Syaikh Al Ghamidi: Yang Terpenting Adalah Membacanya Dengan Ruh

Dibuat Tanggal 30-03-2013

JAKARTA-- Syaikh Saad Al Ghamidi salah seorang qurra' yang banyak menjadi favorit umat Islam dalam melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Bacaannya selain merdu dan indah, juga mempunyai kekuatan psikologis yang membuat orang tersentuh bahkan menangis. 

Apakah rahasianya hingga bacaan Alquran beliau bisa sedemikian berbekas di hati orang yang mendengarnya?

Ketika berbincang singkat dengan Republika, Jumat (29/3), Syaikh Al Ghamidi mengatakan ada sesuatu yang harus diperhatikan seorang qari ketika membaca Alquran. Untuk membuat bacaan Alquran tersebut menyentuh hati orang yang mendengarnya, qari haruslah memperhatikan ruhiyahnya. 

"Membaca Alquran itu bukan hanya dengan suara. Tapi yang terpenting adalah membacanya dengan ruh," kata Syaikh Ghamidi.

"Apabila ruh itu kuat. Yaitu didasari keimanan dan keshalehan. Maka dengan sendirinya bacaan Alqurannya akan berbekas bagi orang yang mendengarnya," tambahnya.

Menurut Syaikh, sesuatu yang datang dari hati, maka perginya akan ke hati juga. Orang yang membaca Alquran dengan hati dan ruhnya, maka orang yang mendengarnya juga akan menembus hati dan ruhnya. Karena bacaan Alquran itu menyentuh hati yang mendengarnya, itulah yang menyebabkan ia menangis.

"Banyak sekali kita dengar, bacaan Alquran yang bagus dan merdu, tapi tidak memberikan bekas apa-apa bagi orang yang mendengarnya," ujar Syaikh.

Kemerduan suara seorang qari tanpa diiringi dengan ruhiyahnya, hanya akan sampai di telinga para pendengarnya. Ia tidak akan sampai kehati. Jadi orang yang mendengar tidak akan tersentuh secara emosional.

"Yang terbaik itu, dengan menggabungkan keduanya. Disamping ia mempunyai suara yang bagus, ia juga memiliki ruh yang kuat," papar Syaikh.

Syaikh Al Ghamdi dipercaya mengimami Masjid Nabawi Madinah pada tahun 1431H. Saat ini, ia mengajar di sebuah sekolah Alquran di kampung halamannya, Damam Arab Saudi. 

Selama 20 tahun ia bahkan tidak pernah keluar dari desanya Damam. Kunjungannya ke Indonesia 26 Maret - 1 April 2013 merupakan kunjungannya yang pertama ke Indonesia.

Sumber:Republika.

 

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Pentingnya Muhasabah
10-06-2018 Mauizhoh

  Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab secara etimologis b ...

Baca Selengkapnya

Shaum dan Kemanusiaan
28-05-2017 Mauizhoh

Shaum dan Kemanusiaan Oleh: Prof. KH Ahmad Satori Ismail   Islam ad ...

Baca Selengkapnya

Agar Memiliki Kekayaan Hakiki
13-01-2017 Mauizhoh

Oleh: KH Ahmad Satori Ismail   Khubeib bin Adi RA berkata, "Kami s ...

Baca Selengkapnya

Agar Hati Selalu Ikhlas
07-10-2016 Mauizhoh

Seorang ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang pal ...

Baca Selengkapnya

Balasan Bagi Yang Sabar
19-07-2016 Mauizhoh

Sabar adalah salah satu terapi penyakit hati. Kata sabar sangat mudah diucapkan ...

Baca Selengkapnya

Resign dari Dakwah: Menelisik Diri untuk Berbenah
10-05-2016 Mauizhoh

Resign dari Dakwah: Menelisik Diri untuk Berbenah ______________________ @dw ...

Baca Selengkapnya