Paradigma “Wasathiyah” Harus Bisa Menjadi Ruh Setiap Gerakan MUI

Dibuat Tanggal 11-11-2015
JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat KH Ma’ruf Amin menegaskan, paradigma Islam “wasathiyah” harus bisa menjadi ruh dari setiap gerakan MUI di semua tingkatan selama lima tahun ke depan.
 
“Paradigma wasathiyah dipandang penting seiring dengan semakin kuatnya indikasi bergesernya gerakan keislaman di negeri ini ke kutub ekstrim, baik yang ke kiri ataupun yang ke kanan,” kata Kiai Ma’ruf dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Jakarta (10-/11) malam.
 
Pergeseran ke kutub kiri memunculkan gerakan liberalisme, pluralisme dan sekularisme dalam beragama. Sedangkan pergeseran ke kutub kanan menumbuhkan radikalisme dan fanatisme sempit dalam beragama.
 
“Pergerakan kedua kutub ini disadari atau tidak, diakui atau tidak, merupakan gambaran pertarungan ideologi global yang menerjang di Indonesia. Dampaknya pertarungan tersebut telah memporak-porandakan bangunan keislaman yang selama ini telah dibangun oleh para ulama terdahulu di negeri ini,” tambahnya.
 
Islam wasathiyah sebagai paradigma perkhidmatan di lingkungan MUI diharapkan bisa mengembalikan gerakan keislaman di Indonesia sebagaimana yang dibangun ulama terdahulu. Yaitu keislaman yang mengambil jalan tengah (tawassuth), berkeseimbangan (tawazun), lurus dan tegas (i’tidal), toleransi (tasamuh), egaliter (musawah), mengedepankan musyawarah (syura), berjiwa reformasi (islah), mendahulukan yang prioritas (aulawiyah), dinamis dan inovatif (tathawwur wa ibtikar), dan berkeadaban (tahadhdhur).
 
Kiai Ma’ruf mengingatkan para pengurus MUI di semua tingkatan agar memahami dan menghayati paradigma Islam wasathiyah ini, sehingga dapat menjadi corong dalam menyampaikannya kepada umat. Setiap pengurus MUI harus mendakwahkan Islam wasathiyah kepada sebanyak mungkin umat Islam.
 
“Secara lebih sistematis, MUI akan menyiapkan kader-kader da’i di seluruh Indonesia untuk menjadi ujung tombak menyebarkan paradigma Islam wasathiyah ini. Sehingga pemahaman keislaman sebagaimana yang telah diletakkan oleh para ulama terdahulu di Indonesia bisa hadir kembali dan menjadi jati diri muslimin di Indonesia,” demikian KH Ma’ruf Amin. (Anam)
 
Sumber: mui.or.id
share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Kementerian Agama Gelar Anugerah Masjid Percontohan 2016
15-12-2016 Nusantara

JAKARTA -  Kementerian Agama menggelar penganugerahan Masjid Percontohan 2016. ...

Baca Selengkapnya

Pemerintah Siapkan Perpres Pembangunan Universitas Islam Internasional
09-06-2016 Nusantara

JAKARTA - Pemerintah sedang mempersiapkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai landa ...

Baca Selengkapnya

Sambut Ramadhan, Pemkot Padang Sampaikan Imbauan Shalat Tepat Waktu
16-05-2016 Nusantara

PADANG - Menyambut Ramadhan, Pemerintah Kota Padang menyampaikan imbauan shalat tepa ...

Baca Selengkapnya

Istiqlal Diharapkan Jadi Pemersatu Umat Islam
22-02-2016 Nusantara

JAKARTA - Masjid Istiqlal dinilai memiliki potensi yang besar sebagai pemersatu umat ...

Baca Selengkapnya

Menag: Sudah Waktunya Indonesia Miliki Perguruan Tinggi Berskala Dunia
03-11-2015 Nusantara

JAKARTA - Indonesia merupakan bangsa yang begitu besar dan dikenal sebagai bangsa de ...

Baca Selengkapnya

Respons MUI Atas Pelarangan Pembangunan Masjid di Manokwari
03-11-2015 Nusantara

JAKARTA - Beberapa konflik yang terjadi di Papua dirasa sengaja didengungkan, termas ...

Baca Selengkapnya