Konsep Masjid Mart Bangkitkan Ekonomi Umat

Dibuat Tanggal 15-03-2018
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Pusat (PP) Ikatan Dai Indonesia (IKADI) mempunyai konsep Masjid Mart untuk membangkitkan ekonomi umat. Konsep tersebut juga bisa membantu membangkitkan ekonomi para dai agar dalam berdakwah semakin ikhlas tanpa mengharap imbalan.
 
Ketua Umum PP IKADI, Prof KH Ahmad Satori Ismail mengatakan, para dai perlu ikhlas dalam berdakwah. Tapi para dai juga manusia yang butuh makan dan minum. Sementara kalau dakwah mengharapkan imbalan apalagi amplop, artinya dalam hatinya belum begitu mantap.
 
"Sehingga dilihat perlu mereka (para dai) memiliki kemampuan untuk berekonomi secara baik," kata Prof KH Satori kepada Republika.co.id, Senin (12/3).
 
Ia menerangkan, misalnya ada 200 dai di suatu kota atau kecamatan. Mereka bersama-sama membangkitkan ekonomi umat dengan cara membuat Masjid Mart. Karena kalau membuat usaha sendiri terlalu berat, maka para dai bisa bersama-sama membuat usaha agar lebih ringan.
 
Sehingga keuntungan dari usaha bersama dengan konsep Masjid Mart dapat memenuhi kebutuhan ekonomi para dai di kota atau kecamatan tersebut. "Insyaallah untungnya untuk mereka, kemudian mereka juga merasa memiliki dan mendapatkan keberkahan dari kebersamaan itu, barokah itu bersama dengan kebersamaan," ujarnya.
 
Ia menyampaikan, ke depannya berharap masjid-masjid menjadi besar dan memiliki mart (toko) di samping bangunan masjid atau di area masjid. Orang-orang yang shalat berjamaah dan ikut pengajian di masjid bisa berbelanja ke mart yang ada di masjid. Misalnya, Masjid Mart bisa buka 24 jam dan siap mengantarkan barang ke pembeli selama jaraknya terjangkau.
 
Contohnya, masyarakat yang tinggal di dekat masjid kehabisan bahan bakar gas saat hendak memasak makanan untuk sahur. Masyarakat bisa menelpon Masjid Mart, kemudian Masjid Mart mengantarkan barang yang dipesan masyarakat. "Ini masih mau dicoba, Ikadi punya konsep seperti itu," ujarnya.
 
Sebelumnya, PP Ikadi telah melaksanakan Silaturrahim Nasional Ikadi di Kota Padang, Sumatra Barat pekan lalu. Ada tiga hal yang menjadi sasaran dan fokus Ikadi di era globalisasi saat ini. Pertama, menguatkan strategi dakwah Ikadi di era globalisasi. Kedua, memaksimalkan media sosial untuk dakwah dan menyampaikan Islam rahmatan lil alamin. Ketiga, menggunakan jaringan Ikadi di 32 provinsi untuk membangkitkan ekonomi umat.
 
Sumber: ROL
 
share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Rakorwil IKADI Aceh Hasilkan Delapan Rekomendasi
13-03-2019 Liputan Media

acehaktual | Banda Aceh,- Ikadi Aceh telah selesai melaksanakan Rakorwil (Rapat Koord ...

Baca Selengkapnya

IKADI Aceh Gelar Pelatihan Dakwah Da’i Milenial
13-03-2019 Liputan Media

Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) Aceh laksanakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwi ...

Baca Selengkapnya

Debat Capres Cawapres dalam Pandangan Islam
12-03-2019 Liputan Media

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori Ismail me ...

Baca Selengkapnya

Sekjen Ikatan Dai Indonesia Sampaikan Ciri Dakwah yang Rahmatan Lil'alamin
11-03-2019 Liputan Media

Jurnal oleh Taufik Sentana Staf Ikatan Dai Indonesia Aceh Barat.   Dalam rang ...

Baca Selengkapnya

Mabit Akbar IKADI Indramayu bersama Inspirator Muda Muzammil Hasballah
08-03-2019 Liputan Media

     REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Ikatan Da'i Indonesia (Ikadi) ...

Baca Selengkapnya

Ketua IKADI: Materi Dakwah Sesuaikan dengan Situasi dan Kondisi
19-02-2019 Liputan Media

JAKARTA -- Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Prof KH Ahmad Satori Ismail mengatakan, ...

Baca Selengkapnya