Menghilangkan Kesulitan

Dibuat Tanggal 03-09-2014
Imam Ar-Rabi’ bin Shubaih bercerita: Seorang lelaki pernah mengadukan musibah musim paceklik kepada Imam Al-Hasan Al-Bashri, maka beliau berkata kepadanya: Beristighfarlah kepada Allah! Sedangkan lelaki lain mengeluhkan kefakiran kepada beliau, dan beliaupun menasehatinya: Bersitighfarlah kepada Allah! Lalu orang ketiga datang kepada beliau seraya berkata: Tolong doakan saya agar Allah mengkaruniakan anak kepada saya. Dan beliaupun tetap menganjurkannya dengan berkata: Beristighfarlah kepada Allah! Sampai kepada orang keempat yang mengadukan kekeringan kebunnya, beliau tetap tidak berubah dengan nasehatnya: Beristighfarlah kepada Allah!
 
Sehingga kamipun menanyakan hal itu kepada beliau (mengapa nasehatnya kepada semua yang datang dengan kepentingan yang berbeda-beda hanya istighfar saja?). Beliau lalu menjawab: Aku justru tidak berkata apapun dari pendapatku sendiri. Melainkan Allah-lah Yang Berfirman dalam surah Nuh (yang artinya): “Maka aku (Nabi Nuh ‘alaihissalam) katakan kepada mereka: ‘Beristighfarlah kepada Tuhanmu, – sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun – , niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anak bagimu, serta mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai” (QS. Nuh: 10 – 12).
 
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda (yang artinya): “Barangsiapa meng-ajeg-kan istighfar, niscaya Allah akan mengadakan baginya untuk setiap himpitan hidup solusi dan jalan keluar, untuk setiap kegundahan perlepasan dan kebebasan, serta memberinya rezeki secara tidak terduga-duga” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma).
 
Imam Ibnul Qayyim berkisah: Aku sering menyaksikan Syaikhul Islam (Ibnu Taimiyah) – semoga Allah mensucikan ruhnya -, ketika menghadapi masalah-masalah yang berat dan sulit, beliau selalu cepat-cepat bertobat kepada Allah, memperbanyak istighfar, beristighatsah kepada Allah, bersandar kepada-Nya, mengharap turunnya kebenaran dari-Nya, dan memohon dibukakannya simpanan-simpanan rahmat-Nya. Dan biasanya tidak lama setelah itu, bantuan ilahi pun segera turun secara beruntun, dan beragam kemudahan Allah datang menhampiri beliau, Sehingga beliau tinggal memilih dan memulai dari mana saja yang beliau suka.
 
Sementara itu Imam Ibnu Taimiyah sendiri berkata: Saat ada masalah yang amat pelik dan rumit, yang sampai membuatku merasa “buntu” dan seakan terkunci pemecahannya bagiku, maka akupun langsung beristighfar kepada Allah sebanyak 1000 kali atau lebih atau kurang, sampai Allah membukakan pintu solusi dan memecahkan masalah tersebut untukku.
 
(Sumber: ikadijatim.org )
share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Pentingnya Muhasabah
10-06-2018 Mauizhoh

  Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab secara etimologis b ...

Baca Selengkapnya

Shaum dan Kemanusiaan
28-05-2017 Mauizhoh

Shaum dan Kemanusiaan Oleh: Prof. KH Ahmad Satori Ismail   Islam ad ...

Baca Selengkapnya

Agar Memiliki Kekayaan Hakiki
13-01-2017 Mauizhoh

Oleh: KH Ahmad Satori Ismail   Khubeib bin Adi RA berkata, "Kami s ...

Baca Selengkapnya

Agar Hati Selalu Ikhlas
07-10-2016 Mauizhoh

Seorang ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang pal ...

Baca Selengkapnya

Balasan Bagi Yang Sabar
19-07-2016 Mauizhoh

Sabar adalah salah satu terapi penyakit hati. Kata sabar sangat mudah diucapkan ...

Baca Selengkapnya

Resign dari Dakwah: Menelisik Diri untuk Berbenah
10-05-2016 Mauizhoh

Resign dari Dakwah: Menelisik Diri untuk Berbenah ______________________ @dw ...

Baca Selengkapnya