Islam Side Street Shinjuku, Tempat di Jepang Dengan Nuansa Islam

Dibuat Tanggal 01-07-2015
TOKYO -- Sepekan sekali, jalanan di Distrik Shinjuku ditutup. Lantaran para pedagang di area yang disebut sebagai “Islam Side Street” itu tengah menunaikan shalat Jumat.
Jalanan yang di bagian kanan kirinya dipenuhi toko-toko kelontong khas India, toko bumbu ala Bangladesh, dan restoran kebab Turki itu memang lekat dengan nuansa kultur Muslim. Tampak pula sebuah masjid mungil berlantai empat sebagai penanda mayoritas kelompok warga di area tersebut.
Ratusan jamaah selalu memadati masjid tersebut ketika azan berkumandang. Keberadaan kawasan ini, dilansir Asahi.com memang selalu menarik perhatian turis Muslim dari negara-negara Asia lainnya.
Letaknya di  bagian barat stasiun Shin-Okubo yang didominasi komunitaas masyarakat Korea tak mengurangi kekhusyukan ibadah umat Muslim di sana. Ketika shalat Jumat berakhir sekitar pukul 13.30, barulah para pedagang tampak kembali memadati kawasan tersebut.
Yang menarik, meski berada di kawasan Muslim, seluruh toko dan restoran di Shinjuku mencantumkan kata halal di bagian depan bangunan. Para pengelola kawasan yang berkembang sejak tahun 2000 itu memang berkomitmen tidak menawarkan makanan berbahan dasar babi dan alkohol.
Salah satu mahasiswa Waseda University dari Indonesia M Firdaus (39 tahun) mengaku selalu nongkrong bersama teman-temannya di kawasan tersebut setiap hari Jumat.
“Kita tidak tahu ada alternatif tempat makan halal selain di sini,” katanya pada Asahi.com beberapa waktu lalu.
Demi menuntaskan rasa kangennya pada suasana keislaman, Firdaus menyempatkan diri sepekan sekali ke Shinjuku. Meskipun begitu, ia harus menempuh perjalanan sekitar 40 menit dengan kereta dari rumahnya di kawasan Higashi-Murayama, Tokyo Barat.
Firdaus merasa infrastruktur bagi umat Muslim di Jepang masih terbatas. Hanya ada sekitar 10 masjid di area Tokyo. Semuanya berdekatan dengan stasiun kereta api.
Salah satu mahasiswa dari Malaysia yang tak mau disebut namanya, juga kerap datang ke Islam Side Street juga merasa nyaman beribadah di sana. Lantaran ia merasa kurang nyaman ketika shalat di koridor kampusnya.
“Saya kadang merasa aneh ketika shalat dilihat oleh orang Jepang,” kata pria berusia 26 tahun tersebut.
Alasan lainnya, ia betah ke Shinjuku karena cocok dengan cita rasa restoran Indonesia di sana. Ia kerap menikmati menu nasi campur yang berisi nasi, ayam, dan beragam sayur berkuah.
Profesor sosiologi Waseda University, Hirofumi Tanada, memperkirakan komunitas Muslim Jepang sekitar 100 ribu orang. Berdasarkan data Kementerian Hukum, komunitas Muslim di Jepang bermula dari keberadaan sekitar 8.000 migran Muslim sejak tahun 1980an.
Ia memerinci, komunitas Muslim Jepang kini terdiri atas 20 ribu Muslim Indonesia, 10 ribu Muslim Pakistan, 9.000 orang dari Bangladesh, masing-masing 5.000 orang dari Malaysia dan Iran serta 2.500 orang dari Iran dan Turki.
Tanada juga menyebutkan ada pertumbuhan pembangunan masjid di Jepang. Dari 15 masjid di seantero Jepang pada tahun 1999 menjadi 81 masjid pada November 2014.
“Kata halal sekarang sudah umum ditemui di Jepang, tetapi secara umum Islam masih saja dikenal sebagai agama dari negara-negara tak dikenal bagi sebagian besar orang Jepang,” kata Tanada. (ROL)
share Share
Facebook Google LinkedIn Twitter Email Print
Artikel Terkait
Distribusi Air untuk Ibadah Haji Tahun Ini Capai 10 Juta Meter Kubik
02-10-2015 Mancanegara

JEDDAH - Perusahaan Air Nasional (NWC) Arab Saudi  mengungkapkan total volume a ...

Baca Selengkapnya

Saudi Sebarkan Ribuan Foto Jemaah Haji yang Wafat
30-09-2015 Mancanegara

MAKKAH - Hampir 1.100 foto disebarkan oleh Arab Saudi ke diplomat asing. Foto terseb ...

Baca Selengkapnya

Hujan Es Disertai Angin Kencang Landa Makkah
11-09-2015 Mancanegara

MAKKAH - Hujan deras dengan butir-butir kecil es disertai angin kencang dan suara ge ...

Baca Selengkapnya

Alat Berat Jatuh, Banyak Jamaah Terluka dan Meninggal Di Masjidil Haram
11-09-2015 Mancanegara

MAKKAH - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan ada 20 jamaah calon haji In ...

Baca Selengkapnya

Pesepakbola Muslim Top Dunia Konsisten Tolak Pegang Segelas Bir
07-09-2015 Mancanegara

Dua pemain Muslim di klub raksasa sepak bola Jerman Bayern Munich menolak untuk meme ...

Baca Selengkapnya

Zionis Manfaatkan Wisata Sebagai Sarana Yahudisasi Al-Quds
14-02-2015 Mancanegara

ALQUDS - Pemukiman yahudi di kota al Quds terus bertambah dengan beragam caranya, ad ...

Baca Selengkapnya