Itu Pelecehan Paling Asasi Terhadap HAM

Dibuat Tanggal 12-10-2006

Menurut Ahmad Qusyairi, Ketua Departemen Dakwah Pimpinan Pusat Ikatan Da’I Indoensia (IKADI), sikap umat Islam dunia harus tegas. Dia mencontohkan, Rosul SAW saat kaum munafik memalsukan ayat-ayat Allah menyikapinya secara serius. Banyak cara yang dapat dilakukan. Misalnya, mendesak para pemimpin-pemimpin muslim yang ada di tiap negara memanggil para dubes Denmark.

Para pemimpin muslim tersebut harus menunjukkan ketegasan sikap bahwa hal itu telah melecehkan hal yang paling sakral bagi umat Islam. Bagian dari syahadat (ikrar) setiap muslim. “Sampaikan kemarahan umat Islam atas tindakan itu. Minta mereka meminta maaf kepada umat Islam,” tegasnya, Jumat (13/10).

Qusyairi menegaskan, lomba penulisan kartun Nabi Muhammad SAW bukan bagian dari demokrasi dan liberalisasi (kebebasan). Hal itu lebih pada pelecehan HAM, karena sudah memasuki areal yang sangat asasi dalam HAM. Yang paling prinsipil dalam keyakinan umat Islam telah dinodai.  “Bagi bangsa Indonesia ini bertentangan dengan Pancasila sila Ketuhanan Yang Maha Esa,” tambah dia.

Qusyairi menduga, lomba kartun nabi bukan suatu kebetulan. Waktunya sangat bedekatan dengan yang penghinaan Paus lakukan terhadap nabi Muhammad SAW. Apalagi hal itu bertepatan disaat umat Islam sedang berpuasa. Mereka (penghina nabi) merasa terancam dengan kebangkitan Islam. Berbagai upaya dilakukan melalui pelecehan terhadap simbol-simbol Islam. “Mereka sering menggembor-gemborkan dialog antar agama, pentingnya HAM. Tapi yang dilakukan sangat bertolak belakang,“ tukasnya.

Lebih jauh dia mengatakan, umat Islam harus memberikan penyadaran kepada masyarakat dunia. Munculnya stigma negatif tentang Islam melalui pelecehan terhadap simbol Islam, karena ketidaktahuan tentang Islam yang sebenarnya. Umat Islam dunia harus memperkokah konsolidasi dan ukhuwah. Dialog harus tetap dilakukan, tapi yang penting implementasi dari dialog itu.

Kendati demikian, agar ada kejeraan, karena dilakukan oleh negara yang sama, perlu digalang aksi boikot produk-produk Denmark. Bila ini dilakukan akan sangat berdampak sekali bagi perekonomian Denmark. Pemboikotan yang sebelumnya dilakukan terbukti efektif. Denmark menderita kerugian luar biasa atas aksi boikot itu.

“Di Mesir, Arab Saudi yang Denmark banyak mengekspor produk-produknya aksi boikot sukses dilakukakn. Ini senjata umat Islam, bahwa umat Islam tidak bisa dipermainkan,“ tandas Qusyairi.

Pemutusan hubungan diplomatik juga patut menjadi petimbangan peminmpin-pemimpin muslim. Bahkan bila perlu untuk menunjukkan kewibawaan Islam pemulangan para dubes-dubes Denmark bisa dilakukan.

Indonesia juga perlu mendesak OKI agar bersatu dalam menyikapi masalah ini. Indonesia di mata dunia memiliki bobot dalam menentukan sikap dunia, khususnya bagi negara-negara OKI, karena mayoritas umat Islamnya di dunia.(mca)

 

 

share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Respons Dinamika Umat, Komisi Dakwah MUI Terapkan Standardisasi Dai
27-11-2019 Nusantara

JAKARTA— Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia Pusat ...

Baca Selengkapnya

Keluarga Besar IKADI Turut Berduka Cita Atas Wafatnya KH. Maimoen Zubair
06-08-2019 Berita

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْن   ...

Baca Selengkapnya

Berita Duka: Telah Wafat Pimpinan Majelis Az Zikra , K.H. M. Arifin Ilham
23-05-2019 Berita

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun.. Segenap Pengurus dan Keluarga Besar Ikatan ...

Baca Selengkapnya

Kemenag Buka Beasiswa Program Magister Lanjut ke Doktor
30-11-2018 Nusantara

Jakarta (Kemenag) --- Kementerian Agama akan membuka beasiswa Program Magister Lanjut ...

Baca Selengkapnya

Rakernas ke IV MUI di Raja Ampat Hadirkan Enam Agenda Spesial
23-11-2018 Nusantara

JAKARTA– Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) ya ...

Baca Selengkapnya

BAZNAS Gelar Konferensi Internasional Zakat 2018 di UGM
23-11-2018 Nusantara

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar Konferensi Internasional Zakat atau Inte ...

Baca Selengkapnya