseorang semakin jauh melenceng dari jalan kebenaran dan mengikuti jalan-jalan syetan. Allah berfirman:

 

وَلَوْلاَ أَنْ ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدْتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئًا قَلِيلاً

 

"Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka (yaitu: orang-orang kafir)."(Q.S Al-Isra: 74)

 

                Rasulullah sendiri mengajarkan sebuah doa khusus agar hati kita selalu teguh, yaitu:

 

اَللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

 

"Ya Allah, Dzat yang membolak–balikkan hati, tetapkanlah hati kami untuk mentaati-Mu." (HR. Muslim)

 

Yang kedua, selalu memupuk keimanan dengan melakukan amal-amal shalih yang diridhai Allah subhahanu wataala, karena amal adalah bukti keimanan. Bagaikan bunga di taman, keimanan akan tumbuh subur dan memancarkan keindahannya jika selalu disiram dengan air dan diberikan pupuk berupa amal kebaikan. Amal shalih akan membuat keimanan semakin kuat menghunjam, dan mampu menepis segala hal yang bisa melemahkannya. Allah berfirman:

 

وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

 

“Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)." (QS. An-Nisa: 66)

 

Lalu yang ketiga, menjauhi segala bentuk maksiat dan dosa, baik yang besar maupun yang kecil, yang nampak ataupun yang tersembunyi. Sebab, dosa dan maksiat menyebabkan hati menjadi lemah dan iman menjadi rapuh. Imunitas hati menjadi rendah karena banyaknya dosa yang menutupinya dan menghalanginya dari membedakan yang haq dan yang batil. Rasulullah shallallahu alahi wasallam telah mengingatkan kepada kita dengan sabdanya:

 

إِيَّاكُمْ وَمُحَقِّرَاتِ الذُّنُوْبِ، فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكَنَّهُ...

 

"Hati-hatilah kalian semua terhadap dosa-dosa yang dianggap kecil, sebab, jika itu telah terkumpul dalam diri seseorang, maka dosa-dosa tersebut dapat menghancurkannya." (HR. Ahmad dan Thabrani)

 

Seorang penya'ir juga pernah menyatakan:

 

Lepaskanlah dirimu dari dosa kecil dan dosa besar,

Itulah ketakwaan

Lakukanlah seperti orang yang berjalan di atas tanah yang penuh duri,

Dan berhati-hatilah

Jangan engkau remehkan dosa kecil

Sebab, gunung itu dari tumpukan batu-batu kecil.

 

Dan yang keempat, merenungkan dan menghayati –hingga mendapatkan kefahaman- terhadap kitab Allah yang suci, Al-Qur'anul Karim. Al-Quran yang mulia merupakan alat peneguh yang paling utama. Dia merupakan tali Allah yang kuat dan cahaya yang terang. Sesiapa yang berpegang teguh kepadanya, Allah akan melindunginya. Sesiapa yang mengikutinya, Allah akan menyelamatkannya. Dan siapa yang menyeru kepadanya, akan ditunjukkan kepadanya jalan yang lurus. Allah berfirman dalam surat An-Nahl: 102,

 

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ

 

"Katakanlah: 'Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."(Q.S An-Nahl: 102)

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِالْقُرْآنِ الْكَرِيْم، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْـحَكِيْم، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْه، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.

______________________

Khutbah Kedua:

______________________

 

اَلْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ اَلدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه، أَمَّا بَعْدُ:

 

Hadirin rahimakumullah ….

Demikianlah usaha-usaha yang bisa kita lakukan agar tetap teguh di atas jalan Allah subhanahu wataala. Memang pada dasarnya, tiada serangpun yang mampu lolos dari godaan syetan. Akan tetapi manusia harus selalu berusaha sampai batas kemampuannya.

Dan harus disadari bahwa diantara hal yang paling kuat membuat orang menyimpang dari jalan kebenaran adalah faktor lingkungan. Oleh karena itu sebagai tambahan penjelasan mengenai sarana peneguh hati, kita harus senantiasa mencari lingkungan yang mampu menguatkan keimanan. Bergaullah dengan orang-orang shalih, terutama para ulama yang memiliki ketakwaan yang kuat serta ilmu yang luas. Dengan bergaul dengan mereka, kesalahan yang kita lakukan akan dikoreksi dan diluruskan. Hal yang samar akan menjadi terang benderang berkat keluasan ilmu yang mereka pancarkan.

Pintu-pintu kebaikan dapat terbuka lebar karena petunjuk yang mereka tebarkan, sehingga pintu-pintu kejahatan menjadi tertutupi oleh iman dan ketakwaan.

Ibnul Qayyim menceritakan:

“Saat kami dilanda rasa khawatir yang tinggi dan kegundahan, sampai bumi seakan-akan terasa sempit, kamipun datang ke rumah Ibnu Taimiyah untuk meminta nasehat. Tidaklah setiap nasehat yang ia ucapkan, melainkan dapat melegakan hati, melapangkan jiwa, menguatkan keyakinan dan menenangkan ruhani.”

 

Demikianlah khutbah jum’at kali ini, mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menjadi nasehat bagi kita semua. Marilah kita berdoa kepada Allah agar selalu meneguhkan hati kita dalam menjaga hidayah yang Ia berikan.

 

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

اَللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَه، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَه، وَلاَ دَيْنًا إِلاَّ قَضَيْتَه، وَلاَ حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى دِيْنِك، اللَّهُمَّ يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين،

 

أَقِيْمُوْا الصَّلَاةَ…..

 

 

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Khutbah Jum'at - Al-Quds dan Intifadhah Palestina
15-12-2017 Khutbah

AL-QUDS DAN INTIFADHAH PALESTINA   Oleh: Muhammad Syarief, Lc. dan ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita
02-06-2017 Khutbah

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita Oleh Inayatullah H ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Empat Amalan di Bulan Ramadhan
26-05-2017 Khutbah

EMPAT AMALAN DI BULAN RAMADHAN  Oleh Inayatullah Hasyim   اَ ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Ramadhan Sebagai Pengingat Perjalanan Usia
18-05-2017 Khutbah

RAMADHAN SEBAGAI PENGINGAT PERJALANAN USIA Oleh Inayatullah Hasyim   ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Meresapi Makna Pembelaan Islam Terhadap Al Quran
03-11-2016 Khutbah

Seri Khutbah Jum’at Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY Edisi ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Memilih Pemimpin Muslim
27-10-2016 Khutbah

Seri Khutbah Jum’at Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY Edisi ...

Baca Selengkapnya