Kenapa Kita Beribadah?

Dibuat Tanggal 22-12-2020

Kenapa Kita Beribadah?

Dr. Atabik Luthfi, MA

 الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْناَنِ, وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِِحْسَانٍ,

فَيَا أََيُّهَا النَّاسِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى كِتَابِ الْكَرِيْمِيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ .يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ

Hadirin Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Alhamdulillah, selalu dan senantiasa kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt, atas limpahan rahmat dan karuniaNya yang tiada terhingga, seraya terus menerus meningkatkan iman dan takwa agar terjaga keberkahan hidup kita insya Allah.

Shalawat serta salam kita sampaikan kepada baginda junjungan alam, nabi Muhammad saw, panutan dan teladan kita sepanjang zaman, dalam semua aspek kehidupan. Insya Allah dengan senantiasa mengamalkan bimbingan dan sunnah-sunnahnya, kelak kita termasuk yang mendapat syafa’at di hari kiamat kelak. Amiin yaa Rabbal Alamin.

Hadirin jama’ah shalat jum’at yang dimuliakan Allah swt

Salah satu dari bukti keimanan kita kepada Allah swt adalah terus menerus kita menjalankan ibadah di sisiNya, dimanapun dan kapanpun, serta dalam keadaan bagaimanapun. Batas waktu beribadah ialah hingga menghadap Allah swt, sesuai dengan perintahNya:

وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ

Dan sembahlah (beribadahlah) kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)”. (QS. Al-Hijr: 99). Kata ‘Al-Yaqin’ di ayat ini ditafsirkan oleh para mufassir dengan makna ‘Kematian’, karena tidak ada yang diyakini kepastian akan datangnya melainkan kematian. Sebagaimana ditegaskan di ayat yang lain:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”. (QS. Al-Anbiya’: 35)


Terdapat beberapa ayat Al-Qur’an yang mengingatkan kepada kita semua, kenapa kita tetap beribadah, terus menerus beribadah, tidak pernah berhenti beribadah, dalam berbagai keadaan, termasuk saat pandemi Covid 19 ini.  Ayat yang dikategorikan ayat inti beribadah adalah surat Adz-Dzariyat: 56. Allah swt berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku”. (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Hadirin Jama’ah sekalian yang dirahmati Allah swt

Redaksi ayat ini difahami oleh para ulama tafsir dengan dua pemahaman. Pertama, beribadah merupakan tujuan satu-satunya penciptaan jin dan manusia. Karena menggunakan kalimat ‘Nafi’ (penafian, peniadaan), dan kalimat ‘Itsbat’ (peneguhan, penegasan), seperti redaksi kalimat tauhid لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. Makna dari redaksi tersebut mengisyaratkan bahwa satu-satunya tujuan diciptakannya manusia adalah hanya untuk beribadah. Sehingga jika manusia tidak beribadah, berarti ia tidak menjalankan kewajiban satu-satunya dalam kehidupan ini.

Makna yang kedua dari ayat inti ibadah ini adalah, bahwa ibadah merupakan tujuan utama diciptakannya manusia. Sehingga tetap berlaku kewajiban ibadah dalam keadaan bagaimanapun, meskipun ia telah menjalankan tugas dan kewajiban yang lain. Pemahaman ayat ini dapat dikorelasikan dengan hadits Rasulullah saw dari sahabat Mu’adz bin Jabal ra,

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ( يا معاذ, أ تدرى ما حق الله على عباد ؟ ) قال : الله و رسوله أعلم, قال : (أن يعبدوه ولا يشركو به شيأ, , أ تدرى ما حقهم عليه ؟) قال : الله و رسوله أعلم, قال : (أن لا يعذبهم) و فى لفظ لمسلم : ( و حق العباد على الله عز و خل أن لا يعذب من لا يشرك به شيأ )

Rasulullah saw bersabda : “wahai Mu’adz, tahukah engkau apa hak Allah atas para hamba-Nya ?” Mu’adz berkata : Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui, Beliau bersabda : (yaitu)“hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, (dan) tahukah engkau hak hamba terhadap Allah ?” Mu’adz berkata : Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui, Beliau bersabda : “Dia tidak akan mengadzab mereka””. (HR. Bukhari Muslim)

Dan dalam lafadz Imam Muslim disebutkan tambahan “bahwasanya Allah tidak akan mengadzab orang yang tidak menyekutukan-Nya”.  

 

Hadirin jama’ah shalat jum’at yang berbahagia

Ayat lain yang layak dirujuk untuk mengetahui hikmah kenapa kita tetap dan terus beribadah kepada Allah swt, adalah ayat pertama perintah beribadah di dalam Al-Qur’an sesuai dengan urutan mushaf, yaitu surat Al-Baqarah: 21. Allah swt berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah: 21)

Di ayat ini, Allah swt perintahkan semua manusia untuk beribadah kepadaNya dengan menyebut sifatNya Yang Maha Mencipta seluruh manusia, baik manusia sebelum umat Nabi Muhammad saw, maupun manusia di masa nabi Muhammad saw. Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya beribadah kepada Allah swt, sehingga diperintahkan di awal Al-Qur’an dan ditujukan kepada seluruh manusia, tanpa terkecuali. Orang yang beribadah berarti telah menjalankan kewajiban kepada Allah. Sedangkan yang tidak mau beribadah, berarti ia telah meninggalkan perintah Allah swt.

Ayat terakhir sesuai dengan urutan mushaf yang berbicara tentang perintah beribadah kepada Allah swt adalah surat Nuh: 3,

أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ

“(yaitu) sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku”. (QS. Nuh: 3)
Allah swt perintahkan dengan tiga perintah sekaligus di ayat ini, yang diawali dengan perintah beribadah menyembah Allah, kemudian perintah bertakwa dan ta’at kepada Allah swt. Ketiga perintah ini merupakan perintah utama seorang hamba kepada Allah swt. Dengan menjalankan ketiga perintah ini, seorang hamba layak mendapat banyak kebaikan dalam kehidupan dunia ini dan di kehidupan akhirat kelak.

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at yang dimuliakan Allah swt

Hakikat kehidupan yang ditetapkan oleh Allah swt untuk hamba-hambaNya adalah dalam rangka beribadah di sisiNya dalam makna yang luas, baik ibadah mahdhah maupun ibadah ghayru mahdhah. Karenanya, banyak keutamaan yang dijanjikan oleh Allah swt bagi hamba-hambaNya yang mampu mempertahankan ibadah di sisiNya, hingga menghadap Allah swt. Diantaranya, disebut di dalam hadits qudsi:

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُوْلُ : يَا ابْنَ آدَمَ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ، أَمْلأْ صَدْ رَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَكَ شُغْلاً، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكْ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)”. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Di dalam hadits yang lain dikaitkan dengan shalat misalnya, Allah sediakan surga bagi hamba-hambaNya yang mampu menegakkan ibadah shalat. Rasulullah saw bersabda:

خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللَّهُ عَلَى الْعِبَادِ، فَمَنْ جَاءَ بِهِنَّ لَمْ يُضَيِّعْ مِنْهُنَّ شَيْئًا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ، كَانَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ، إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ، وَإِنْ شَاءَ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ

Lima shalat yang telah Allah Ta’ala wajibkan kepada para hamba-Nya. Siapa saja yang mendirikannya dan tidak menyia-nyiakan sedikit pun darinya karena meremehkan haknya, maka dia memiliki perjanjian dengan Allah Ta’ala untuk memasukkannya ke dalam surga. Sedangkan siapa saja yang tidak mendirikannya, dia tidak memiliki perjanjian dengan Allah Ta’ala. Jika Allah menghendaki, Dia akan Menyiksanya. Dan jika Allah Menghendaki, Allah akan memasukkan ke dalam surga.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Mudah-mudahan kita semua selalu diberi petunjuk dan kemudahan untuk tetap istiqomah menjalankan ibadah, dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan bagaimanapun, termasuk saat kita menghadapi ujian covid 19. Justru inilah ujian kita sebagai hamba terhadap Allah sebagai Al-Ma’bud.

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِ بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱرْكَعُوا۟ وَٱسْجُدُوا۟ وَٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمْ وَٱفْعَلُوا۟ ٱلْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat keberuntungan”. (QS. Al-Hajj: 77)

بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى وإياكم من الآيات والذكر الحكيم وتقبل الله منى ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم

 

 

 

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
IDUL ADHA; MOMENTUM TAQARRUB KEPADA ALLAH SWT
28-07-2020 Khutbah

TEKS KHUTBAH IDUL ADHA 1441 H OLEH: DR. H. ATABIK LUTHFI, LC, MA  IDUL ADHA; MOM ...

Baca Selengkapnya

IDUL FITHRI; MOMENTUM KEBERSAMAAN MENEBAR KEBAIKAN
21-05-2020 Khutbah

NASKAH KHUTBAH IDUL FITHRI 1441 H     IDUL FITHRI; MOMENTUM KEBERSAMAAN&nb ...

Baca Selengkapnya

Meneladani Keluarga Ibrahim As. Melalui Syi'ar Ibadah Haji Dan Ibadah Qurban (Khutbah Idul Adha 1440 H)
09-08-2019 Khutbah

TEKS KHUTBAH IDUL ADHA 1440 H OLEH: DR. H. ATABIK LUTHFI, LC, MA     MENE ...

Baca Selengkapnya

Belajar Cinta dari Nabi Ibrahim as. (Khutbah Idul Adha 1440 H)
09-08-2019 Khutbah

Belajar Cinta dari Nabi Ibrahim as.  (Khutbah Idul Adha 1440 H) Oleh: DR. H. Ahm ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Al-Quds dan Intifadhah Palestina
15-12-2017 Khutbah

AL-QUDS DAN INTIFADHAH PALESTINA   Oleh: Muhammad Syarief, Lc. dan ...

Baca Selengkapnya

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita
02-06-2017 Khutbah

Khutbah Jum'at - Tentang Membaca dan Penciptaan Kita Oleh Inayatullah H ...

Baca Selengkapnya