Kemenag RI Siap Bantu Pesantren Berpotensi Kemaritiman

Dibuat Tanggal 04-09-2015
JAKARTA - Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama berkomitmen membantu pengembangan ponpes yang mempunyai potensi kemaritiman, yakni ponpes di daerah yang secara geografis dekat dengan pesisir, berkarakter kemaritiman, dan memiliki program kemaritiman. 
 
Informasi dari Kemenag di Jakarta, Jumat menyebutkan, komitmen untuk membantu pengembangan ponpes yang memiliki potensi kemaritiman itu disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dr H Mohsen saat membuka Rakor Pembahasan Persiapan "Sail Tomini 2015" di Palu, Sulteng pada 3 September. 
 
Menurut Mohsen, saat ini Kemenag sedang melakukan pemetaan potensi ponpes kemartiman. Sampai sekarang tercatat baru ada 93 ponpes maritim di berbagai daerah di Tanah Air yang menyampaikan laporannya kepada Kemenag.
 
Mengingat keterbatasan anggaran, selama 2015 Kemenag baru bisa memberikan bantuan kepada 40 ponpes maritim yang berada di 12 titik. Pada tahap awal bantuan yang diberikan baru berupa bantuan operasional, insentif, dan bantuan penguatan manajemen ponpes.
 
Dalam upaya mengatasi keterbatasan anggaran, Kemenag terus berusaha meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak terkait. Saat ini sudah ada delapan bank yang bekerja sama dengan ponpes dibawah koordinasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). 
 
Salah satu contoh kerja sama dimaksud dilakukan di Gresik, Jawa Timur. Di daerah yang memiliki banyak industri itu sebanyak 1.200 santri akan mengikuti program magang dengan tujuan agar mereka bisa dipersiapkan menjadi tenaga kerja di bidang industri dengan tetap membawa nilai-nilai luhur sebagaimana diajarkan di pesantren.
 
Kerja sama tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemandirian ponpes agar tidak selalu mengharapkan bantuan dari pihak lain. Dengan kekuatan kemandirian itu pula Pesantren Qomaruddin di Gresik yang berdiri tahun 1750 sampai saat ini dapat terus berkembang bahkan sudah memiliki perguruan tinggi.
 
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag juga mengemukakan, beberapa ponpes di Sulteng menjadi proyek percontohan untuk pengembangan ponpes maritim sehingga bisa dimanfaatkan sebagai tempat studi banding bagi pesantren-pesantren lainnya di Tanah Air.
 
Terkait "Sail Tomini 2015", ia menjelaskan, Kemenag turut mendukung penyelenggaraan acara tersebut. Kegiatan itu sendiri bertujuan mempercepat pembangunan daerah tertinggal, pinggiran, dan kepulauan; mempromosikan tujuan wisata di Sulteng; dan mengukuhkan kembali kejayaan Indonesia sebagai bangsa maritim.
 
Salah satu bentuk partisipasinya adalah peningkatan Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Pondok Pesantren (PEP) yang difokuskan pada ponpes maritim. Khusus untuk mematangkan konsep partisipasi dimaksud Kemenag menyelenggarakan Rakor Pembahasan Persiapan "Sail Tomini 2015" dengan mengundang 40 ponpes maritim di Sulteng. 
 
Kemenag juga menyelenggarakan kegiatan guna memeriahkan kegiatan "sail Tomini 201antara lain melalui pemberian bantuan kepada 40 pesantren maritim di Tanah Air, yang 20 di antaranya ponpes maritim yang berada di Provinsi Sulteng serta "Gebyar Pesantren Maritim" pada 16-19 September 2015 di Kota Palu. 
 
Gebyar pesantren akan diisi dengan gerak jalan ribuan santri, pawai karnaval ponpes dengan menampilkan aneka kendaraan hias yang akan diikuti 25 ponpes dari sekitar Kota Palu, tabligh akbar, dan "Pesantren Maritim Ekspo" pada 16-19 September 2015 di lokasi utama di Kabupaten Parigi Moutong. (dj/antara)
share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Kementerian Agama Gelar Anugerah Masjid Percontohan 2016
15-12-2016 Nusantara

JAKARTA -  Kementerian Agama menggelar penganugerahan Masjid Percontohan 2016. ...

Baca Selengkapnya

Pemerintah Siapkan Perpres Pembangunan Universitas Islam Internasional
09-06-2016 Nusantara

JAKARTA - Pemerintah sedang mempersiapkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai landa ...

Baca Selengkapnya

Sambut Ramadhan, Pemkot Padang Sampaikan Imbauan Shalat Tepat Waktu
16-05-2016 Nusantara

PADANG - Menyambut Ramadhan, Pemerintah Kota Padang menyampaikan imbauan shalat tepa ...

Baca Selengkapnya

Istiqlal Diharapkan Jadi Pemersatu Umat Islam
22-02-2016 Nusantara

JAKARTA - Masjid Istiqlal dinilai memiliki potensi yang besar sebagai pemersatu umat ...

Baca Selengkapnya

Paradigma “Wasathiyah” Harus Bisa Menjadi Ruh Setiap Gerakan MUI
11-11-2015 Nusantara

JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat KH Ma’ruf Amin menegaskan, ...

Baca Selengkapnya

Menag: Sudah Waktunya Indonesia Miliki Perguruan Tinggi Berskala Dunia
03-11-2015 Nusantara

JAKARTA - Indonesia merupakan bangsa yang begitu besar dan dikenal sebagai bangsa de ...

Baca Selengkapnya