Mahasiswi Non-Muslim Michigan Coba Pakai Jilbab

Dibuat Tanggal 11-12-2013
MICHIGAN - Beberapa hari yang lalu mahasiswi Non - Muslim ditawarkan untuk mencoba jilbab pertama kalinya, ketika rekan-rekan Muslim mereka merayakan hari jilbab universitas pada awal bulan ini .
 
"Benar-benar keren bisa bertemu orang-orang yang ingin mencoba jilbab," kata Amala Farah , seorang mahasiswi di Eastern Michigan University, Amerika.
 
"Saya begitu senang melihat cara wanita-wanita ini dibanding gadis-gadis Muslim umumnya. Mereka tampaknya lebih peduli tentang cara memakai jilbab daripada perempuan berjilbab biasa. "
 
Selama acara diselenggarakan 10:00-15:00 Rabu lalu , siswi MSA membantu siswi non - Muslim mencoba jilbab untuk pertama kalinya .
 
Bukan hanya praktik berjilbab. Mereka juga mendengarkan kuliah mengenai jilbab. Konsultan pernikahan dan keluarga, Nadia Bazzy, dipercaya untuk menyampaikan materi tentang itu. Ia mengisahkan pengalamannya sebagai perempuan berjilbab di AS.
 
“Untuk merasakan pengalaman atas sesuatu yang baru dan memahaminya dengan baik, harus mencobanya,” kata Bazzy. Ia menyatakan, setelah mengenakan jilbab untuk pertama kalinya, mereka bisa berempati terhadap Muslimah berjilbab.
 
Ia menggambarkan mengenai prinsip-prinsip hijab dalam Islam. Termasuk, tantangan yang dihadapi perempuan berjilbab. Bazzy telah berjilbab sejak usianya 16 tahun. Ia menuai kritik dari keluarga atas keputusannya itu.
 
Ayahnya khawatir Bazzy mengalami diskriminasi dan dijauhi teman-temannya. Saat itu, ia belajar di sekolah Katolik. Ia mengaku justru terinspirasi berhijab dari tradisi Katolik yang mengacu pada Maria. “Ide hijab tak hanya ada di dalam Islam.”
 
Setelah mahasisw non-Muslim mengalami sendiri mengenakan jilbab. Sejumlah kisah pun bertaburan. “Saya tercerahkan melalui pengalaman. Saya senang melakukannya,” kata seorang mahasiswi, Emily Chadwick.
 
Menurut dia, ia gembira dapat menikmati pengalaman budaya lain. Lain lagi kisah Mariah Brito. Ia mengatakan, ada populasi Muslim besar di Michigan. “Tak ada orang yang merasa aneh melihatku mengenakan jilbab,” jelas Brito.
 
Ada sejumlah teman yang kurang akrab melihatnya dengan wajah kurang bersahabat. Namun, kata dia, saat mereka tahu apa yang ia lakukan, akhirnya mereka paham mengapa ia mengenakan jilbab di kampus.
 
Presiden MSA Elaf Alchurbaji terkesan dengan program ini yang ia nilai sukses. “Saya suka ketika Bazzy mengatakan hijab bukan sekadar untuk tampilan luar. Tapi, mestinya menjadi ekspresi dari kedalaman hati melalui perilaku sehari-hari,” katanya. 
 
sumber: onislam.net
share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Distribusi Air untuk Ibadah Haji Tahun Ini Capai 10 Juta Meter Kubik
02-10-2015 Mancanegara

JEDDAH - Perusahaan Air Nasional (NWC) Arab Saudi  mengungkapkan total volume a ...

Baca Selengkapnya

Saudi Sebarkan Ribuan Foto Jemaah Haji yang Wafat
30-09-2015 Mancanegara

MAKKAH - Hampir 1.100 foto disebarkan oleh Arab Saudi ke diplomat asing. Foto terseb ...

Baca Selengkapnya

Hujan Es Disertai Angin Kencang Landa Makkah
11-09-2015 Mancanegara

MAKKAH - Hujan deras dengan butir-butir kecil es disertai angin kencang dan suara ge ...

Baca Selengkapnya

Alat Berat Jatuh, Banyak Jamaah Terluka dan Meninggal Di Masjidil Haram
11-09-2015 Mancanegara

MAKKAH - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan ada 20 jamaah calon haji In ...

Baca Selengkapnya

Pesepakbola Muslim Top Dunia Konsisten Tolak Pegang Segelas Bir
07-09-2015 Mancanegara

Dua pemain Muslim di klub raksasa sepak bola Jerman Bayern Munich menolak untuk meme ...

Baca Selengkapnya

Islam Side Street Shinjuku, Tempat di Jepang Dengan Nuansa Islam
01-07-2015 Mancanegara

TOKYO -- Sepekan sekali, jalanan di Distrik Shinjuku ditutup. Lantaran para pedagang ...

Baca Selengkapnya