Jangan Ragukan Fatwa MUI

Dibuat Tanggal 11-02-2009

Senin, 09 February 2009

Jangan Ragukan Fatwa MUI

Padang, Singgalang
Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Sumatra Barat, mengimbau umat Islam untuk tidak meragukan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Apalagi sampai menghujat atau mendiskreditkan lembaga yang berisikan para ulama tersebut.
Menurut Ketua Umum Pengurus Wilayah IKADI Sumbar, Dr. Muchlis Bahar, fatwa tentang merokok dan golput adalah haram yang dikeluarkan MUI, sudah memenuhi syarat dan sudah pada tempatnya. Fatwa itu sesuai juga dengan kapasitas yang diamanahkan kepada MUI untuk menjawab permasalahan yang diajukan umat.
“Dalam hal haramnya hukum merokok bagi anak-anak dan ibu hamil, merupakan jawaban terhadap pertanyaan dari beberapa elemen masyarakat. Seperti dari Komisi Perlindungan Anak, pimpinan Kak Seto, YLKI dan Asosiasi Pengusaha Rokok Indonesia. Itu diputuskan melalui ijtima’ para ulama,” kata Muchlis kepada wartawan, Senin (9/10) di sekretariat IKADI Sumbar, Jalan Bandung nomor 5, Padang.


Demikian juga dengan fatwa lainnya yang lahir dalam ijtima ulama beberapa waktu lalu di Padang Panjang. Ditegaskan Muchlis yang dalam kesempatan tersebut Muchlis didampingi Sekretaris IKADI Sumbar, Dr. Ahmad Syofwan Nawawi, Humas, Romi Iskandar, dan Bendahara, Maman Suparman, adalah sudah sesuai dengan aturan dan acuan keluarnya fatwa. Dengan demikian, fatwa tersebut tidak sepatutnya diperdebatkan, terutama jika dikait-kaitkan dengan urusan politik dan kepentingan kelompok tertentu. “Ini penting. Fatwa yang dikeluarkan MUI tersebut adalah untuk kebaikan umat, bukan karena kepentingan politik kelompok tertentu atau pesanan dari pihak sponsor,” tegasnya.

MUI masih lemah
Terkait berbagai komentar dan kritikan yang muncul terhadap fatwa MUI tersebut, Sekretaris IKADI Sumbar, Dr. Ahmad Syofwan Nawawi, menyatakan bahwa dalam hal fatwa yang dikeluarkan oleh ulama, para ‘komentator’ yang berbicara tersebut tidak berada dalam kapasitas yang pantas untuk itu. Jika mereka terus membicarakan dan mengkritisi hal itu, dikhawatirkan mengakibatkan terbelahnya umat.
“Masyarakat harus hati-hati mengambil sikap terhadap berbagai komentar yang muncul tersebut. Jangan sampai terpancing oleh opini mereka. Apalagi sampai membenci ulama. Yang pasti, para ulama tersebut telah memutuskan sesuatu sesuai dengan amanah dan kemapuannya. Sementara para ‘komentator’, rasanya belum pada kapasitasnya untuk memberikan penilaian,” kata Ahmad.308

sumber:HarianSinggalangOnline

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
TADZKIRAH PENGURUS PUSAT IKADI TENTANG SIKAP MENGHADAPI WABAH COVID-19
17-03-2020 Sikap

TADZKIRAH PENGURUS PUSAT IKATAN DA'I INDONESIA TENTANG SIKAP MENGHADAPI WABAH COVID-19 ...

Baca Selengkapnya

PERNYATAAN SIKAP PP IKADI TENTANG KEZALIMAN SISTEMATIS TERHADAP MUSLIM UIGHUR
30-12-2019 Sikap

PERNYATAAN SIKAP PENGURUS PUSAT IKATAN DA'I INDONESIA (PP IKADI) TENTANG KEZALIMAN SIS ...

Baca Selengkapnya

Keluarga Besar IKADI Turut Berduka Cita Atas Wafatnya KH. Maimoen Zubair
06-08-2019 Berita

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْن   ...

Baca Selengkapnya

Berita Duka: Telah Wafat Pimpinan Majelis Az Zikra , K.H. M. Arifin Ilham
23-05-2019 Berita

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun.. Segenap Pengurus dan Keluarga Besar Ikatan ...

Baca Selengkapnya

PERNYATAAN SIKAP PENGURUS PUSAT IKATAN DAI INDONESIA (PP IKADI) TENTANG PENINDASAN SISTEMATIS TERHADAP MUSLIM UIGHUR DI XINJIANG CINA
21-12-2018 Sikap

PERNYATAAN SIKAP PENGURUS PUSAT IKATAN DAI INDONESIA (PP IKADI) TENTANG PENINDASAN SI ...

Baca Selengkapnya

Pernyataan Sikap PP IKADI Tentang Aksi Teror Bom di Surabaya 13 Mei 2018
14-05-2018 Sikap

Pernyataan Sikap PP IKADI Tentang Aksi Teror Bom di Surabaya 13 Mei 2018 &n ...

Baca Selengkapnya