Khutbah Jum'at - Menuju Totalitas Perubahan

Dibuat Tanggal 13-01-2016

 

Seri Khutbah Ikadi DIY

Edisi 3, Jum'at 15 Januari 2016

____________________________

MENUJU TOTALITAS PERUBAHAN

 

Oleh:

Ust. Arfiansyah Harahap, Lc. M.Pd.I

(Bidang Pendidikan dan Pesantren, PW IKADI DIY)

 

____________________________

KHUTBAH PERTAMA

____________________________

 

اَلْحَمْدُ للهِ مُصَرِّفِ اْلأَوْقَاتِ وَالدُّهُوْر، وَمُدَبِّرِ اْلأَحْوَالِ فيِ السَّنَوَاتِ وَالشُّهُوْر، وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ مُسَهِّلُ اْلأُمُوْر، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، هَادِي اْلأَنَامِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْر. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى الِهِ وَأَصْحَابِه، وَمَنْ تَبِعَهُمْ إِلَى يَوْمِ النُّشُوْر، اَمَّا بَعْدُ!

 

فَيَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا اتَّقُوا االلهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

 

قَالَ تَعَالَى:  (( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ))

وَقَالَ أْيْضاً:  ((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ))

 

Hadirin Jama’ah Jum’at yang selalu mengharap ridho Allah subhanahu wata'ala,

 

Mari kembali kita memperbaharui rasa syukur kita kepada Allah SWT, yang dengan nikmat-Nya, tersempurnakanlah amal-amal sholeh yang kita kerjakan. Semoga seiring dengan pergantian hari, bulan, dan tahun, kita mampu melakukan perubahan-perubahan dalam kehidupan kita. Shalawat dan salam semoga selalu dicurahkan kepada sang pelopor perubahan dan perbaikan peradaban dunia. Sosok yang mampu merubah wajah masyarakat jahiliyah menjadi peradaban yang gemilang, bahkan lebih terang dari sinar matahari. Allahumma sholli wa sallim wa baarik ‘alaih.

 

Hadirin yang dirahmati Allah..

 

Sungguh apa yang sedang dialami Umat Islam, berupa kemunduran dalam berbagai sektor kehidupan dan kehilangan kepemimpinan atas dunia yang menjadi tanggungjawabnya saat ini, adalah hal yang seharusnya disadari oleh setiap muslim. Hendaknya setiap kita menyadari kembali amanah Allah kepada umat Islam untuk menjadi umat yang unggul, yang menjadi panutan dalam menebarkan nilai-nilai kemuliaan dan keadilan kepada seluruh alam.

 

Oleh karena itu, agar umat Islam mampu melaksanakan peran tersebut, kita sebagai individu-individu yang menjadi penopangnya, harus berani melakukan perubahan fundamental dalam hidup kita. Cukuplah rasanya kita terbuai dengan kesenangan dunia. Sudah saatnya kita menyadari kebutuhan kita untuk berubah, karena tidak mungkin kemenangan Islam bisa diraih hanya dengan duduk dan berpangku tangan. Itulah yang Rasulullah contohkan dalam kehidupannya, sehingga dalam dua dekade saja, mampu mengubah wajah peradaban dunia.

 

Hadirin rahimakumullah…

 

Berbicara tentang perubahan, ketahuilah bahwa Allah telah memberikan petunjuk kepada kita dalam Al-Qur’an. Allah berfirman:

 

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

 

Artinya: “Sungguh Allah tidak merubah suatu kaum sampai mereka merubah diri mereka sendiri”. (QS. Ar-ra’d: 11)

 

Terdapat pengajaran yang sangat penting dalam ayat ini, yaitu  bahwa perubahan akan terjadi manakala dimulai dari diri sendiri. Allah subhanahu wata’ala akan menganugerahkan kondisi yang lebih baik kepada seseorang, apabila ia mengambil inisiatif, membulatkan tekad, dan mulai melangkah untuk melakukan perubahan. Perubahan bukan anugerah yang turun dari kayangan, tapi usaha yang dimulai dari kesadaran.

 

Sebagai contoh sederhana, kalau kita ingin mempunyai persediaan makanan yang cukup, maka kita harus menanamnya, karena langit tidak pernah menurunkan makanan dan buah-buahan dengan sendirinya.

Oleh karena itu, ketika kita sudah membulatkan tekad untuk menanam, kita pun memulainya dengan membajak tanah dan menebar benih. Pada saat itulah Allah kemudian menurunkan hujan agar benih yang kita tanam tumbuh dan berkembang. Setelahnya, dengan izin Allah, benih itu pun berubah menjadi tanaman yang subur dan kokoh, lalu mengeluarkan buah-buahan dan bijian-bijian agar menjadi sumber makanan kita.

 

Artinya, Allah menuntut kepada kita untuk beramal dan mencari sebab turunnya rahmat Allah, selebihnya biarlah Allah sendiri yang akan mewujudkan keinginan dan cita-cita kita. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menunggu, apalagi hanya berpangku tangan menantikan perubahan.

 

Hadirin yang dirahmati Allah...

 

Apa yang harus kita ubah? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita renungi  surat Al-Hasyr ayat 18.

 

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَ لْتَنْظُرْ نَفْسٌ ما قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبيرٌ بِما تَعْمَلُونَ.

 

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(Q.S: Al-Hasyr: 18)

 

Panggilan ini ditujukan kepada mereka yang memiliki keyakinan kepada Rabbnya, agar bertakwa dengan cara melakukan perubahan, yaitu dengan menata serta mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kehidupan mendatang. “Hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok”, maksudnya adalah berubah untuk kehidupan yang lebih baik dari hari kemarin, menuju kehidupan yang diridhai oleh Allah swt. Lebih dari semua itu, perubahan tersebut ditujukan untuk menyiapkan kehidupan yang sempurna dan paripurna, yaitu kehidupan di akhirat yang kekal.

 

Perubahan yang kita lakukan hendaknya mencakup segala aspek dan bidang kehidupan; karena demikianlah karakteristik agama Islam . Kita perlu menata ulang seluruh aspek kehidupan kita. Kita perlu melakukan perubahan total dengan meneliti kembali setiap ucapan yang keluar dari mulut kita, setiap gerakan dari anggota tubuh kita, setiap langkah yang diayunkan kaki kita. Kita perlu bertanya kepada diri sendiri: “Apakah yang sedang saya lakukan saat ini dan yang sudah saya lakukan di hari-hari yang lalu, dapat membawa kepada kehidupan yang lebih baik di hari yang akan datang, yaitu kehidupan akhirat yang kekal dan tiada akhir?”

 

Dengan demikian, kita harus kembali kepada ajaran Islam, yaitu dengan menjadikannya sebagai barometer semua tindakan dan perbuatan kita. Karena Islamlah satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah swt, sebagaimana firman-Nya:

 

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

 

Artinya: “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Q.S: Ali Imran: 85)

 

Oleh karena itu, marilah kita melakukan perubahan dengan kembali kepada ajaran Islam. Mari kita kaji kembali setiap pentunjuk yang Islam ajarkan dalam semua detail kehidupan manusia.  Misalnya, dalam berbicara, berpikir, berperilaku, bertetangga, berdagang, bekerja, melakukan aktifitas sosial, dan segala hal yang dilakukan manusia dalam kehidupan mereka. Seluruhnya, mari kita sesuaikan dengan ajaran Islam.

 

Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Selagi ruh masih dikandung di badan. Selagi Allah masih mengaruniakan umur dan kesempatan, peluang untuk memperbaiki diri menuju kesempurnaan itu terbuka lebar-lebar. Allah adalah dzat yang Maha Pengasih, dan di antara bukti kasih-Nya yang paling besar kepada kita adalah anugerah Islam dan umur panjang. Oleh karena itu, janganlah kedua nikmat itu disia-siakan. Gunakan untuk melakukan perubahan, dan mulailah dari hal yang paling mungkin dilakukan, yaitu mengubah diri kita sendiri.

 

Jangan sampai terjadi penyesalan, seperti ungkapan seorang yang sedang terbaring di tempat tidurnya sembari meratapi kesalahannya di masa silam. Dia berkata:

Ketika aku masih muda  dan bebas berkhayal, aku bermimpi ingin mengubah dunia. Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah. Maka cita-cita itu pun kupersempit. Lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku. Namun, tampaknya  hasrat itu pun tiada hasil. Ketika usia semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa, kuputuskan untuk mengubah keluargaku. Merekalah orang-orang yang paling dekat denganku. Tetapi celakanya, mereka pun tidak mau berubah. Dan kini, sementara aku terbaring saat ajal menjelang, tiba-tiba kusadari: andaikan yang pertama kuubah adalah diriku, maka dengan menjadikan diriku teladan,b mungkin aku bisa mengubah keluargaku. Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku. Kemudian siapa tahu, perubahan negeriku akan membuat dunia ini berubah.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِالْقُرْآنِ الْكَرِيْم، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْـحَكِيْم، أَقُولُ مَا تَسْمَعُون، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْه، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْم

 

____________________________

KHUTBAH KEDUA

____________________________

 

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى النَّبِيِّ الْــــمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْوَفَا. اَمَّا بَعْدُ:

 

 فَيَااَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا اتَّقُوا االلهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

 

Hadirin, yang selalu mengharap ridho Allah..

 

Dari paparan pada khutbah pertama kita dapat memahami bahwa perubahan harus diawali dari diri sendiri. Pribadi yang salih, berakhlak, dan bertaqwa menjadi modal awal perubahan, sekaligus menjadi bekal utama dalam membentuk keluarga yang baik pula. Lahirnya keluarga yang salih menjadi modal awal lahirnya komunitas masyarakat yang baik. Masyarakat yang baik akhirnya akan membentuk negara yang sempurna juga. Lahirnya negara-negara yang baik, pasti akan menjadikan dunia menjadi baik pula.

 

Semoga khutbah kali ini menjadi momen perubahan tersebut, dan marilah kita berdoa kepada Allah, semoga Allah membimbing kita menuju totalitas perubahan.

 

 

(إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾

 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْن، اَلْأَئِمَّةِ المَهْدِيِيْن، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وعَلِيّ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنِ اتَّبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ.

 

اَللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا، زَكِّهَا أَنْتَ خَيْرَ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا،

 

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَوْى وَالعِفَّةَ وَالغِنَى

 

اَللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْنَا وَبِكَ آمَنَّا وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَبِكَ خَاصَمْنَا

 

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ كُلِّ خَيْرٍ خَزَائِنُهُ بِيَدِكَ، وَنَعُوْذُ بِكَ اللَّهُمَّ مِنْ كُلِّ شَرٍّ خَزَائِنُهُ بِيَدِكَ،

 وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ الجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،

 

رَبَّناَ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, رَبَّنَا إِنَّا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ

 

عِبَادَ اللهِ: اُذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْه

ُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، ) وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ(

أَقِيْمُوا الصَّلَاة....

 

 

Naskah khutbah ini juga bisa diakses di laman: http://swaraikadi.com/front/page/detailberita/id/2910

 

 

 

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Khutbah Jum'at - Al-Quds dan Intifadhah Palestina
15-12-2017 Khutbah

AL-QUDS DAN INTIFADHAH PALESTINA   Oleh: Muhammad Syarief, Lc. dan ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita
02-06-2017 Khutbah

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita Oleh Inayatullah H ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Empat Amalan di Bulan Ramadhan
26-05-2017 Khutbah

EMPAT AMALAN DI BULAN RAMADHAN  Oleh Inayatullah Hasyim   اَ ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Ramadhan Sebagai Pengingat Perjalanan Usia
18-05-2017 Khutbah

RAMADHAN SEBAGAI PENGINGAT PERJALANAN USIA Oleh Inayatullah Hasyim   ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Meresapi Makna Pembelaan Islam Terhadap Al Quran
03-11-2016 Khutbah

Seri Khutbah Jum’at Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY Edisi ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Memilih Pemimpin Muslim
27-10-2016 Khutbah

Seri Khutbah Jum’at Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY Edisi ...

Baca Selengkapnya