Jangan Pernah Lengah

Dibuat Tanggal 11-05-2011
Manusia bisa juga disebut insan, karena mereka dalam hal-hal tertentu sering lupa dan lalai untuk berbuat kebaikan. Kelalaian ini akhirnya berujung dosa dan kesalahan akibat pelanggaran yang dilakukan terhadap rambu-rambu yang Allah SWT sudah tentukan. Padahal dosa adalah nilai buruk di sisi Allah SWT yang akan membuat seorang hamba menderita di hari akhirat kelak.
Pada hakikatnya, tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat salah dan dosa. Ini yang Nabi SAW singgung dalam hadis yang lain, bahwa iman manusia itu sifatnya fluktuatif (kadang tinggi, sedang, dan rendah). Berbeda dengan imannya para Malaikat yang stabil, dan tak pernah berubah. Atau berbeda pula dengan iblis yang selalu berada di tingkat rendahnya.
Pada saat manusia berada pada puncak keimanan, ia akan bisa melampaui iman para malaikat. Namun, ketika imannya rendah, ia bisa lebih rendah dari iblis. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya Kami akan isi api neraka jahanam dengan kebanyakan jin dan manusia, karena mereka mempunyai hati, tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak digunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al-A’raf: 179).
Ketika iman berada pada titik nadirnya yang paling menghawatirkan, di sinilah dosa-dosa itu bermunculan bak jamur yang tumbuh di musim hujan. Pada saat seperti ini, Allah SWT menegur hamba-hamba-Nya untuk segera bertaubat. Karena, dengan taubat itulah, seorang yang telah berdosa dijamin pasti akan diampuni, sehingga kembali lagi ke level iman tertingginya. ”Katakanlah [wahai Muhammad], ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian semuanya jika bertaubat. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Zumar: 53).
Lengah menjaga dan memperkuat iman berarti memudahkan syetan menguasai diri kita. Lengah mengingat Allah berarti melemahkan pertahanan diri dari serangan syetan. Lengah memadati waktu-demi waktu dengan amal shaleh berarti memudahkan diri terjerumus dalam tindakan salah atau sia-sia. Lengah mengendalikan diri dari penguasaan malas berbuat kebaikan berarti kemungkinan besar menyeret diri pada situasi yang berbuah penyesalan. Lengah membiarkan iman menurun drastis tanpa kesadaran dan perlawanan, adalah ancaman serius akan terjerumus pada su’ul khatimah!

Sumber: IkadiPonorogo

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Pentingnya Muhasabah
10-06-2018 Mauizhoh

  Muhasabah berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab secara etimologis b ...

Baca Selengkapnya

Shaum dan Kemanusiaan
28-05-2017 Mauizhoh

Shaum dan Kemanusiaan Oleh: Prof. KH Ahmad Satori Ismail   Islam ad ...

Baca Selengkapnya

Agar Memiliki Kekayaan Hakiki
13-01-2017 Mauizhoh

Oleh: KH Ahmad Satori Ismail   Khubeib bin Adi RA berkata, "Kami s ...

Baca Selengkapnya

Agar Hati Selalu Ikhlas
07-10-2016 Mauizhoh

Seorang ulama yang bernama Sufyan Ats Tsauri pernah berkata, “Sesuatu yang pal ...

Baca Selengkapnya

Balasan Bagi Yang Sabar
19-07-2016 Mauizhoh

Sabar adalah salah satu terapi penyakit hati. Kata sabar sangat mudah diucapkan ...

Baca Selengkapnya

Resign dari Dakwah: Menelisik Diri untuk Berbenah
10-05-2016 Mauizhoh

Resign dari Dakwah: Menelisik Diri untuk Berbenah ______________________ @dw ...

Baca Selengkapnya