Khutbah Idul Adha

Dibuat Tanggal 30-11-2008

Ada tiga unsur utama yang diperlukan untuk membangkitkan suatu umat.
Pertama: Risalah,
Kedua: keyakinan terhadap risalah.
Dan ketiga: Orang-orang yang mau berkorban memperjuangkan risalah tersebut.
Bagi umat Islam, risalahnya adalah ajaran-ajaran Islam itu sendiri yang bersumber dari Alquran dan As sunnah. Dengan demikian, tak perlu mencari atau menkodifikasi risalah lain karena Islam sejak lima belas abad yang lalu telah final, dengan arti bahwa ajaran-ajarannya telah sempurna (kamil), mencakup seluruh aspek kehidupan (syamil), dan sesuai bagi semua masa dan bangsa (universal).
Keyakinan semacan ini haruslah mendarah daging pada setiap individu muslim. Keyakinan bahwa hanya Islamlah agama yang mampu menciptakan keadilan dan kesejahteraan dunia. Semakin dalam kayakinan umat terhadap risalahnya ini, semakin besarlah kemungkinan untuk menjadi figur yang berkriteria jempolan.
Kemudian, risalah dan keyakinan terhadap risalah itu saja tidak cukup untuk membuat umat leading. Diperlukan sejumlah orang-orang yang mau berkorban memperjuangkan risalah tersebut. Yaitu berkorban dengan jiwa, harta, waktu, kedudukan dan segala yang dimiliki. Karena pertentangan nilai antara yang haq dan yang batil itu akan senantiasa kontinyu sampai kiamat.

Pengorbanan adalah salah satu asas dalam kebangkitan suatu umat. Kebangkitan umat tidak akan tinggal landas tanpa pengorbanan kaum muslimin.

Kebangkitan umat dan Pengorbanan.
Maa'asyirol mukminin wal mukminat rahimakumullah
Allahu akbar 3x walillahil hamd

Jalan kebangkitan umat Islamiyah, sejak dari Nabi yang pertama hingga Nabi yang terakhir, tidaklah mulus tapi penuh dengan duri dan kerikil-kerikil tajam. Dalam Al Qur’an Allah berfirman:
وكذلك جعلنا لكل نبي عدوا شياطين الإنس والجن
Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin. (QS. 6;112). Pada era modern inipun kebangkitan umat tidak terlepas dari rintangan, karena memang demikianlah tabiat jalannya kebangkitan umat. Hal ini tiada lain guna menyisihkan yang buruk (munafik) dengan baik (mukmin). Guna menguji kebenaran kata-kata orang yang mengaku beriman, sebagaimana firman-Nya:

أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون
Apakah kemudian itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: “Kami telah beriman”,, sedang mereka tidak diuji lagi ?” (QS 29;2).
Setiap orang boleh mengaku bahwa dia adalah seorang muslim dengan hanya mengucapkan kalimah syahadah. Tapi untuk manjadi seorang muslim yang dikehendaki Allah, hal itu tidak cukup. Ia perlu diuji lebih lanjut dengan berbagai ujian. Antara lain dengan taklif (perintah agama dan larangannya) dan dengan pengorbanan. Sejauh ia melaksanakan taklif dan memparsembahkan pengorbanannya demi memperjuangkan risalah, sejauh itu pula kedudukannya dalam Islam.

Kewajiban Berkorban.
Pengorbanan terhadap kebangkitan umat itu tidak mengenal waktu dan tempat. Setiap muslim wajib berkorban kapan saja dan dimanapun ia berada. Karena dalam kaedah fiqih: “Ma la yatimmul wajibu ulla bihi fahuwa wajib “ dengan demikian, orang-orang yang mengelak atau enggan berkorban demi kebangkitan umat itu berdosa. Allah SWT mengancam mereka dalam firman-Nya:
قل إن كان آباؤكم وأبنآؤكم وإخوانكم وأزواجكم وعشيرتكم وأموال اقترفتموها وتجارة تخشون كسادها ومساكن ترضونها أحب إليكم من الله ورسوله وجهاد في سبيله فتربصوا حتى يأتي الله بأمره والله لا يهدي القوم الفاسقين
“Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri, istri, kaum keluargamu, Harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS. 9; 24). Dan sebaliknya, orang-orang yang mempersembahkan sebaik-baik pengorbanan mereka dengan penuh keikhlasan, akan memperoleh balasan yang berlipat ganda. Allah SWT menjamin dalam firman-Nya:
إن الله اشترى من المؤمنين أنفسهم وأموالهم بأن لهم الجنة
“sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka” (QS. 9:111). Sesungguhnya pengorbanan yang dipersembahkan seseorang itu sekali-kali tidak akan hilang atau terlupakan. Pengorbanan yang sekecilpun akan dicatat dengan tinta emas.

Antara pengorbanan dan perjuangan umat

Pada lahirnya, pengorbanan itu identik dengan perjuangan. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Tiada perjuangan tanpa pengorbanan. Dan pengorbanan merupakan salah satu dasar perjuangan. Keisalaman seseorang tidak akan sempurna kecuali dengan pengorbanan. Iman yang sesungguhnya juga menuntut pengorbanan. Allah berfirman:

إنما المؤمنون الذين آمنوا بالله ورسوله ثم لم يرتابوا وجاهدوا بأموالهم وأنفسهم في سبيل الله أولئك هم الصادقون
Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. (Al hujuraat 15)

Membiasakan Diri Hidup Sederhana.
Maa'asyirol mukminin wal mukminat rahimakumullah
Allahu akbar 3x walillahil hamd

Jalan kebangkitan umat tidaklah lapang dan nyaman, oleh karena itu orang yang terjun ke medan perjuangan banyak dituntut untuk bersabar, membiasakan diri hidup sederhana dan mengurangi kesenangan dunia.
Orang yang sudah terbiasa hidup mewah akan merasa berat untuk berjuang di jalan Allah. diantara sebab mengapa mayoritas kaum muslimin kini lebih semangat berkorban untuk kepentingan selain maslahat agama. Karena boleh dikatakan bahwa antara hidup mewah dan agama itu tidak akan pernah bertemu. Bahkan kalau menyimak tentang kehidupan Nabi dan para sahabat dahulu, akan didapat suatu kehidupan yang sangat khas, sederhana dan penuh pengorbanan.

Menjauhi yang haram adalah perjuangan

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang terdiri dari jutaan sel. Sel-sel itu terbentuk dari sari makanan yang kita konsumsi setiap hari. Bila makanan yang kita makan adalah halal maka sel-sel yang terbentuk dari sari makanan itu akan baik dan mempengaruhi seluruh tubuh kita baik jasmani, rohani, akal ataupun kejiwaan. Sebaliknya bila makanan itu berasal dari yang haram maka akan menghasilkan sel-sel tubuh yang haram yang tidak baik dan akan mempengaruh seluruh aspek kehidupan kita. Seperti;Ucapannya tidak baik dan kasar, prilakunya menyimpang, sangar dan prilaku-prilaku serta ucapan lainnya yang membawa dirinya kepada neraka. Barangkali di sini rahasia makna ucapan Rasulullah :
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ نَبَتَ لَحْمُهُ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِ
Artinya: Tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari makanan yang haram, karena neraka lebih berhak atasnya ( H.R Ahmad dan At turmudzi)

Dalam riwayat lain disebutkan;
Dari Jabir bin Abdillah ia berkata telah diriwayatkan kepada kami bahwa rasulullah SAW bersabda: Wahai Ka’b bin ‘Ujroh, aku mohonkan perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh. Ka’ab bertanya: Apakah itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: “setelahku akan ada Para penguasa di mana siapa yang masuk kepada mereka dan membenarkan ucapannya serta mendukung kedzoliman mereka maka mereka bukanlah golonganku dan aku tidaka termasuk dalam golongannya dan tidak akan masuk dalam telagaku. Dan barangsiapa yang tidak mau masuk kepada mereka , tidak membenarkan ucapan mereka dan tidak mendukung kedzoliman mereka maka mereka adalah termasuk golonganku dan aku termasuk golongannya serta akan masuk dalam telagaku. Wahai Ka’b bin ‘Ujroh, Sholat adalah taqorrub , puasa adalah benteng, sedekah menghapuskan kesalahan seperti air memadamkan api. Wahai Ka’b bin ‘Ujroh, tidak akan masuk sorga orang yang dagingnya tumbuh dari makanan haram karena neraka lebih dekat dengannya. Wahai Ka’b bin ‘Ujroh, Manusia ada dua kelompok; Satu kelompok menjual dirinya dan membebaskan hambanya dan kelompok lain yang membeli dirinya dan membebaskan hambanya

Menjauhi kesenangan nafsu dengan menjauhi yang haram, adalah pengorbanan. Orang yang selalu makan yang halal adalah para pejuang penegak agama Allah di bumi. Di antara keutamaan makan halal adalah:

1. Memakan yang Halal berarti mentaati perintah Allah dan RasulNya

Allah dan rasulNya memerintahkan agar kita senantiasa memakan yang halal dan baik. Dalam Al Quran disebutkan:
يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم واشكروا لله إن كنتم إياه تعبدون
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.(Al Baqoroh 172)
Dalam ayat lain disebutkan:
Artinya: Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al mu’minun 51)

2. Melindungi diri dari neraka

Orang yang memakan makanan halal akan dilindungi dari neraka. Di sana banyak hadits yang menjelaskan hal itu a.l.:
”Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a. ia berkata : adalah seorang di bawah tanggungan Rasulullah saw bernama Kirkiroh, kemudian ia meninggal. Namun Rasulullah saw berkata bahwa ia akan masuk ke neraka. Maka para sahabat pergi memeriksanya, ternyata mereka menemukan sebuah baju jubah hasil tipuan
(Shohih Bukhori hadits no. 2845)(Tuhfatul Ahwadzi hadits no. 1381)

Dalam hadits lain dinyatakan;
“Barangsiapa yang mengambil hak milik orang muslim dengan menggunakan sumpah maka Allah akan mewajibkan untuk masusk neraka dan diharamkan masuk surga. Seorang bertanya: Walaupun barang yang kecil wahai rasulullah? Beliau bersabda: walaupun sepotong kayu arok .

3. Mendapat keberkahan rizki

Orang yang memakan barang yang halal akan mendapat keberkahan dalam hiudpnya karena dia atermasuk orang yang bertakwa. Dalam sebuah ayat disebutkan:
ولو أن أهل القرى آمنوا واتقوا لفتحنا عليهم بركات من السماء والأرض ولكن كذبوا فأخذناهم بما كانوا يكسبونArtinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. ( Al A’rof 96)

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang yang muttaqin hanyalah orang yang mau makan halal dan takut terjerumus pada yang haram.:
At turmudzi meriwayatkan dari Athiyyah as sa’di dari Rasulullah saw “seorang hamba tidak akan mencapai derajat muttaqin sehingga ia meninggalkan sesuatu yang halal untuk menghindari sesuatu yang haram. Al Khathobi berkata: Yang saya tidak ragukan bahwa sikap waro’ adalah harus menjauhi yang diragukan. Hal ini ada tiga macam: wajib , mustahab dan makruh. Yang wajib adalah menjauhi sesuatu yang pasti akan melakukan yang haram, Yang mustahab adalah menjauhi bermuamalah dengan orang yang kebanyakan hartanya adalah haram, dan yang makruh adalah menjauhi hal-hal yang diringankan syariah karena berlebihan.

Ibnu Umar r.a. berkata : Telah beresabda Rasulullah saw “seorang mukmin akan berada dalam kelapangan agamanya selama tidak makan makanan yang haram.
(Kitab Shohih Bukhori hadits nomor 2355, ) (Musnad Ahmad )

4. Orang Yang makanannya tidak halal akan masuk neraka.

Dalam sebuah atsar disebutkan : barangsiapa tidak peduli dari mana ia dapatkan makanannya, maka Allah tidak akan peduli padanya dari pintu mana ia akan dimasukkan neraka.
5. Orang yang makan halal, dikabulkan doanya:

Allah berfirman dalam S. al Baqoroh ayat 168,
يا أيها الناس كلوا مما في الأرض حلالا طيبا ولا تتبعوا خطوات الشيطان إنه لكم عدو مبين
yang artinya: Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Ketika ayat ini dibacakan di hadapan Nabi SAW berdirilah seroang sahabat bernama Sa’d bin Ubay seraya berkata: Wahai Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar menjadikanku sebagai orang yang dikabulkan doanya. Beliau bersabda: “Makanlah yang baik dan halal pasti dikabulkan doamu. Demi dzat yang jiwaku berada dalam gengamanNya, seorang yang memasukkan sekerat daging haram ke dalam perutnya maka tidak akan diterima amalnya selama empat puluh hari dan barang siapa yang dagingnya tumbuh dari barang haram dan riba maka neraka lebih utama untuk membakarnya.


6. Memakan yang halal syarat mencapai hakekat keimanan

Rasulullah saw telah bersabda:” seorang hamba tidak akan mencapai derajat muttaqin sampai meninggalkan sebagian apa-apa yang halal karena khawatir tererosok pada yang haram.

Sahal At tustury berkata: “seorang tidak mungkin mencapai hakekat keimanan sehingga memiliki empat sifat : Melaksanakan semua yang wajib ditambah dengan yang sunnah, Memakan yang halal dengan penuh waro’, menjauhi yang diharamkan baik yang lahir ataupun yang batin dan sabar melaksanakan semuanya sampai mati.

7. Pemakan barang haram, amalnya tidak diterima

Dalam sebuah hadits disebutkan : sesungguhnya Allah memiliki malaikat di atas baitil Maqdis yang menyeru setiap malam : Barangsiapa yang memakan yang haram maka tidak diterima amalannya.

Contoh-contoh pengorbanan.
Para sahabat yang memahami kewajiban berkorban adalah contoh terbaik yang pernah dikenal manusia dalam mengorbankan Jiwa, raga, dan harta benda, demi kebangkitan umat dan demi menegakkan Agama Allah di atas bumi: Dengan membaca siroh/riwayat hidup rasulullah dan para sahabatnya, akan kita temukan bukti pengobanan mereka.
Dari Shuhaib r.a berkata: Tatkala aku hendak hijrah dari Mekkah menuju Rasulullah SAW (di Madinah), orang-orang Quraisy berkata kepadaku: wahai Shuhaib, kamu dulu datang kepada kami tanpa harta, lalu kini kamu hendak keluar bersama hartamu, demi Allah, itu tidak boleh terjadi. Maka aku menjawab: apakah jika aku menyerahkan hartaku kepada kalian, kalian akan membiarkan aku pergi mereka berkata: ya. segera aku serahkan hartaku kepada mereka, dan mereka membiarkan aku. Lalu aku berangkat hingga sampai Madinah. Di sana kabar itu sampai kepada Rasulullah SAW, dan beliau bersabda: Shuhaib beruntung Shuhaib beruntung dua kali.
Demikianlah dari dua contoh di atas dapat disaksikan bagaimana para sahabat dahulu mengorbankan harta dan rela meninggalkan kaung halaman yang mereka cintai guna menegakan pilar-pilar kebangkitan umat. Karena apalah artinya harta dan kampung halaman, jika risalah Islam tak bisa ditegakan. Dengan risalah dan pengorbanan, semuanya itu kelak akan kembali jua.

Berkorban dengan kesenangan
Maa'asyirol mukminin wal mukminat rahimakumullah
Allahu akbar 3x walillahil hamd

Al Baihaqi dan Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa Nusaibah binti Ka’ab Al Anshoriyah setelah kematian ayah, saudara dan suaminya sebagai syuhada’ pada perang Uhud. Ketika diberi kabar tentang hal itu dia berkata: bagaimana keadaan Rasulullah SAW ? Orang-orang menjawab: Al Hamdulillah beliau baik, sebagaimana yang engkau harapkan. dia berkata: semua musibah selain kematianmu adalah kecil (maksudnya: semua musibah itu remeh asal engkau selamat).
Dari Sulaiman bih Bilal r.a: Bahwa Rasulullah SAW tatkala pergi ke Badar (untuk berperang) Sa’ad bin Khoitsamah dan ayahnya hendak ikut serta pergi bersama beliau. Hal itu dikatakan kepada Rasulullah SAW, maka beliau menyuruh salah satu saja yang ikut pergi. Keduanya lalu mengundi Khoitsamah bin Al Harits berkata kepada anaknya (yaitu) Sa’ad : salah seorang di antara kita harus tinggal. Maka tinggalah engkau bersama istri-istrimu. Sa’ad menjawab: kalau seandainya bukan untuk menggapai sorga pasti aku akan mengalah untukmu, sungguh aku berharap mati syahid di perjuangan ini. Kemudian keduanya mengundi, dan keluarlah nama Sa’ad. Maka segera pergilah dia bersama Rasulullah SAW ke Badar, dan dia dibunuh oleh Amru bin Abdu Wuddin.

Pengorbanan dengan nyawa:

Dari Anas: bahwa Abu Thalhah r.a membaca surat Al Baroah (taubah) hingga sampai firman Allah: Berangkatlah kamu (berperang) baik dalam keadaan merasa ringan maupun merasa berat (QS 9: 42) maka dia berkata: saya tidak melihat Allah melainkan menyuruh kita berangakat berperang, baik para pemuda maupun orang-orang tua. Hai anak –anakku, persiapkanlah untukku, mereka berkata: semoga Allah menrahmatimu, engkau telah berperang bersama Rasulullah hingga beliau wafat, dan bersama Abu Bakar hingga wafat, serta bersama Umar hingga wafat, biarkanlah kami berperang mewakilimu. Abu Thalhah berkata: tidak persiapkanlah untukku. kemudian dia berperang di laut dan meninggal di sana. Orang-orang tidak mendapatkan daratan untuk menguburkannya kecuali setelah tujuh hari, maka mereka segera menguburkannya disitu sedang jenasahnya belum berobah .

Demikianlah contoh-contoh diatas hanyalah sebagaian kecil saja. Masih banyak lagi pengorbanan Nabi dan sahabatnya yang tidak kita rekam disini. Islam telah berhasil menggembleng orang-orang yang berkualitas tinggi. Yaitu orang-orang yang mempertaruhkan jiwa raga, harta benda, kedudukan , waktu dan semua yag dimiliki untuk menegakkan agama Allah.
Ya, Islam tidak akan tegak melainkan dengan orang-orang yang berkaliber seperti mereka. Seseorang belum dianggap menegakan agama ini sebelum ia memperjuangkannya dari semua arah dan berkorban dengan semua kemampuanya.

Doa penutup

Marilah kita akhiri khutbah ini dengan memanjatkan doa dan munajat ke hadirat Allah SWT.
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد، اللهم أنت ربنا لا اله إلا أنت سبحانك إنا كنا من الظالمين
اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنَهُمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَاجْعَل فِي قُلُوْبِهِم الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ إِلهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ

Ya Allah, ampunilah kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, perbaikilah di antara mereka, lembutkanlah hati mereka dan jadikanlah hati mereka keimanan dan hikmah, kokohkanlah mereka atas agama Rasul-Mu SAW, berikanlah mereka agar mampu menunaikan janji yang telah Engkau buat dengan mereka, menangkan mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka, wahai Ilah yang hak jadikanlah kami termasuk dari mereka.

اللّهمَّ حَبِّبْ إلَيْنَا الإيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ
Ya Allah, jadikanlah kami mencintai keimanan dan hiasilah keimanan tersebut dalam hati kami. Dan jadikanlah kami membenci kekufuruan, kefasikan dan kemaksiatan dan jadikanlah kami termasuk orang yang mendapat petunjuk.
اللهم عذِّبِ الكَفَرَةَ الذين يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ ويُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ ويُقاتِلُونَ أوْلِيَاءَكََّ
Ya Allah siksalah orang kafir yang menghalangi jalan-Mu, dan mendustai rasul-rasul-Mu, membunuh kekasih-kekasih-Mu..
اللّهمَّ أَعِزَّ الإسْلاَمَ وَالمسلمين وَأَذِلَّ الشِّرْكَ والمشركين وَدَمِّرْ أعْدَاءَ الدِّينِ وَاجْعَلْ دَائِرَةَ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ يا ربَّ العالمين
Ya Allah, muliakanlah Islam dan umat Islam, hinakanlah syirik dan orang-orang musyrik, hancurkanlah musuh agama, jadikan keburukan melingkari mereka, wahai Rabb alam semesta. Ya Allah, cerai beraikan persatuan dan kekuatan mereka, siksalah mereka, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu, wahai Rabb alam semesta.
اللهم فَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَخُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِرٍ إنَّكَ رَبُّنَا عَلَى كلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٍ يَا رَبَّ العالمين
Ya Allah, cerai beraikan persatuan dan kekuatan mereka, siksalah mereka, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu, wahai Rabb alam semesta.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِنا دِينِنا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِنا دُنْيَاناَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِنا وَأَصْلِحْ لِنا آخِرَتِنا الَّتِي فِيهَا مَعَادِنا وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِنا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِنا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Ya Allah, Perbaikilah untuk kami agama kami, Yang menjadi benteng segala urusan kami. Perbaikilah urusan dunia kami, Yang di dalamnya terdapat penghidupan kami
Dan perbaikilah akhirat kami yang akan menjadi tempat kembali kami, Jadikanlah hidup ini wadah bertambahnya segala kebaikan bagi kami, Dan jadikanlah mati sebagai titik henti untuk kami dari segala keburukan
اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَنَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَلِسَانًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ
Ya Allah kami memohon kepadaMu keteguhan dalam melaksanakan ajaranMu dan kekuatan tekad untuk menepati jalan petunjuMu
Kami memohon kepadaMu untuk dapat mensyukuri ni'matMu dan beribadah menghambakan diri dengan baik kepadaMu
Kami memohon kepadamu hati yang suci sejahtera dan lisan yang jujur
Kami memohon kepadaMu kebaikan yang Engkau Maha Mengetahuinya
Dan kami berlindung kepadaMu dari kejahatan yang Engkau Maha Mengetahuinya
اللَّهُمَّ إِنّا نَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِنا وَدُنْيَاناَ وَأَهْلِنا وَمَالِنا اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْراَتِنا وَآمِنْ رَوْعَاتِنا اللَّهُمَّ احْفَظْنِا مِنْ بَيْنِ أيَدَيناَ وَمِنْ خَلْفِنا وَعَنْ يَمِينِنا وَعَنْ شِمَالِنا وَمِنْ فَوْقِنا ونَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ نُغْتَالَ مِنْ تَحْتِنا
Ya Allah kami mohon kepadaMu, keampunan dan kesejahteraan bagi agama dan urusan dunia kami, bagi keluarga dan harta kami
Ya Allah tutuplah aib dan cela kami, Dan ubahlah rasa takut kami menjadi rasa aman damai, Peliharalah kami dari depan dan dari belakang kami, Dari Kanan dan dari kiri kami, Dan dari atas kami dan dari bawah kami, Dan kami berlindung di bawah kemahaagunganMu, Dari malapetaka yang ditimpakan kepada kami, Dari arah bawah kami, Ya Allah ampunilah kesalahan kami, ketidaktahuan kami, Dan sikap berlebih lebihan kami dalam urusan kami, Dan hal hal yang engkau lebih tahu dari kami
Ya Allah ampunilah dosa dosa kami yang dilakukan dengan sungguh, Sungguh dan main main, Ketidaksengajaan kami dan kesengajaan kami
اللَّهُمَّ إِنِّا عَبْيدُكَ وَابْناءُ عَبْيدِكَ وَابْناءُ إمائِكَ نَاصِيَتِنا بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّنا حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيناَ قَضَاؤُكَ نَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْوبنا وَنُورَ صَدْورنا وَجِلَاءَ أحُزاْننا وَذَهَابَ همومناِّ

Ya Allah, Kami adalah hamba-hambaMU, anak-anak dari hamba-hambaMu, ubun-ubun kami di tanganMu, ketentuanMu terlaksana pada diri kami, keputusanMu sangat adil pada kami, Kami memohon kepadaMu dengan seluruh asma yang Engkau mliki, yang Engkau namakan diriMu dengan asma itu, dan Engkau wahyukan asma itu dalam kitabMu atau Engkau ajarkan asma itu kepada salah seorang hambaMu atau Engkau Khsususkan asma itu untuk diriMu dalam ilmu ghaib di hadiratMu, kami mohon kepadaMu agar jadikan Alquran yang agung ini sebagai tanaman yang subur di hati kami, cahaya terang di dada kami, menjadi penyirna kesedihan kami, dan penghapus keresahan dan kedukaan kami.

اللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَيْبَ وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ أَحْيِنِا مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْرًا لِنا وَتَوَفَّنِا إِذَا عَلِمْتَ الْوَفَاةَ خَيْرًا لِنا وَنَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَكَلِمَةَ الْإِخْلَاصِ فِي الرِّضَا وَالْغَضَبِ وَنسْأَلُكَ نَعِيمًا لَا يَنْفَدُ وَقُرَّةَ عَيْنٍ لَا تَنْقَطِعُ وَنَسْأَلُكَ الرِّضَاءَ بِالْقَضَاءِ وَبَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ وَلَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ وَفِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ

Ya Allah Kami mohon kepadaMu rasa takut kepadaMu di saat dilihat orang ataupun tidak dilihat . Kami memohon kepadaMu ucapan hak di saat marah dan di saat hati lega. Aku memohon kepadaMu keni'matan yang tiada habis-habisnya dan kesenangan batin yang tiada putus-putusnya. Kami memohon ridlo setelah datang keputusnMu dan rasa kesejukan hidup ssetelah mati. Dan kami memohon kepadaMu kelezatan memandang wajahMu yang Mulia dan kerinduan untuk berjumpa dengan Mu dengan tanpa mengalami kesengsaraan yang memudlorotkan dan tanpa mengalami ujian yang mengakibatkan kesesatan. Yaa Allah Hiasilah kami dengan hiasan iman dan jadikanlah kami pembawa petunjuk jalan yang berjalan di naungan hidayahMu

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Wahai Tuhan kami, Karuniakan kepada kami Kebaikan di dunia Dan di akhirat, Dan peliharalah kami Dari adzab api neraka
وصَلِّ اللهمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سيدِنا مُحَمّدٍ وعلى آلِهِ وصَحْبِهِ وَسلّم والحمدُ للهِ

و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

(ACHMAD SATORI ISMAIL)

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Khutbah Jum'at - Al-Quds dan Intifadhah Palestina
15-12-2017 Khutbah

AL-QUDS DAN INTIFADHAH PALESTINA   Oleh: Muhammad Syarief, Lc. dan ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita
02-06-2017 Khutbah

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita Oleh Inayatullah H ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Empat Amalan di Bulan Ramadhan
26-05-2017 Khutbah

EMPAT AMALAN DI BULAN RAMADHAN  Oleh Inayatullah Hasyim   اَ ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Ramadhan Sebagai Pengingat Perjalanan Usia
18-05-2017 Khutbah

RAMADHAN SEBAGAI PENGINGAT PERJALANAN USIA Oleh Inayatullah Hasyim   ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Meresapi Makna Pembelaan Islam Terhadap Al Quran
03-11-2016 Khutbah

Seri Khutbah Jum’at Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY Edisi ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Memilih Pemimpin Muslim
27-10-2016 Khutbah

Seri Khutbah Jum’at Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Wilayah DIY Edisi ...

Baca Selengkapnya